KESEHATAN
23 November 2019

5 Mitos Penyakit Flu, Ini Faktanya!

Pelajari mitos tentang flu ini agar Moms bisa mengantisipasinya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Penyakit flu dapat mengintai Moms dan Si Kecil saat musim apapun. Bahkan, saat Moms sudah membiasakan diri dan keluarga untuk selalu mencuci tangan dan mengonsumsi buah bervitamin C, penyakit ini masih setia datang. Mengapa ya?

“Pilek dan flu disebabkan oleh virus. Ini bukan karena Anda pergi ke luar kemudian Anda menjadi pilek,” kata Dr. Sandra Fryhofer, dokter penyakit dalam di Rumah Sakit Piedmont di Atlanta dan mantan presiden American College of Physicians.

Selain itu, banyak sekali mitos tentang penyakit flu yang juga harus Moms hindari. "Menghilangkan mitos mengenai penyakit flu adalah hal tersulit yang saya lakukan," kata Dr. Len Horovitz, spesialis paru di Lenox Hill Hospital di New York City.

Mitos Penyakit Flu

Pelajari beberapa di antaranya agar Moms dan Si Kecil dapat menjalani semua musim dengan lebih sehat.

1. Pilek Bisa Berubah Menjadi Flu

mitos penyakit flu

Ini adalah mitos penyakit flu yang paling populer. “Pilek dan flu, keduanya adalah penyakit yang menyerang pernapasan tetapi disebabkan oleh virus yang berbeda, kata Dr. Kenneth Steier, dekan pendidikan klinis dan profesor kedokteran di Touro College of Osteopathic Medicine di Middletown, New York.

Meski tampak sama, namun kedua penyakit tersebut memiliki perbedaan. Flu menyebabkan gejala yang lebih parah daripada pilek.

Dilansir dari World Health Organization (WHO), gejala flu di antaranya demam, batuk kering, sakit kepala, nyeri otot, sakit tenggorokan, kelelahan, dan ingus. Batuknya bisa terjadi lebih dari 2 minggu. Pilek biasa lebih cenderung menghasilkan pilek atau hidung tersumbat saja.

Baca Juga: Catat! Ini Pentingnya Vaksin Influenza untuk Anak

2. Flu Bukan Penyakit Serius

mitos penyakit flu

Mitos penyakit flu ini masih sering kita dengar hingga saat ini. Malah, ada sebagian orang yang hanya mengobati flu hanya dengan membeli obat warung.

Padahal, di Amerika Serikat, penyakit ini menyebabkan 146 anak meninggal karena sebab-sebab terkait flu pada 2014-2015 yang lalu.

“Penderita asma, masalah jantung, atau orang berusia di atas 65 jauh lebih berisiko untuk meninggal atau akibat buruk flu karena sistem kekebalan tubuh mereka tidak sekuat orang lainnya. Wanita hamil juga harus mendapatkan vaksin,” kata Kenneth.

3. Cuaca Panas atau Dingin Penyebab Sakit

mitos penyakit flu

Seperti dijelaskan sebelumnya, flu terjadi karena virus. Tidak ada hubungannya dengan cuaca karena hal tersebut hanyalah mitos tentang flu saja.

"Cuaca dingin membuat Anda kedinginan, dan cuaca panas membuat Anda panas, tetapi tidak ada yang menyebabkan flu atau dingin karena hal itu disebabkan oleh virus," jelas Kenneth.

Moms bisa menyesuaikan pakaian dan kelembaban rumah untuk membuat Si Kecil merasa nyaman. Karena terkadang, udara dingin bisa menyebabkan bayi kesulitan bernapas.

“Cobalah mandi air hangat, masuk sauna atau menggunakan pelembab udara dingin; masing-masing dapat meringankan gejala pernapasan yang berhubungan dengan pilek dan flu,” kata Sandra.

Baca Juga: Balita Sakit Flu, Perlukah Minum Antibiotik?

4. Saat Bersin, Tutupi Hidung dan Mulut dengan Tangan

mitos penyakit flu

Ini sepenuhnya salah. Jangan sepelekan mitos tentang flu ini karena malah akan memberikan virus dan dapat menginfeksi orang lain.

Bayangkan jika Moms bersin dan menutupinya dengan tangan kemudian berjabat tangan dengan seseorang, virus tersebut akan terus menular.

Sebagai gantinya, saat bersin usahakan menutupnya dengan lengan atau sapu tangan. Setelah itu, bersihkan tangan Moms dan Si Kecil. “Gunakan air dan sabun untuk menghindari penyebaran kuman," jelas Sandra.

National Institutes of Health (NIH) mengingatkan kalau flu adalah penyakit yang sangat menular. Bahkan kita bisa terinfeksi virus dari pegangan pintu atau buku yang sebelumnya disentuh atau tekena virus orang dengan flu.

Rajin cuci tangan bila di sekitar orang yang sakit. Cuci tangan sebelum makan atau menyentuh mata, hidung, atau mulut. Kalau bisa, jangan dekat-dekat dulu sama orang yang sakit ya, Moms.

5. Flu Dapat Diobati di Rumah

mitos penyakit flu

Bagi kebanyakan bayi yang mengalami flu, tinggal di rumah diberi banyak cairan saja sudah cukup untuk melawan virus.

Tapi tidak berlaku bagi sebagian yang lain, karena kondisi bayi yang berbeda. Hanya mengobati bayi di rumah merupakan mitos penyakit flu yang lainnya.

“Tetapi jika demam tidak hilang atau gejalanya malah menjadi parah, cari bantuan medis,” kata Kenneth.

Komplikasi flu dengan penyakit lain dapat menjadi hal yang serius. Jika tidak bisa disembuhkan di rumah, perawatan dan obat rumah sakit mungkin akan menjadi pilihan yang lebih bijak.

Baca Juga: Selain Influenza, Ada Juga 4 Jenis Flu yang Berbahaya dan Wajib Diketahui

Meskipun tidak boleh menganggap sepele, Moms juga tidak perlu terlalu panik saat Si Kecil terkena flu. Dengan mengetahui mitos penyakit flu ini, Moms bisa segera bertindak saat melihat gejalanya pada buah hati.

(FAR)

Artikel Terkait