KESEHATAN
27 Juni 2019

Moms Sudah Tahu Beda Maag dan GERD?

Jangan anggap sepele GERD ya!
Artikel ditulis oleh Ikhda Rizky Nurbayu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Apakah Moms sudah tahu beda maag dan GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)? Banyak orang yang masih belum mengetahui beda maag dan GERD dan masih banyak juga yang menganggap keduanya sama.

Sekilas, maag dan GERD seperti sama, namun kondisi keduanya sebenarnya berbeda. Untuk mengetahui beda maag dan GERD mari simak penjelasan di bawah ini.

Baca Juga: Bagaimana Mengatasi GERD Pada Ibu Hamil?

GERD Salah Satu Penyebab Sakit Maag

gerd

Foto: williamsonmedicalcenter.org

Menurut penjelasan dr. Hendra Nurjadin, Sp, PD-KGEH dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) – Puri Indah, istilah “maag” tidak terdapat dalam literatur medis.

Menurutnya, maag merupakan istilah untuk menggambarkan keluhan gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, dan sakit perut. Sedangkan GERD adalah salah satu penyakit yang dapat menyebabkan maag.

Menurut Konsensus Nasional Penatalaksanaan Penyakit Refluks Gastroesofageal di Indonesia, GERD adalah gangguan isi lambung yang mengalami refluks berulang kali ke dalam esofagus. Hal ini menyebabkan gejala atau komplikasi yang cukup mengganggu.

Gejala yang ditimbulkan GERD dan maag hampir sama yaitu kadar asam lambung yang meningkat. Menurut Pat F. Bass III, MD, MPH, seorang board certified internist and pediatrician di Louisiana State University Health Sciences Center di Shreveport menjelaskan bahwa GERD ditandai seperti munculnya sensasi terbakar dalam usus, tepatnya antara pusar dan tulang dada.

Selain itu, muncul rasa nyeri yang tidak nyaman dua sampai tiga jam setelah makan. Lalu, munculnya rasa sakit yang membangunkan Moms di tengah malam. Bahkan tidak jarang feses akan berubah menjadi hitam pekat dan mengeluarkan darah.

Baca Juga: Cara Mencegah GERD (Penyakit Lambung) Pada Anak

Apa Penyebabnya?

gerd

Foto: otcdigest.id

Banyak faktor yang dapat menyebabkan timbulnya gejala GERD dan maag, seperti terlalu sering mengonsumsi makanan berlemak atau berminyak, mengonsumsi makanan pedas, mengonsumsi kafein, soda, dan alkohol, merokok, minum obat-obatan, dan stres.

“Dua penyebab paling utama maag di Amerika adalah terjadinya infeksi bakteri Helicobacter pylori dan efek jangka panjang aspirin, dan obat penghilang rasa sakit NSAID (naproxen dan ibuprofen),” ujar Shipla Ravella, ahli gastroenterology di New York – Presbyterian and Columbia University Medical Center.

Baca Juga: GERD, Gangguan Pencernaan yang Mirip Serangan Jantung

Bagaimana Menghindarinya?

gerd

Foto: medicalnewstoday.com

Moms bisa menghindari munculnya gejala penyakit GERD atau maag dengan cara seperti:

  • Merubah pola makan menjadi teratur. Moms bisa mengonsumsi makanan lebih sedikit namun sering. Misalnya Moms makan sehari tiga kali dengan porsi kecil, namun diselingi dengan camilan ringan.
  • Jangan makan berat ya Moms 2 – 3 jam sebelum tidur.
  • Sebaiknya hindari makanan pedas, asam, atau yang mempunyai kadar lemak tinggi.
  • Kurangi juga mengonsumsi cokelat panas, kopi, dan teh pekat.
  • Berhenti merokok, minuman bersoda dan beralkohol.
  • Berhati-hati mengonsumsi obat-obatan, jamu, atau herbal, khususnya yang bersifat anti-nyeri.
  • Jangan terlalu stres ya Moms.

Itulah beda maag dan GERD. Ternyata, GERD adalah penyakit yang bisa memicu maag. Agar tidak mengalaminya, yuk, mulai hidup sehat Moms!

Artikel Terkait