BALITA DAN ANAK
15 Agustus 2019

Moms Gunakan 8 Alat Ini agar Toilet Training Jadi Lebih Mudah

Toilet training bisa berhasil dalam hitungan hari saja!
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Konon, mengajarkan toilet training lebih sulit daripada menyapih. Sebenarnya, potty training tidaklah rumit, tapi memang memerlukan waktu, usaha, dan kesabaran.

Anak membutuhkan konsistensi, dukungan, kasih sayang, dan pujian di masa ini. Mereka juga butuh dimengerti jika tiba-tiba melakukan kesalahan seperti mengompol.

Sebab, memarahi atau menghukumnya bisa membuat anak lebih lama lulus toilet training atau bahkan membuat anak kapok memakai WC dan sulit lepas dari popok sekali pakai.

Delapan alat ini bisa mempermudah Moms mengajarkan toilet training, lo:

1. Potty atau Toilet Seat

potty

Foto: ebayimg.com

Alat bantu balita berlatih buang air kecil dan besar sebelum memakai toilet asli ada bermacam-macam. Dua di antaranya adalah potty chair dan toilet seat.

Potty adalah versi mini WC untuk balita. Ia bisa duduk dan buang air di atasnya karena potty memiliki penampung. Setelah Si Kecil selesai pipis atau pup, Moms bisa membersihkan penampungnya.

Selain itu juga ada toilet seat. Alat ini bisa dipasangkan di WC duduk agar Si Kecil bisa duduk dengan nyaman tanpa terjeblos di toilet yang terlalu besar untuknya

Jika Si Kecil sudah bisa dilepas sendiri untuk buang air di WC duduk menggunakan toilet seat, Moms perlu membeli tangga kecil agar ia mudah naik ke WC.

Namun asyiknya, Moms tinggal flush WC untuk membuang kotoran. Tidak perlu membersihkan penampung!

Baca juga : 9 Tanda Anak Siap untuk Toilet Training

2. Training Pants

training

Foto: karousell.com

Training pants adalah celana peralihan dari popok sekali pakai ke celana dalam. Bentuknya seperti celana dalam yang memiliki bantalan ringan yang dijahit di tengahnya.

Training pants bisa menyerap pipis, tapi tidak sebaik popok. Balita akan merasa basah dan tidak nyaman saat pipis di celana, sehingga ia akan meminta ke WC.

Di sisi lain, training pants bisa menampung pipis yang terlanjur keluar sampai anak tiba di kamar kecil.

Training pants bisa dicuci dan dipakai berulang kali. Celana ini cocok dipakai saat tidur siang dan malam.

3. Celana Dalam

celanan

Foto: bluemaize.net

Setelah anak sukses buang air kecil di potty atau toilet 10 kali atau lebih, ia bisa dibelikan celana dalam. Agar Si Kecil makin bersemangat, biarkan ia memilih celana dalam dengan gambar atau warna kesukaannya.

Baca juga : 5 Tips Sukses Toilet Training Untuk Anak

4. Celana yang Mudah Dipakai dan Dilepas

celana

Foto: Shutterstock

Untuk anak yang sedang belajar memakai toilet sendiri, Moms perlu memakaikannya celana longgar dengan pinggang berkaret yang mudah dipakai dan dilepas. Bisa juga dress atau rok.

Pakaian dengan kancing atau ritsleting yang sulit dibuka si kecil bisa membuatnya frustrasi saat akan ke WC dan bahkan bisa mengakibatkan insiden pipis di celana.

5. Buku Toilet Training

buku

Foto: laurasummers.co.uk

Buku toilet training untuk anak memiliki ilustrasi yang lucu yang akan mempermudah anak memahami cara menggunakan WC. Bahkan, buku ini juga bisa dibawa ke kamar mandi dan dibaca sembari anak duduk di toilet.

6. Alat Pembersih

alat

Foto: bayut.com

Di hari-hari pertama toilet training, Si Kecil mungkin akan beberapa kali mengompol.

Nah, perlengkapan untuk bersih-bersih seperti lap, pel, cairan pembersih lantai, tisu basah disinfektan, dan ember wajib selalu tersedia. Jika Moms punya karpet, Moms juga perlu menyiapkan pembersih karpet.

Baca juga : 8 Benda Ini Ternyata Lebih Kotor dari Toilet!

7. Stiker dan Hadiah

stiker

Foto: dorkydoodles.com

Anak-anak suka stiker. Moms bisa memanfaatkannya untuk membuat Si Kecil bersemangat buang air di toilet. Caranya, pasang poster berisi bagan lucu dengan indikator tanggal atau hari di dekat toilet.

Setiap Si Kecil berhasil buang air di WC, ia bisa menempelkan satu stiker.

Setelah menempelkan stiker dalam jumlah tertentu, ia bisa mendapatkan hadiah.

Misalnya, 3 hari sukses tanpa ngompol ia boleh makan cokelat. Atau, kalau Si Kecil sudah sebulan lulus toilet training, ia akan diajak ke tempat rekreasi.

8. Seprai Anti-Air atau Perlak

seprai

Anak bisa jadi tidak sadar mengompol saat tidur siang atau malam. Untuk mencegah air kencing mengotori seprai, Moms bisa memakai seprai antiair.

Ompol, muntah, bahkan debu dan tungau tidak dapat menembus ke kasur dan mudah dibersihkan.

Moms juga bisa memakai perlak yang diletakkan di bawah bokong balita saat tidur untuk mencegah air seni menembus ke seprai dan kasur.

Kira-kira alat apa lagi, ya, yang membantu Moms mengajarkan toilet training?

(EMA/CAR)

Artikel Terkait