GAYA HIDUP
12 Februari 2020

8 Mitos Seputar Kista Ovarium yang Perlu Moms Ketahui

Kista ovarium selalu disarankan untuk operasi, ternyata hanya mitos saja
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Orami

Mendengar dokter mendiagnosis 'kista ovarium' pada Moms atau salah satu kerabat terdekat, tentu saja dapat membuat berbagai pikiran tentang skenario terburuk.

Walaupun, kista ovarium adalah diagnosa yang cukup umum sebenarnya. Hampir sebagian besar wanita didiagnosis menderita kista ovarium, perbedaannya terletak pada jenis dan ukuran kista yang didiagnosis.

Christine Carlan Greves, MD, Obstetrics & Gynecology Winnie Palmer Hospital For Women and Babies, Orlando, menyarankan penderita untuk tidak panik ketika mendapat diagnosa kista ovarium karena penyakit ini sangat umum diderita oleh perempuan.

Kunci untuk meminimalkan tingkat kecemasan setelah didiagnosa kista ovarium adalah berbicara dengan dokter kandungan dan mencari tahu secara jelas tentang kista yang dimiliki serta merencanakan langkah selanjutnya.

Kista ovarium adalah kantong berisi cairan yang tumbuh pada indung telur (ovarium) perempuan. Kebanyakan kista sembuh dengan sendirinya di mana kista tersebut hancur atau diserap kembali oleh tubuh.

"Namun, terkadang penyakit ini dapat menyebabkan kembung, tidak nyaman, sakit dan kista memang bisa tumbuh besar," katanya seperti dikutip dari winniepalmerhospital.com.

Mitos Kista Ovarium

Seperti setiap kondisi kesehatan lainnya, kista ovarium juga dikelilingi oleh sejumlah mitos yang kadang menjadi momok menakutkan bagi pasien. Oleh karena itu, mari singkirkan beberapa mitos paling umum seputar kista ovarium.

Baca Juga: Jangan sampai Terkecoh, Yuk Kenali 6 Gejala Penyakit DBD pada Anak

1. Pil KB Tidak Membantu

Efek Samping Penggunaan Pil KB

Carlen menjelaskan bahwa sebenarnya pil KB dapat menjaga ovarium hingga 50 persen. Jika Moms atau salah satu keluarga memiliki kista ovarium berulang, penting untuk mempertimbangkan minum pil KB agar menekan perkembangan kista pada ovarium.

"Jika Anda pernah menjalani operasi ovarium untuk kista ovarium sebelumnya atau jika kista menyerang secara teratur, maka menggunakan pil KB bisa menjadi pilihan," katanya.

2. Perlu Pembedahan atau Operasi

Operasi pada Penderita Kista Ovarium

Bertolak belakang dengan yang Moms pikirkan, tidak semua kista ovarium membutuhkan pengangkatan atau operasi. Kebanyakan kista ovarium berukuran kecil, tidak bersifat kanker dan juga sembuh dengan sendirinya.

Menurut Carlen, jika penderita mengalami rasa sakit yang tidak membaik atau kista terus tumbuh lebih besar atau jika mengalami demam dan tanda-tanda infeksi disertai kombinasi dengan ketidaknyamanan panggul bawah, ini mungkin menunjukkan bahwa memang diperlukan operasi.

Jenis kista lain seperti kista dermoid, endometrioma, atau kista yang memiliki penampilan abnormal, memang perlu diangkat melalui pembedahan sehingga pastikan Moms tahu tentang jenis kista yang diderita, ukuran, serta rencana tindak lanjut bersama dokter.

3. Menyebabkan Kemandulan

Kemandulan Pada Perempuan

Kista ovarium tidak akan membuat Moms atau penderita lainnya mandul, begitu pula kista ini tidak akan membatasi kemampuan untuk melahirkan anak. Namun, hal itu dapat menyebabkan komplikasi yang dapat menyebabkan infertilitas.

Selain itu, jika kista ini terinfeksi dan menyebabkan jaringan parut pada tuba falopi, maka inilah salah satu penyebab infertilitas yang paling umum.

Dr. Shafalika.S.B, Obstetrics & Gynecology Columbia Asia Hospital Bangalore, mengatakan bahwa pada kasus lain, hanya kista endometriotik parah dan PCOS atau sindrom ovarium polikistik dengan ketidakseimbangan hormon dan kista yang sangat besar yang dapat menyebabkan infertilitas.

"Akan tetapi semua itu adalah penyebab kista infertilitas yang bisa diobati & dapat menghasilkan kehamilan setelah menjalani perawatan," katanya.

