BALITA DAN ANAK
19 Juli 2019

Moms, Inilah Tahap Perkembangan Balita Usia 24 hingga 36 Bulan

Si Kecil semakin bertambah umurnya, pahami apa saja yang mereka lalui ketika berumur 2 sampai 3 tahun
Artikel ditulis oleh Carla Octama
Disunting oleh Carla Octama

Setiap orang tua pasti menginginkan perkembangan yang luar biasa untuk Si Kecil.

Namun untuk anak usia 2 - 3 tahun, Moms dan Dads tak perlu mematok keterampilan mana yang harus dicapai. Karena perkembangan anak usia dini bervariasi loh.

Meski begitu, ada beberapa keterampilan yang memang harus diasah oleh anak-anak. Apa saja itu, ini daftarnya sebagaimana tahap perkembangan balita usia 24 hingga 36 bulan dari verywellfamily.com:

Keterampilan Motorik Halus

baby-child-colorful-943492.jpg

Ann Logsdon, Konsultan Pendidikan mengatakan orang tua bisa melihat dari peningkatan koordinasi antara tangan dan mata Si Kecil.

Si Kecil mulai menunjukkan lebih banyak penggunaan tangan mana? kanan atau kiri.

Namun, jika penggunaan tangan kiri lebih mendominasi, orang tua tak perlu cemas dan berkecil hati ya. Menurutnya, hal itu, bisa terjadi karena faktor tersebut bisa berasal dari keturunan.

Dongeng kerugian kidal sebenarnya tidak ada, selama penggunaan tangan kiri dapat berfungsi dengan baik.

Moms dan Dads bisa melatih daya motorik halus Si Kecil dengan beragam aktivitas seperti memutar gagang pintu, menarik laci dan lemari, atau menggunakan metode bermain seperti puzzle dengan potongan besar, menyusun balok, atau bermain musik sesuai dengan kesukaan Si Kecil.

Keterampilan Komunikasi

adorable-baby-beautiful-35188.jpg

Moms dan Dads bisa melihat perkembangan komunikasi melalui sejauh mana penggunaan kosakata saat bicara.

Biasanya, Si Kecil dapat berbicara dalam dua kata kalimat dan dapat menggabungkan tiga kata atau lebih untuk mengekspresikan dirinya. Kosakata umum untuk usia ini berkisar dari sekitar 50 hingga lebih dari 250 kata.

Orang tua akan diuji kesabarannya karena Si Kecil akan lebih banyak bertanya. Bahkan, jika Si Kecil tidak bisa menyampaikan pesan bisa menjadi frustasi dengan menggigit atau marah.

Moms dan Dads bisa melatih perkembangan komunikasi Si Kecil dengan membacakan dongeng, dan mengajaknya berbicara sepanjang hari sambil memperkenalkan warna, bentuk, atau binatang.

Baca Juga : 5 Manfaat Mendengarkan Musik Bagi Perkembangan Balita

Keterampilan Kognitif

baby-babysitter-babysitting-1741231.jpg

Mom dan dads bisa melihat perkembangan kognitif Si Kecil melalui caranya berfikir.

Si Kecil sedang mengembangkan keterampilan berbahasa, dan kemampuannya untuk mengingat hal-hal yang penting baginya.

Si Kecil mulai berpikir tentang benda dan orang dengan cara yang rumit, melampirkan ingatan, pengalaman dan pendapatnya kepada orang dewasa.

Selain itu, Si Kecil mulai menunjukkan minat bermain bersama anak-anak lain dan mulai memecahkan masalah nonverbal.

Usia balita merupakan tahun-tahun yang menantang. Pastikan Si Kecil dapat mengakses barang-barang dirumah yang aman untuk mengembangkan keterampilannya.

Moms dan Dads sebaiknya tidak meletakan barang-barang yang tajam dan barang yang berpotensi melukai di kecil.

Meskipun pada usia ini Si Kecil sudah dapat berjalan dengan stabil, namun terus lakukan pengawasan untuk memastikan keamanan. Periksa mainan secara teratur untuk bagian yang tajam atau berpotensi melukai.

Keterampilan Motorik Kotor

artsy-chalk-child-2414846.jpg

Pada usia ini, Si Kecil harus berlari, melompat dan memanjat dengan peralatan bermain yang sesuai usia.

Koordinasinya makin membaik. Si Kecil mungkin mulai berjalan naik dan turun tangga sendiri, permainan berlari, menendang bola dan memanjat. Moms dan Dads harus memberikan perhatian ekstra nih.

Orang tua tidak perlu cemas jika Si Kecil berlari lebih cepat dari atau lebih lamban, mereka mungkin masih berada dalam kisaran rata-rata perkembangan.

Namun, jika merasa ada yang salah pada perkembangan Si Kecil segera berkonsultasi dengan dokter.

Baca Juga : 3 Perkembangan Anak yang Butuh Perhatian Serius

Keterampilan sosial

adorable-baby-babysitter-1257110.jpg

Biasanya Si Kecil mulai meniru apa yang orang tua dan teman-temannya lakukan.

Si Kecil juga mulai menunjukan ketertarikan pada anak lain dan mulai belajar mengerti emosi orang lain, seperti sedih, marah, dan mulai berempati.

Bahkan, Si Kecil mulai belajar cara bergaul mengikuti temannya, belajar meminta dan berbagi, serta mematuhi aturan main.

Heather Wittenberg, Ph.D., seorang psikolog berlisensi yang berspesialisasi dalam perkembangan anak mengatakan perkembangan sosial bayi terkait dengan begitu banyak bidang lain.

Oleh karena itu, dia mengatakan sangat penting untuk mempersiapkan anak mengelola perasaan pribadi, memahami perasaan dan kebutuhan orang lain, dan berinteraksi dengan cara yang hormat dan dapat diterima.

Nah apakah kemampuan dalam tahap perkembangan balita usia 24 hingga 36 bulan sudah mulai dikuasai Si Kecil?

(TPW/CAR)

Artikel Terkait