BAYI
9 Oktober 2019

MPASI Dini Bantu Bayi Tidur Lebih Nyenyak?

Apa benar? Baca yuk Moms!
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa nutrisi yang cukup selama masa bayi sangat penting untuk kesehatan dan kesejahteraan seumur hidup.

Oleh karena itu, setiap Ibu dihimbau untuk menyusui secara eksklusif yang berarti tidak ada asupan cairan atau makanan lain yang diberikan pada bayi selama enam bulan pertama kehidupan untuk mendukung tumbuh-kembang bayi yang optimal.

Namun, salah satu studi yang menunjukkan bahwa memberikan MPASI dini dapat membantu bayi tidur nyenyak membuat beberapa ibu memperkenalkan makanan padat sebelum bayi berusia 6 bulan.

Akan tetapi, benarkah MPASI dini membuat bayi tidur nyenyak?

Memahami Pola Tidur Normal pada Bayi

MPASI Dini Bantu Bayi Tidur Lebih Nyenyak 1.jpg

Foto: todaysparent.com

Dalam laman Stanford Children dikatakan bahwa umumnya bayi baru lahir memiliki waktu tidur antara 8 hingga 9 jam di siang hari dan sekitar 8 jam di malam hari.

Tetapi, karena bayi memiliki perut yang sangat kecil, mereka sering kali terbangun setiap 3 jam sekali untuk menyusu. Maka dari itu, bayi belum bias tidur dengan nyenyak hingga setidaknya berusia 3 bulan.

Baca Juga: 5 Resep Puree Untuk MPASI Pertama Bayi yang Mudah Dibuat

Tetapi ini tidak sama pada semua bayi. Pasalnya, pada beberapa bayi tidur nyenyak sepanjang malam setelah berusia 1 tahun.

Sementara mengenai seberapa seringnya bayi terbangun untuk menyusu tergantung pada apa yang ia makan dan usianya.

Sering Bangun Berkaitan dengan Sleep Apnea pada Bayi

MPASI Dini Bantu Bayi Tidur Lebih Nyenyak 2.jpg

Foto: romper.com

Bayi tidur nyenyak sepanjang malam sebenarnya bukan sepenuhnya berita menggembirakan. Menurut Laleche.org.uk, ASI sangat mudah dicerna dan diserap oleh sistem pencernaan bayi.

Sementara sering bangun untuk menyusu adalah tindakan perlindungan yang membantu mencegah sleep apnea yang mengancam jiwa, karena bayi yang tidur sangat nyenyak cenderung sulit bangun.

James McKenna, Direktur dari Mother-Baby Behavioral Sleep Laboratory di University of Notre Dame mengatakan, “Risiko gangguan kardio-paru infantile dapat berkurang pada bayi yang terbangun dari tidur yang mengarah ke oksigenasi. Sering terbangun adalah pertahanan terbaik bayi terhadap berbagai tantangan fisiologis yang potensial.”

Baca Juga: Makanan Apa yang Baik Untuk MPASI Pertama Bayi 6 Bulan?

Dr McKenna mengatakan bahwa bayi tidak selalu bangun untuk menyusu, tetapi juga untuk tujuan non-gizi, seperti untuk dipeluk dan disentuh, dan mungkin ditenangkan secara emosional.

Bangun di malam hari sering ditentukan dan atau diatur dengan cara mengubah kebutuhan metabolisme, asupan kalori, dan kemungkinan oleh karakter bayi itu sendiri.

Pembrian MPASI Dini dapat Membahayakan Bayi

MPASI Dini Bantu Bayi Tidur Lebih Nyenyak 3.jpg

Foto: parents.com

Sejumlah studi menunjukkan bahwa pengenalan awal MPASI pada bayi bukan membantu bayi tidur nyenyak, tetapi justru berhubungan dengan risikon alergi, termasuk eksim dan peningkatan frekuensi mengi.

“Di Negara-negara berkembang, bayi yang memulai makanan padat lebih awal cenderung kekurangan gizi, sementara di Negara maju ada hubungan dengan obesitas dan peningkatan lemak tubuh, yang merupakan factor risiko diabetes,” kata Profesor Siyazi Mda, dokter anak di Dr George Mukhari Academic Hospital, seperti dikutip dari Parent24.

Baca Juga: 3 Resep MPASI Pertama Untuk Bayi 6 Bulan

Profesor Mda menambahkan bahwa otot mulut seorang bayi yang berusia di bawah 4 bulan tidak cocok untuk makan makanan padat dan sering kali mengalami masalah yang berkaitan dengan koordinasi menelan, meningkatkan kemungkinan tersedak.

Tidak sedikit pula dokter anak yang menyebutkan bahwa penelitian mengenai kaitan MPASI dini dengan bayi tidur nyenyak masih membutuhkan studi pendukung lebih lanjut. Sehingga pemberian MPASI tetap disarankan hanya setelah bayi berusia 6 bulan dan benar-benar siap mencoba MPASI.

Kapan Moms memperkenalkan makanan padat pada Si Kecil? Beri tahu kami dengan berkomentar di kolom komentar di bawah artikel ini.

Artikel Terkait