KESEHATAN
16 Oktober 2019

Moms, Ini 12 Tanda Jelang Menopause yang Perlu Diketahui

Kulit kering hingga pengeroposan tulang
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Moms, menopause merupakan siklus yang alami tidak lagi mengalami menstruasi. Sekitar empat sampai lima tahun jelang menopause tubuh memberikan sudah memberikan ‘sinyal’ lho.

Hal yang paling umum adalah siklus menstruasi yang tidak teratur. Selain itu, ada beberapa tanda jelang menopause lain yang perlu Moms ketahui. Apa saja? Yuk simak ulasannya di bawah ini!

1. Nyeri Payudara

pengeroposan tulang.jpg

Tanda jelang menopause lain yang pertama adalah nyeri payudara. Perubahan hormon dapat menyebabkan nyeri payudara.

”Payudara juga mungkin terasa ‘lebih menggumpal’ daripada sebelumnya,” ujar Ellen Dolgen, blogger Menopause Mondays dan penulis e-book, The Girlfriend’s Guide to Surviving and Thriving During Perimenopause and Menopause.

Baca Juga: Pada Usia Berapakah Wanita Mengalami Menopause?

2. Mata Kering

dry eye -everydayhealth.com.jpg

Tanda jelang menopause lain yang selanjutnya adalah mata kering. Hormon memengaruhi jaringan okular dan komposisi air mata yang dihasilkan mata, sehingga menghasilkan mata menjadi kering dan terjadi gangguan penglihatan (misalnya, terjadi perubahan dari yang sebelumnya rabun dekat menjadi rabun jauh).

3. Tumbuh Rambut di Area Dagu

menopause - spiritualityhealth.com.jpg

Tanda jelang menopause lain yang selanjutnya adalah tumbuh rambut di area dagu. North American Menopause Society menyebutkan, sekitar 15 persen perempuan mengalami gejala pertumbuhan rambut di dagu, bibir atas, atau pipi.

Gejala perimenopause yang lebih buruk adalah rambut tipis, kering, atau rapuh.

4. Detak Jantung Tidak Teratur

detak jantung.jpg

Tanda jelang menopause lain yang selanjutnya adalah detak jantung tidak keratur. Ketidakteraturan detak jantung atau berdetak dengan cepat merupakan salah satu gejala perimenopause.

”Studi menunjukkan bahwa epinefrin dan norepinefrin, neurotransmiter yang mengatur detak jantung dan tekanan darah, cenderung berfluktuasi pada wanita menopause,” David Portman, MD, gynecologist dan director Columbus Center for Women’s Health Research di Ohio.

5. Sulit Menahan Buang Air Kecil

matahari - thehealthy.com.jpg

Tanda jelang menopause lain yang selanjutnya adalah sulit buang air kecil. Buang Air Kecil yang tanda disadari terjadi ketika batuk atau bersin disebabkan oleh stress urinary incontinence (SUI) atau urge urinary incontinence (UUI), yang merupakan gejala jelang menopause.

”Kadar estrogen yang lebih rendah menyebabkan lapisan uretra menipis,” kata JoAnn V. Pinkerton, MD, executive director North American Menopause Society (NAMS).

6. Kulit Kering

hot flashes.jpg

Tanda jelang menopause lain yang selanjutnya adalah kulit kering. Kurangnya estrogen menyebabkan kulit kering.

”Pada fase tersebut sangat umum jika mengalami alergi dan eksim,” tambah Dolgen.

7. Migrain

migrain.jpg

Tanda jelang menopause lain yang selanjutnya adalah migrain. ”Ketika jelang menopause fluktuasi hormon bisa menyebabkan mengalami migrain untuk pertama kalinya atau merasakan migrain yang memburuk,” jelas Dr. Pinkerton.

Migrain yang diakibatkan hormon tersebut berhenti atau membaik setelah menopause. Migraine Research Foundation menyebutkan hanya 5 persen perempuan yang menderita migrain setelah usia 60 tahun.

Baca Juga: 6 Hal Yang Perlu Diketahui tentang Seks Menjelang Menopause

8. Vagina Kering

Berbahayakah Vagina Berkeringat Ini Penyebab dan Pencegahannya 01.jpg

Tanda jelang menopause lain yang selanjutnya adalah vagina kering. Kadar estrogen yang lebih rendah, menyebabkan jaringan vagina lebih tipis, lebih kering, dan kurang elastis serta menurunkan aliran darah ke daerah tersebut.

Dampaknya, vagina kering, gatal, dan ketika berhubungan seks terasa sakit.

9. Hot Flashes (Mendadak Merasa Gerah/Panas)

Cuaca panas (1).jpg

Tanda jelang menopause lain yang selanjutnya adalah hot flashes. Hot Flashes merupakan mendadak merasa panas atau gerah hingga berkeringat dan memerah. Hot flashes terjadi pada sekitar 35 -50 persen perempuan.

Pada beberapa perempuan hanya merasa sedikit hangat, namun beberapa lainnya bisa sampai basah kuyup.

Kondisi tersebut dapat terjadi pada siang atau malam hari, atau dua-duanya. Mereka bisa ringan hingga parah yang dirasakan selama setengah jam atau lebih.

Penyebabnya, menurunnya kadar estrogen yang memengaruhi kelenjar yang mengatur suhu tubuh.

10. Gangguan Tidur

Insomnia-Hero.jpg

Tanda jelang menopause lain yang selanjutnya adalah gangguan tidur. Sekitar 40 persen perempuan yang menjelang menopause memiliki masalah tidur. Beberapa penelitian menunjukkan adanya keterkaitan hot flashes atau keluarnya keringat di malam hari dan tidur yang terganggu.

Selain itu, siklus tidur berubah seiring bertambahnya usia.

11. Tulang Keropos

pengeroposan tulang.jpg

Tanda jelang menopause lain yang selanjutnya adalah tulang keropos. Semakin sedikit estrogen yang dihasilkan, maka pengeroposan tulang terjadi semakin cepat. Hal tersebut dapat berisiko osteoporosis yang meningkatkan risiko patah tulang.

"Anda bisa kehilangan hingga 20 persen tulang selama lima tahun pertama menopause," kata Dr. Pinkerton.

Baca Juga: Hamil Tapi Sudah Menopause, Apakah Bisa Terjadi?

12. Pelupa

pelupa.jpg

Tanda jelang menopause lain yang selanjutnya adalah pelupa. Perubahan hormon, bersama dengan gejala pramenopause seperti perubahan suasana hati dan masalah tidur, dapat membuat Moms lebih pelupa dan kurang fokus. Stres juga berperan.

"Sulit untuk bersantai, terutama ketika mengalami perimenopause," kata Dolgen.

Jika mengalami gejala-gejala tersebut, bisa jadi Moms tengah mengalami fase pramenopause. Menopause sesuatu yang alami dirasakan oleh semua perempuan, tetap happy ya Moms.

(SWN)

Artikel Terkait