BAYI
7 Oktober 2019

Moms, Ini 6 Langkah Jitu Perawatan Luka Pada Kulit Bayi

Kulit bayi berbeda dengan kulit orang dewasa. Saat luka, perawatannya pun lebih harus diperhatikan. Seperti apa?
Artikel ditulis oleh Ryo
Disunting oleh Ryo

Bayi memiliki kulit yang lebih lembut dan sensitif, lebih mudah pula mengalami luka atau ruam. Saat bayi yang sudah mulai aktif bergerak, risiko kulit mengalami luka pun akan semakin besar.Tapi, Moms nggak perlu terlalu khawatir. Karena luka yang muncul pada kulit bayi bisa diatasi.

“Untuk mencegah bayi terluka, orangtua harus selalu mengawasi dan memastikan setiap gerakannya aman. Tapi, pasti ada saja yang luput dari pandangan dan bisa memicu luka muncul pada kulit bayi,” kata Dr. Mark I. Evans dari Wayne State University di Detroit.

Saat luka datang, membersihkan dan merawat luka pada bayi harus dilakukan dengan cara yang benar, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Seperti apa caranya?

Baca Juga: Perawatan Luka Bakar pada Si Kecil

1. Stay Calm

Mommy-and-baby.jpg

Foto: lifehacks.com

Saat bayi terluka jangan panik. Apalagi kalau luka terjadi di permukaan kulit dan tidak mendekati area yang vital. Panik dalam menangani luka bayi malah bisa membuat Moms sulit menghentikan perdarahan.

Baca Juga: Yang Harus Diperhatikan Soal Perawatan Luka Anak

2. Bersihkan

membersihkan luka dengan alkohol hero

Segera bersihkan bagian luka dengan air bersih. Bila perlu, Moms bisa menggunakan air mineral dalam kemasan atau air yang mengalir. Membersihkan luka bertujuan untuk menghilangkan kotoran yang mungkin menempel di sekitar area kulit yang terluka.

“Jangan bersihkan luka dengan alkohol! Ini malah bisa menyebabkan kulit bayi yang sensitif mengalami masalah lain,” Dr Evans mengingatkan.

3. Gunakan Kasa

Perawatan Luka Bakar pada Si Kecil

Jangan langsung tempelkan plester pada kulit bayi yang masih berdarah. Labih baik, gunakan kain kasa steril. Setelah luka di kulit dibersihkan, tempelkan kain kasa steril pada bagian tersebut.

Tekan kasa yang sudah menempel pada kulit dengan lembut selama kurang lebih 5 menit, tujuannya untuk menghentikan perdarahan yang terjadi pada permukaan kulit.

4. Plester

saaat luka, sebaiknya berapa kali ganti plester hero

Ingat, menempelkan plester hanya boleh dilakukan setelah perdarahan berhenti. Pilih jenis plester yang ramah dan cocok untuk kulit bayi. Selain itu, jangan menempelkan plester terlalu ketat agar udara bisa masuk dan penyembuhan luka bisa terjadi lebih cepat.

5. Ganti Plester

20Pc-Baby-Care-Waterproof-Breathable-Cushion-Adhesive-Plaster-Wound-Hemostasis-Sticker-Band-First-Aid-Bandage-Medical.jpg

“Jika dirasa sudah terlalu lama menempel, segera ganti plester dengan yang baru!” tandas Dr Evans.

Ini bisa dimanfaatkan untuk memeriksa kondisi luka dan sesekali kembali membersihkan luka di kulit bayi akan terhindar dari kontaminasi zat asing yang bisa memperlambat penyembuhan.

6. Kapan Harus ke Dokter?

Kalau lewat dua hari luka tak kunjung sembuh dan bertambah parah, segera bawa Si Kecil ke dokter. Sebab, bisa jadi luka yang muncul pada bayi merupakan tanda dari kondisi medis tertentu yang harus dipastikan penyebabnya.

Baca Juga: Cara Memotong Kuku Bayi yang Benar Agar Tak Melukai Jarinya

Artikel Terkait