3-12 BULAN
23 Juni 2019

Moms, Ketahui 5 Persiapan Sebelum MPASI yang Perlu Dilakukan

Begini cara mempersiapkan MPASI agar kebutuhan nutrisi dan gizi bayi dapat terpenuhi dengan baik.
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Bayi sudah berusia 6 bulan, Moms sudah memberikan ASI eksklusif sejak bayi dilahirkan. Bagaimana dengan perkembangan tubuhnya saat ini? Apakah bayi sudah bisa duduk dengan tegap dan mulai belajar berjalan?

Pemberian ASI eksklusif berguna membentuk sistem kekebalan tubuh bayi, namun hanya mencukupi sekitar 70% dari kebutuhan gizi dan nutrisinya. Semakin bertambah usia bayi, maka semakin berkurang persentase kemampuan untuk ASI mencukupi kebutuhan nutrisinya.

Maka itu, dibutuhkan makanan pendamping ASI atau yang disebut MPASI mulai dari anak berusia 6 bulan sampai 24 bulan.

“MPASI dimulai saat usia 6 bulan dan ASI tetap diteruskan sampai anak berusia 2 tahun atau lebih. Kebutuhan akan energi, zat besi, zinc, vitamin A sudah tidak dapat dipenuhi oleh ASI sejak usia 6 bulan, sehingga bayi membutuhkan MPASI untuk memenuhi kebutuhan ini. Pencernaan bayi sudah siap mencerna karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral,” ujar seorang konselor laktasi bernama dr. Sarah Audia Hasna, saat bincang-bincang pada Kulwap Orami Community, Selasa (15/5) lalu.

Baca Juga: Cegah Kerusakan Gigi Anak Dengan Makanan Tinggi Serat

Selain bayi sudah berusia 6 bulan, terdapat kriteria lainnya yang dapat Moms perhatikan ketika bayi sudah siap untuk diberikan MPASI.

“Bayi sudah siap MPASI ketika ia sudah bisa duduk sendiri dan menunjukkan ketertarikan terhadap makanan seperti membuka mulut saat disodorkan makanan. Bayi yang menjadi lebih mudah lapar, terlihat gelisah seperti tidak kenyang padahal sudah sering menyusu merupakan tanda ia sudah siap diberikan MPASI,” lanjut dr. Sarah, yang praktik di Eka Hospital BSD ini.

Namun, memberikan MPASI tidak boleh sembarangan ya, Moms. Ada banyak hal yang harus diperhatikan saat memberi MPASI agar anak tidak kekurangan gizi. Kekurangan gizi dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan, serta berisiko sebabkan anak stunting.

Baca Juga: Anak Belum Tumbuh Gigi tapi Sudah GTM, Apa Penyebabnya?

Persiapan Sebelum MPASI

Moms, Ketahui 5 Persiapan Sebelum MPASI  yang Perlu Dilakukan 02.jpg

Foto: thebump.com

Saat menuju tahap memberikan MPASI, mungkin Moms akan merasa bingung. Berikut cara yang bisa dilakukan sebagai persiapan sebelum MPASI agar tujuannya dapat terpenuhi dengan baik, yaitu sebagai berikut.

  1. Banyak baca buku atau sumber terpercaya mengenai panduan MPASI menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Panduan ini berguna sebagai acuan cara dan waktu memberikan MPASI yang tepat serta jenis makanan apa yang bisa Moms berikan pada anak sesuai usianya.
  2. Ikut kelas persiapan sebelum MPASI yang saat ini banyak ditemukan.
  3. Menyediakan alat-alat sederhana yang biasa digunakan untuk masak sekeluarga seperti talenan, panci, kukusan, mangkuk, sendok, saringan, parutan, dan ulekan. Tidak perlu membeli alat-alat khusus yang canggih, namun jika ibu merasa nyaman, ibu bisa menggunakan alat seperti slow cooker atau food processor. Tidak perlu menggunakan blender karena makanan yang dihasilkan bisa berkurang kalorinya. Makanan yang diblender juga dapat menyulitkan bayi untuk mencicipi tekstur makanan.
  4. Perhatikan jenis makanan yang diberikan. Jangan selalu memberikan tekstur makanan yang lembut karena seharusnya bayi diajarkan untuk mengunyah. Proses MPASI juga sebagai cara untuk merangsang pertumbuhan gigi. Berikan berbagai macam rasa, jenis, dan tekstur makanan agar anak bisa mengenal bervariasi makanan.
  5. Lebih baik memberikan menu MPASI yang sama dengan menu makanan keluarga. Hal ini memudahkan Moms dalam menyiapkan makanan. Moms bisa memasak dengan 2 cara, yaitu memasak dari bahan mentah atau memasak dari bahan matang.

Baca Juga: Resep MPASI yang Bagus untuk Vitamin Mata

Itulah persiapan sebelum MPASI yang bisa Moms lakukan. Tidak hanya jenis makanan yang bergizi, namun peralatan makan yang higienis juga penting untuk diperhatikan agar kesehatan bayi tetap terjaga dengan baik.

(DG)

Artikel Terkait