Baca Juga: 6 Manfaat Bawang Putih Bagi Kesehatan

4. Sakit Perut dan Jadwal Menstruasi Buruk

Haid Buruk dan Sakit Perut

Mitos lain yang perlu diketahui adalah ketidakbenaran tentang kista ovarium yang selalu menyebabkan sakit perut nyeri serta ketidakteraturan menstruasi. Padahal faktanya banyak kasus kista ovarium hadir tanpa menunjukkan gejala.

Shafalika mengatakan jika kista ovarium berukuran besar, maka hal itu dapat menyebabkan distensi perut, ketidaknyamanan perut karena perut penuh setelah makan dan sakit selama berhubungan seksual.

Namun ketika kista ovarium menjadi komplikasi seperti torsi, pendarahan ke dalam kista atau infeksi pada kista dapat menyebabkan sakit perut bagian bawah akut yang parah, mual, dan muntah.

"Tidak semua kista ovarium atau hanya ovarium polikistik dengan ketidakseimbangan hormon yang dapat menyebabkan ketidakteraturan menstruasi. Kista endometriotik adalah penyebab paling sering dari siklus nyeri yang ada. Rasa sakit dapat ada sebelum, selama dan setelah siklus menstruasi," katanya seperti dikutip dari practo.com.

5. Bedah Besar Dibutuhkan untuk Kista Berukuran Besar

Operasi Besar untuk Kista Berukuran Besar

Kista berukuran besar perlu dihilangkan dengan pembedahan yang lebih besar hanya merupakan sekedar mitos. Faktanya hal itu tidak diperlukan sama sekali. Dikutip dari Winchester Hospital, kista sebesar 20 -25 cm dapat dihilangkan dengan operasi lubang kunci dengan potongan yang kecil atau laparoskopi.

Lubang kunci atau bedah laparoskopi atau minimal invasif bisa menjadi solusi dan keuntungan bagi pasien di mana bahkan kista berukuran bola sepak dapat dihilangkan dengan potongan kecil berukuran pena.

Karena rasa sakit serta penanganan minimal organ internal selama operasi, pasien dapat kembali ke rumah dan menjalani rutinitas setelah 24 jam.

6. Laparoskopi Tak Bisa Angkat Kista Berukuran Besar

Laparoskopi Pada Ibu Hamil

Ketidakmampuan laparoskopi mengangkat kista berukuran besar secara bersih hanyalah mitos yang beredar. Karena terdapat 3-4 kali pembesaran dalam pembedahan laparoskopi, pembedahan jenis ini sangat tepat dan sempurna.

"Seluruh kista ditempatkan di dalam kantong dan dikeluarkan dengan aman tanpa tumpahan. Selain itu teknik ini memiliki banyak keuntungan seperti luka kecil, lebih sedikit rasa sakit, waktu tinggal di rumah sakit yang lebih pendek serta waktu pemulihan yang jauh lebih cepat," kata Shafalika yang juga merupakan ahli bedah laparoskopi Obstetrics & Gynecology.

Baca Juga: Ibu Hamil Menderita Hepatitis C, Apakah Akan Menular pada Janin?

7. Kista Ovarium Merupakan Kanker

Kista Ovarium merupakan Kanker

Janki Borkar, MHA, PGDPMC, DGO, MBBS, Gynaecologist, New Delhi, mengatakan bahwa setiap kasus kista ovarium merupakan suatu hal yang unik. Namun, dalam kebanyakan kasus, kista tidak berkembang menjadi sel kanker dan mereka juga bukan kanker.

"Ultrasonografi pada panggul dapat membantu dokter mendiagnosis jenis kista yang ada di tubuh Anda. Jika dokter menganggapnya kanker, ia biasanya akan menyarankan operasi untuk segera menghilangkannya," katanya.

8. Hanya Terjadi Pada Perempuan Menopause

IMG_1779.JPG

Foto: yourhormones.com

Jangki Bonkar menjelaskan bahwa faktanya kista dapat berkembang di ovarium pada setiap tahap kehidupan perempuan baik muda maupun tua. Sejumlah perempuan bahkan dapat memiliki kista tanpa mereka sadari.

"Dalam beberapa kasus, wanita bahkan dapat memiliki kista ovarium pasca histerektomi yang artinya penyakit ini tidak melibatkan pengangkatan ovarium," katanya seperti dikutip dari lybrate.com.

Itulah mitos dan fakta seputar kista ovarium yang perlu diketahui. Ternyata, banyak juga ya Moms mitosnya?

(RIE/ERN)

Artikel Terkait