BAYI
13 September 2019

Moms, Sebaiknya Kenali Tanda-Tanda Bayi Sulit BAB!

Konsistensi, frekuensi, dan gerakan khas merupakan tanda utama saat bayi sulit BAB
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Pernahkah Moms tiba-tiba menyadari bahwa bayi sudah beberapa hari belakangan tidak buang air besar (BAB)?

Kondisi bayi yang belum dapat berbicara, tentu membuatnya tidak bisa memberi sinyal bahwa perutnya sedang bermasalah.

Namun, ada beberapa tanda yang bisa Moms lihat jika bayi sulit BAB. Berikut penjelasannya.

1. Konsistensi

1 Konsistensi (1).jpg

Foto: momtricks.com

Saat bayi BAB, Moms perlu memperhatikan konsistensinya. Sehingga saat bayi sulit BAB, perubahan konsistensinya pun akan lebih mudah terlihat. “Konsistensi adalah kunci untuk menjelaskan konstipasi pada bayi yang ASI eksklusif.

Jika biasanya agak berair, berbutir, agak padat, maka BAB bayi yang konstipasi akan berbentuk seperti bola kecil dari tanah liat,” ungkap profesor klinis pediatrik di Stanford University School of Medicine, Jane Morton, MD, seperti dikutip dari parents.com.

Terkadang Moms mungkin juga akan melihat campuran sedikit darah pada BAB bayi. Hal ini bisa terjadi pada bayi sulit BAB saat feses terlalu besar atau keras untuk melalui anus, sehingga menyebabkan celah kecil.

Namun jika yang Moms lihat adalah darah segar dalam jumlah cukup banyak, maka itu bisa menjadi pertanda hal lain yang perlu mendapatkan diagnosis dari Dokter.

Baca Juga: Ini 5 Cara yang Harus Moms Lakukan Saat Anak Susah Buang Air Besar

2. Frekuensi

2 Frekuensi.jpg

Foto: livestrong.com

Dikutip dari thebump.com, dalam keadaan normal, bayi baru lahir hingga berusia tiga bulan akan BAB sebanyak 5-40 kali dalam seminggu (kira-kira dua sampai tiga kali sehari). Sedangkan bayi yang minum susu formula dapat BAB sebanyak 5-28 kali seminggu (sekitar dua kali sehari).

Seiring bertambahnya usia, bayi yang ASI eksklusif dan minum susu formula akan memiliki frekuensi BAB normal yang sama. Di usia tiga hingga enam bulan, bayi akan BAB sebanyak dua sampai empat kali sehari. Selanjutnya di usia enam sampai 12 bulan, bayi akan BAB sebanyak lima hingga 28 kali seminggu.

Paparan frekuensi ini hanyalah perkiraan dan bisa berbeda pada setiap bayi. Untuk itu, Moms perlu memperhatikan kembali kebiasaan bayi BAB dan jika frekuensi bayi lebih jarang dari biasanya, maka dapat diperkirakan bayi sulit BAB.

Baca Juga: Simak 5 Cara Mengatasi Balita yang Suka Menahan Buang Air Besar dengan Langkah Jitu Ini

3. Gerakan Khas

3 Gerakan Khas (1).jpg

Foto: practicalparenting.com.au

Saat bayi sulit BAB, Si Kecil mungkin akan memperlihatkan gerakan kesulitan mengejan dan tidak nyaman. “Isyarat paling lazim adalah saat anak mulai jinjit,” ungkap praktisi perawat pediatrik dan Direktur Medis di Johns Hopkins Hospital’s Pediatric Chronic Constipation Clinic, Lisa Santo Domingo, seperti dikutip dari thebump.com.

Ini merupakan gerakan spontan, karena bayi merasa bahwa meluruskan tubuh saat sulit BAB, akan semakin baik untuk menahan BAB keras yang mungkin tidak nyaman bagi bayi.

Bayi sulit BAB juga kerap ditandai dengan berkurangnya nafsu makan. Hal ini dikarenakan tidak adanya makanan yang keluar, membuat perut bayi tidak nyaman, sehingga bayi tidak ingin mengisi perutnya sementara waktu.

Baca Juga: Bolehkah Membiarkan Si Kecil Buang Air di Depan Umum?

Itulah tiga tanda-tanda bayi sulit BAB. Pemberian air putih pada bayi, tentunya untuk bayi di atas enam bulan, sangat disarankan untuk membantu melancarkan BAB bayi. (GS)

Artikel Terkait