2-3 TAHUN
14 Januari 2019

Moms, Waspada 5 Tanda Gangguan Perkembangan Motorik Balita

Jangan abaikan jika perkembangan motorik balita tertinggal jauh dari anak seusianya.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla
Disunting oleh Carla

Setiap orang tua pasti pernah merasa khawatir dengan perkembangan motorik balita, apalagi kalau melihat anak seusianya yang sudah lebih dulu bisa melakukan berbagai hal. Apa Moms juga begitu?

Walau kecepatan tumbuh kembang setiap anak berbeda, sebenarnya Moms tidak perlu khawatir bila tonggak pencapaian motorik balita tercapai tepat pada waktunya.

Meski begitu, Moms tidak boleh mengabaikan tanda gangguan perkembangan motorik balita seperti:

Baca Juga : Kecakapan Hidup Apa Saja Yang Harus Dikuasai Balita?

1. Belum Bisa Berjalan di Usia 18 Bulan

moms, waspada 5 tanda gangguan perkembangan motorik balita 1
Romper.com

Usia balita sudah 18 bulan tapi masih saja merangkak atau menyeret tubuhnya untuk berpindah tempat?

Sebaiknya Moms periksakan Si Kecil ke dokter untuk memastikan tidak ada tanda gangguan perkembangan motorik pada balita akibat kondisi merendahnya tegangan otot (hipotoni) atau meningkatnya ketegangan otot (hipertoni).

2. Gerakan Tubuh Terlihat Terlalu Kaku Atau Terlalu Lemas

shutterstock 373629970
Shutterstock.com

Nah, tanda gangguan perkembangan motorik pada balita yang satu ini juga masih berhubungan dengan kondisi hipotoni dan hipertoni diatas, Moms.

Pada balita yang memiliki kondisi hipotoni, tubuh dan gerakannya terlihat terlalu lemas bila dibandingkan anak seusianya.

Ini membuat mereka sulit bergerak secara efisien, sering kehilangan keseimbangan, memiliki koordinasi tubuh yang kurang baik, serta lambat bereaksi.

Sebaliknya, balita yang memiliki kondisi hipotoni biasanya memiliki tubuh dan gerakan yang terlihat kaku.

Akibat otot yang terlalu tegang, mereka sering kesulitan melepaskan barang dalam genggaman, mengubah posisi, atau berpindah tempat.

3. Terlihat Ceroboh dan Kurang Koordinasi

moms, waspada 5 tanda gangguan perkembangan motorik balita 3
Romper.com

Sebenarnya wajar kok Moms, kalau balita masih sering terjatuh dan ceroboh.

Yang harus diwaspadai sebagai tanda gangguan perkembangan motorik balita adalah ketika perilaku ceroboh bertambah parah atau Si Kecil mendadak menjadi sangat ceroboh.

Kecerobohan anak yang bertambah parah karena otot lemah dan kurangnya kendali motorik bisa menjadi tanda adanya kondisi cerebral palsy ringan.

Sedangkan kecerobohan yang muncul secara mendadak dan bertambah parah bisa menjadi tanda adanya gangguan degeneratif atau progresif seperti distrofi otot atau radang sendi.

Baca Juga : 5 Cara Mendidik Balita Agar Tumbuh Mandiri

4. Bergerak Sangat Dominan Dengan Satu Sisi Tubuh Saja

moms, waspada 5 tanda gangguan perkembangan motorik balita 4
Digest.littlespoon.com

Sebagai bagian dari perkembangan motorik balita, diantara usia satu dan dua tahun biasanya Moms sudah bisa melihat sisi tangan yang dominan digunakan oleh balita.

Selama balita masih bisa menggunakan sisi tubuh yang lain dengan seimbang, maka kondisinya masih termasuk normal.

Namun beda ceritanya jika pergerakan motorik hanya dominan pada satu sisi tubuh dan balita terlihat enggan atau tidak bisa menggunakan sisi lainnya.

Bisa jadi itu adalah tanda dari kondisi hemiplegia atau kekakuan otot pada satu sisi tubuh.

5. Kemampuan Motorik Balita Malah Cenderung Menurun

moms, waspada 5 tanda gangguan perkembangan motorik balita 5
Romper.com

Di masa pertumbuhan, perkembangan motorik balita seharusnya menunjukkan peningkatan yang konsisten.

Misalnya saja, balita mulai merangkak dan mencoba berdiri sendiri di usia 12 bulan dan sudah lancar berjalan di usia 18 bulan.

Yang patut diwaspadai sebagai tanda gangguan perkembangan motorik balita adalah ketika kemampuannya menurun drastis dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama.

Contohnya ketika balita jadi tidak lagi bisa mengayuh sepeda meski dia sudah bisa melakukannya sejak 4 bulan sebelumnya.

Walau kecepatan tumbuh kembang setiap balita itu tidak sama, Moms selalu bisa menggunakan standar pertumbuhan anak yang dikeluarkan WHO sebagai acuan.

Jangan lupa, segera konsultasikan dengan dokter anak bila terlihat ada gangguan atau keterlambatan ya, Moms.

Nah, apa Moms tahu tonggak pencapaian motorik apa saja yang harus sudah dilalui oleh balita berusia 3 tahun?

(WA)

Artikel Terkait