3-12 BULAN
28 November 2019

4 Mitos Tentang SIDS Ini Ternyata Salah

Apa saja mitos SIDS yang Moms sering dengar?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Sindrom Kematian Bayi Mendadak (Sudden Infant Death Syndrome) atau yang sering disebut SIDS, menjadi penyakit yang paling sering dikhawatirkan oleh para ibu.

Kematian bayi di bawah usia satu tahun tersebut tidak dapat dijelaskan. SIDS sangat menakutkan karena tidak dapat diprediksi, tidak ada peringatan dan tidak ada penyebab.

Banyak faktor yang bisa menjadi penyebabnya, seperti terlalu lama tidur tengkurap, terlalu banyak mainan di boks tempat tidur, selimut, dan lain sebagainya.

Agar menghindari khawatir berlebihan, Moms harus bisa membedakan fakta dan mitos SIDS. Karena ternyata, banyak yang salah kaprah menanggapi mitos SIDS yang dianggap sebagai fakta.

Baca Juga: 6 Cara Mencegah SIDS pada Bayi Bayu Lahir

Mitos-mitos SIDS

Apa saja mitos SIDS yang ternyata salah? Moms bisa mencari tahunya di sini.

1. Tidur Terlentang Meningkatkan Risiko Tersedak

mitos sids

Dr. David Mendez, seorang neonatologis di Rumah Sakit Anak Nicklaus di Miami, Florida mengatakan, masih banyak yang mempraktekkan hal ini. Padahal, hal tersebut merupakan mitos dan hanya kepercayaan dari orang tua zaman dulu.

Karena mitos itu, banyak orang tua yang akhirnya menidurkan bayinya secara menyamping. Ini malah yang akan menjadi penyebab SIDS.

Karena jika tidak diperhatikan, bayi bisa saja terbalik dan mereka tidak bisa membalikkan badannya sendiri. “Banyak penelitian yang telah menunjukkan bahwa bayi sehat yang tidur telentang dapat memutar kepala dan melindungi saluran udara mereka jika mereka benar-benar akan muntah,” katanya.

Risiko SIDS akan memuncak saat bayi berusia sekitar dua hingga tiga bulan, dan turun secara signifikan pada saat bayi berusia 6 bulan.

Begitu bayi dapat berguling, otak mereka umumnya cukup matang untuk mengingatkan diri sendiri akan risiko apa pun, salah satunya saat pernapasan mereka terganggu.

2. Ada Hubungan Antara SIDS dan Vaksin

mitos sids - vaksin

Para ahli mengatakan dengan tegas bahwa hal tersebut sama sekali salah. "Tidak ada data untuk itu, dan siapa pun yang mengatakannya adalah sebuah kebohongan," tegas David.

Satu penjelasan yang mungkin menjadi alasan adanya mitos SIDS ini adalah terdapat beberapa kasus bayi yang meninggal karena SIDS, sebelumnya telah diberikan vaksin Diptheria-tetanus-pertusis, atau DTP, yang membuat beberapa orang membayangkan hubungan sebab akibat.

"Logika ini salah; Anda mungkin juga mengatakan bahwa makan roti menyebabkan kecelakaan mobil, karena sebagian besar pengemudi yang menabrak mobil mereka mungkin terbukti makan roti dalam 24 jam terakhir," tambahnya.

Baca Juga: Bayi Tidur Tengkurap jadi Penyebab SIDS?

3. Perangkat Pintar Cegah SIDS

mitos sids

Adanya teknologi baru semacam smart baby monitor baru-baru ini, dipercaya akan mencegah SIDS. Namun hal tersebut salah.

Meski dapat memonitor yang melacak tanda-tanda vital bayi sepanjang malam, hal tersebut tak lantas mencegah terjadinya SIDS.

British Medical Journal berpendapat bahwa perangkat yang dapat dipakai tidak menurunkan risiko sebagian besar bayi. Bahkan, teknologi tersebut akan membuat Moms kerepotan.

“Monitor juga bisa terlalu pintar, yang berarti alarm berbunyi sepanjang waktu. Ini akan membuat orang tua akhirnya mematikannya karena merasa terganggu,” kata David.

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan Moms untuk tidur di kamar yang sama dengan Si Kecil, namun berbeda kasur. Hal ini akan mengurangi risiko SIDS sebanyak 50 persen. "Intinya adalah Anda berada di sana saat terjadi sesuatu pada bayi,” ujarnya.

4. Tidak Sadar Bahaya SIDS Karena Tidak Tahu

mitos sids - bayi tidur

Karena penyebab SIDS tidak bisa diketahui secara pasti, orang tua juga tidak bisa mencegahnya. Pernyataan tersebut sepenuhnya salah dan masuk dalam kategori mitos SIDS. Padahal, banyak yang Moms bisa lakukan untuk mencegah SIDS.

Misalnya seperti mempraktekkan rekomendasi AAP, yang menyebutkan bahwa Moms bisa meletakkan Si Kecil tidur secara terlentang di tempat tidur atau boks tidur bayi yang memenuhi standar keamanan. Seperti berbahan kokoh, permukaan yang aman, tidak penuh oleh boneka atau pernak-pernik boks.

Baca Juga: Benarkah Meninggalkan Bayi Tidur di Car Seat Berisiko?

Untuk menghindari SIDS, Moms bisa melakukan banyak hal. Jaga kesehatan Moms agar bisa terus mendampingi Si Kecil siang dan malam, serta stop memercayai mitos SIDS di atas ya!

(FAR)

Artikel Terkait