KEHAMILAN
3 Juni 2020

7 Mitos yang Masih Dipercaya oleh Ibu Hamil, Wajib Tahu Faktanya!

Jika hamil, Moms mungkin akan mendapat banyak saran dengan maksud baik.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Dina Vionetta

Saat kehamilan diketahui banyak orang maka wanita dari segala usia pasti akan memberikan beragam nasihat kepada Moms.

Setiap pernyataan yang mereka ucapkan pun didukung oleh perkataan maut yaitu “Saya berbicara dari pengalaman,” dan dengan demikian Moms pun berada dalam dilema untuk percaya atau tidak.

Baca Juga:Keracunan Air Putih pada Ibu Hamil, Ini Mitos dan Faktanya

Menurut The Malaysian Journal of Medical Sciences, baik Moms maupun Si Kecil adalah dua kelompok yang sangat rentan terhadap mitos dan menghilangkan hal tersebut harus menjadi salah satu prioritas bagi tenaga kesehatan terutama yang berada di rangkaian perawatan primer karena dekat dengan masyarakat.

Mitos yang Masih Dipercaya Ibu Hamil

Walaupun begitu, masih ada beberapa mitos kehamilan yang terus menerus diyakini selama beberapa decade sehingga membuat Moms maupun keluarga menerima hal tersebut benar adanya tanpa berusaha menemukan kebenarannya.

Berikut ini mitos yang dipercaya ibu hamil:

1. Morning Sickness Hanya Terjadi di Pagi Hari

Mitos yang Dipercaya Ibu Hamil

Foto: Orami Photo Stocks

Moms, nyatanya mual atau muntah selama kehamilan dapat terjadi kapan saja dan hal ini terjadi karena perubahan hormon. Lalu, bagi sebagian besar ibu hal ini umum terjadi di pagi hari dan mulai membaik setelah tiga bulan atau melewati trimester pertama. Tetapi, bagi sebagian wanita ini pun berbeda.

Baca Juga: Sering Diare Tanda Awal Kehamilan, Mitos atau Fakta?

2. Makan-Makanan Pedas akan Akibatkan Induksi Persalinan

Mitos yang masih dipercaya oleh ibu hamil

Foto: Orami Photo Stocks

Makan pedas hanya akan menyebabkan mulas dan gas. Bukan induksi persalinan seperti yang digaungkan oleh beberapa orang kepada Moms.

Tetapi, untuk mengurangi ketidaknyamanan dari masalah gas, yang mungkin menyakitkan bagi wanita hamil dalam kondisi kesehatan yang buruk, sehingga disarankan untuk mengonsumsi makanan pedas dalam jumlah sedang.

3. Makan untuk Dua Orang

Ibu hamil Makan

Foto: Orami Photo Stocks

Mitos yang dipercaya ibu hamil adalah makan untuk dua orang. Namun, hal ini tidak benar adanya. Ya, kehamilan memang meningkatkan kebutuhan kalori harian, tetapi asupan tambahan yang dibutuhkan adalah buah dan sayur.

Baca Juga:5 Mitos Soal Makanan yang Sering Ditanyakan oleh Ibu Hamil

4. Gerhana Dapat Menyebabkan Cacat Genetik

Mitos yang Dipercaya Ibu Hamil

Foto: Orami Photo Stocks

Bibir sumbing dan langit-langit mulut adalah anomali genetik dan disebabkan karena faktor genetik tertentu yang membuatnya.

Mereka lebih sering terlihat di pernikahan antar. Dalam kondisi apa pun mereka tidak terkait dengan gerhana matahari atau bulan.

5. Posisi Perut Menentukan Jenis Kelamin Bayi

Mitos yang masih dipercaya oleh ibu hamil

Foto: Orami Photo Stocks

Posisi perut menentukan jenis kelamin bayi merupakan mitos yang masih dipercaya ibu hamil termasuk bibi atau mertua, Moms.

Padahal, hal itu tidak ada hubungannya dengan posisi perut dan setiap wanita membawa bayinya secara berbeda, serta semua tergantung pada tipe tubuh, dan ukuran pinggul.

Jenis kelamin tentu saja tidak ada hubungannya dengan itu.

6. Jenis Makanan Tertentu Pengaruhi Kulit Bayi

Mitos yang Dipercaya Ibu Hamil

Foto: Orami Photo Stocks

Siapa yang diminta untuk terus menerus meminum air kelapa yang katanya akan membuat kulit bayi lebih putih.

Beberapa orang pun menyarankan Moms untuk menjauhi suplemen zat besi karena mereka membuat kulit Si Kecil menjadi lebih gelap.

Pertama-tama, makanan tidak ada hubungannya dengan warna kulit.

Kedua, menjauhi suplemen zat besi dapat menyebabkan konsekuensi serius bagi Moms dan Si Kecil dalam kandungan. Sehingga, hal ini harus diabaikan.

Baca Juga: 6 Mitos Aneh tentang Kehamilan, Simak di Sini Moms!

7. Morning Sickness Dapat Tentukan Jenis Kelamin Bayi

Mitos yang masih dipercaya oleh ibu hamil

Foto: Orami Photo Stocks

Morning sickness tidak menentukan jenis kelamin bayi. Pada dasarnya, mual di pagi hari terjadi karena hormon bahkan hiperemesis gravidarum.

Kondisi ini dikaitkan dengan perasaan 'sakit' biasanya pada waktu perut kosong atau setelah asupan obat-obatan tertentu tanpa konsumsi makanan.

Morning sickness sama sekali tidak berhubungan dengan jenis kelamin bayi.

Baca Juga:5 Mitos Seputar Ibu Hamil dan Bayi Saat Gerhana Bulan

Moms mungkin akan merasa sedikit terbukakan setelah memeriksa penghilang mitos kehamilan ini walaupun ada saja seorang keluarga atau kerabat yang tetap bersikeras untuk menenggelamkan Moms dalam lebih banyak mitos.

Bila memang masih menemukan mitos-mitos, ambillah saran yang bermaksud baik kemudian hanya dengarkan dokter kandungan atau bidan untuk berkonsultasi.

Artikel Terkait