BALITA DAN ANAK
7 November 2019

Moms, Ini Manfaatkan Membiarkan Balita Bermain Bebas Tanpa Aturan

Disebut juga free play, independent play, atau unstructured play
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Aktivitas terstruktur seperti sekolah, les, atau permainan yang sudah Moms rancang memang penting untuk membangun keterampilan pada anak. Anak-anak diajari mematuhi peraturan dan mengikuti rutinitas untuk mengembangkan kemampuan motorik dan sosial.

Di luar itu, balita bermain bebas sangat penting untuk bisa diterapkan alias free play atau independent play. Free play adalah permainan yang tidak diarahkan maupun diselenggarakan oleh orang dewasa.

Apa Itu Free Play?

GettyImages-119768277.jpg

Foto: health.clevelandclinic.org

Di permainan ini, anak menggunakan imajinasi dan hal-hal di sekitar mereka, sesuai keinginan mereka dan dengan cara yang mereka sukai. Independent play pada anak tidak menggunakan alat elektronik seperti TV, video game, komputer, maupun Hp.

Pengertian ini mirip dengan istilah unstructured play alias permainan tak terstruktur. Unstructured play adalah permainan tanpa aturan, tim yang ditentukan, seragam, pelatih, maupun wasit.

Permainan tak terstrukur membuat balita bermain bebas dan mencoba beberapa strategi berbeda tanpa tujuan khusus maupun konsekuensi serius.

Semuanya berjalan dengan spontan, dibuat langsung di tempat, dan bisa berubah seiring berjalannya waktu. Contohnya adalah sekumpulan anak bermain berjam-jam di benteng yang mereka buat dari kardus.

Baca Juga: 7 Cara Mudah Bermain Dengan Bayi 0-3 Bulan

Kombinasi Free Play dan Independent Play

Mengombinasikan kegiatan terstruktur dan permainan bebas dapat membantu anak mengembangkan banyak keterampilan. Mereka juga merasa lebih seimbang di kehidupan sehari-hari.

Menurut pakar neurosains bermain, Sergio Pellis, Ph.D., saat diwawancara di acara Morning Edition NPR, bermain mengubah struktur otak yang sedang berkembang.

Balita bermain bebas dapat menguatkan koneksi sel saraf di prefontal korteks, yakni bagian otak yang menjadi pusat kontrol eksekutif yang berperan memecahkan masalah, membuat rencana, dan mengatur emosi.

Hal ini juga memiliki kaitan dengan rasa bosan. Anak yang merasa bosan akan mencari sesuatu untuk dilakukan, sehingga anak mengembangkan kemandirian.

Anak akan percaya diri mengikuti rasa ingin tahunya, kreativitas yang ia perlukan untuk memulai permainan, serta imajinasi dan konsentrasi untuk bertahan dalam permainan tersebut.

Anak yang bosan namun belum belajar bermain secara independen akan mudah merengek meminta perhatian Moms.

Baca Juga: Cara Bermain dengan Bayi Usia 0-12 Bulan yang Optimalkan Perkembangannya

Manfaat Independent Play

328-ted3100-jj.jpg

Foto: rawpixel.com

Moms, ini beberapa manfaat independent play pada anak:

  • Membangun kreativitas dan kemampuan menghasilkan ide-ide unik.
  • Mengembangkan kemampuan perencanaan motorik, yakni membantu anak menciptakan dan mengeksekusi ide, tindakan motorik, dan aktivitas.
  • Melahirkan keterampilan membuat keputusan. Permainan tak terstruktur memberikan banyak peluang untuk membuat pilihan, baik saat balita bermain bebas maupun saat bermain dalam kelompok.
  • Membuat anak mandiri, berpikir secara independen, dan mengajarkan anak menyenangkan diri sendiri.
  • Mengembangkan keterampilan sosial dan kemampuan bermain kolaboratif. Anak jadi mengasah kemampuan menyelesaikan konflik dan belajar untuk bergiliran. Ia juga membangun kecakapan memimpin dan mengikuti pemimpin.
  • Memberikan kesempatan bagi anak untuk menemukan minat dan kemampuannya.
  • Membuat anak bergerak aktif dibanding menggunakan gawai.

Salah satu cara terbaik mendorong permainan tak terstruktur pada balita adalah dengan menyediakan mainan yang bisa digunakan dengan berbagai cara. Misalnya, Lego atau kertas, dan alat gambar.

Baca Juga: 5 Manfaat Orang Tua Bermain Bersama Anak

Bermain independen memang bisa membuat rumah berantakan. Namun, saat anak tumbuh besar, lebih mudah mengajarkannya membereskan mainan dibanding mengajarkannya bermain mandiri.

Sebagai orang tua, kita pasti menginginkan yang terbaik untuk anak. Karena itu, banyak orang tua memberikan berbagai aktivitas terstruktur untuk masa depan anak.

Namun, jangan lupa membiarkan balita bermain bebas ya Moms. Tanpa perencanaan, tanpa tujuan, murni hanya bersenang-senang.

Artikel Terkait