KESEHATAN
26 Maret 2020

8 Mitos Soal Makanan Sehat yang Bisa Bahayakan Kesehatan Tubuh

Ada banyak makanan yang disangka menyehatkan justru tidak baik untuk kesehatan tubuh

Sumber: shutterstock

Artikel ditulis oleh Sabrina
Disunting oleh Dina Vionetta

Banyak orang berusaha menjalani gaya hidup sehat demi menjaga kesehatan tubuhnya. Sehingga mereka mengonsumsi makanan yang dianggap menyehatkan dan aman.

Faktanya, belum tentu makanan yang disangka sehat akan lebih aman untuk kesehatan tubuh. Beberapa makanan dan minuman justru membahayakan kesehatan tubuh.

Berikut ini mitos-mitos soal makanan yang disangka menyehatkan dan memperburuk kesehatan tubuh.

Mitos 1: Oatmeal adalah Makanan Sehat

mitos makanan - oatmeal.jpg

Foto: shutterstock.com

Dikutip dari jurnal Nutrients, sebagian orang harus menghindari oatmeal karena mengandung banyak gula tambahan.

Sayangnya, banyak orang salah paham kalau oatmeal adalah makanan yang baik untuk kesehatan jantung dan kolesterol.

Namun, oatmeal bisa mengandung sekitar 1 ton gula tambahan yang bisa meningkatkan insulin dan gula darah.

Bahkan oatmeal tanpa gula masih bisa meningkatkan insulin dan hormon stres.

Baca Juga: Tidak Disangka, Ini 6 Makanan dan Minuman yang Baik untuk Kesehatan Gigi

Mitos 2: Kuning Telur Menyebabkan Kolesterol

mitos makanan - kuning telur.jpg

Foto: shutterstock.com

Faktanya, tidak ada hubungan antara kuning telur dengan kolesterol makanan dan penyakit jantung.

Kuning telur justru mengandung kolin, yang baik untuk fungsi sel dalam tubuh.

Mitos 3: Daging Merah Buruk untuk Kesehatan

mitos makanan - daging merah.jpg

Foto: shutterstock.com

Faktanya, daging merah mengandung banyak protein, zat besi, seng dan vitamin B yang baik untuk tubuh.

Moms perlu mengonsumsi setidaknya 3,5 cangkir kacang merah untuk mendapatkan jumlah protein yang setara dengan daging merah.

Baca Juga: Ngidam Makanan Saat Hamil? Begini Caranya Supaya Tetap Sehat

Mitos 4: Makanan Bebas Gluten Lebih Sehat

mitos makanan - rendah gluten.jpg

Foto: shutterstock.com

Faktanya, makanan bebas gluten cenderung rendah serat. Padahal serat sangat penting untuk membuat tubuh merasa kenyang lebih lama.

Sayangnya, banyak orang memilih konsumsi makanan bebas gluten karena disangka lebih menyehatkan, seperti sayuran, protein dan lemak sehat.

Mitos 5: Diet Tinggi Protein Bisa Menurunkan Berat Badan

mitos makanan - tinggi protein.jpg

Foto: shutterstock.com

Faktanya dilansir oleh shape.com, diet tinggi lemak justru membuat kita berisiko makan terlalu banyak lemak dalam makanan, yang bisa menyebabkan kolesterol tinggi dan trigliserida.

Selain itu, diet tinggi lemak bisa membuat kita kehilangan serat, vitamin dan mineral yang ditemukan dalam makanan karbohidrat.

Mitos 6: Makan Setelah Jam 8 Malam Bisa Menyebabkan Kegemukan

mitos makanan - makan malam.jpg

Foto: shutterstock.com

Faktanya, makan malam setelah jam tertentu bisa meningkatkan berat badan. Karena, peningkatan berat badan tidak ditentukan dari jam berapa kita makan.

Peningkatan berat badan dipengaruhi oleh seberapa banyak kita mendapat asupan kalori di malam hari.

Hal inilah yang membuat seseorang lebih mudah gemuk jika mengonsumsi cemilan di malam hari.

Karena, cemilan termasuk makanan padat kalori, seperti pizza dan makanan cepat saji lainnya.

Baca Juga: Wajib Dikonsumsi, Ini 5 Daftar Makanan Sehat Ibu Hamil

Mitos 7: Buah Mengandung Banyak Gula

mitos makanan - buah.jpg

Foto: shutterstock.com

Faktanya, kita tak seharusnya menghindari konsumsi buah saat diet karena takut dengan kandungan gulanya.

Karena, kandungan gula dalam buah tentu lebih alami dan lebih baik daripada gula buatan.

Jika kita menghindari konsumsi buah, sama halnya kehilangan vitamin dan nutrisi berharga dari buah yang bisa diserap tubuh.

Mitos 8: Makanan Vegan Bisa Menurunkan Berat Badan

mitos makanan - vegan.jpg

Foto: shutterstock.com

Faktanya, konsumsi makanan vegan bisa menjadi bumerang dalam waktu tertentu. Pola makan vegan bisa membuat kita kekurangan nutrisi penting, vitamin dan protein yang bisa menjaga metabolisme dan energi tubuh.

Jika ingin menjalani pola makan vegan, pastikan kebutuhan kalori dan protein harian bisa terpenuhi dengan baik. Meskipun Moms bisa mengganti protein hewani dengan protein nabati, seperti kacang-kacangan.

Artikel Terkait