BAYI
20 Mei 2020

MPASI Homemade atau Instan, Mana yang Terbaik?

Mana yang lebih baik, memberikan MPASI Homemade atau Instan?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Indah
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Ketika memasuki usia 6 bulan, bayi dianjurkan untuk diberi makanan pendamping atau disebut dengan MPASI (makanan pendamping ASI). Jauh sebelum Si Kecil berusia 6 bulan pun, Moms pasti sudah mencari tahu sola MPASI ini. Mulai dari pilihan bahan MPASI yang bernilai gizi tinggi, menu-menu, hingga peralatan untuk membuat MPASI sudah Moms persiapkan.

Namun, saat melihat iklan di televisi dan deretan rak di mini market dan supermarket, Moms melihat begitu banyak pilihan MPASI instan yang tidak perlu bahan dan waktu yang banyak untuk menyiapkannya. Moms pun kemudian dihadapkan pada pertanyaan, MPASi homemade atau instan ya.

Namun, makanan pendamping seperti apa yang dianjurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia WHO? Simak ulasannya di bawah ini.

Baca Juga: Amankah MPASI Bubur Instan Diberikan Setiap Hari?

WHO Anjurkan MPASI Homemade

mitos-MPASI-bayi-Hero.jpg

Foto: Orami Photo Stock

WHO menganjurkan pemberian MPASI yang dibuat sendiri alias MPASI homemade serta berbahan dasar dari bahan pangan lokal yang mudah didapat. Tujuan pemberian MPASI berbahan dasar dari bahan pangan lokal yang mudah di dapat ini bertujuan untuk melatih dan mengenalkan anak dengan menu makan keluarga sehari-hari.

Sehingga ketika anak sudah berhenti menyusu, sekitar usia 2 tahun, anak bisa makan bersama keluarga dengan menu standar keluarga.

MPASI diberikan karena pemberian ASI saja dianggap sudah tidak mampu mencukupi kebutuhan nutrisi harian anak, oleh karena itu MPASI yang baik haruslah mampu mencukupi kebutuhan nutrisi harian anak, mudah disiapkan, bersih, aman, harganya terjangkau serta mudah di dapat.

Kebutuhan nutrisi apa saja yang diperlukan pada MPASI? Yakni yang kaya akan energi, protein dan mikronutrien seperti zat besi, zinc, kalsium, vitamin A, vitamin C, serta asam folat.

Untuk memenuhi kebutuhan energi, protein dan mikronutrien lainnya maka diperlukan MPASI yang mengandung karbohidrat, protein nabati dan hewani, serta sayuran dan buah.

Baca Juga: Harus Paham! Ini Do’s dan Don’ts Memberikan MPASI Instan Pada Bayi

MPASI Instan jadi Alternatif untuk Penuhi Kebutuhan Nutrisi

do's and dont's memberikan mpasi instan kepada si kecil hero banner magz (1510x849)

Foto: Orami Photo Stock

Namun, cukup sulit untuk menakar seberapa porsi yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan harian anak, misalnya dalam sehari diperlukan berapa gram daging ayam untuk memenuhi kebutuhan protein.

Belum lagi fakta bahwa ukuran lambung anak tidaklah besar membuat orang tua kerap was-was dalam memberikan MPASI homemade.

Dalam publikasi yang juga dimuat oleh WHO, bahwasanya di negara berkembang, ada kelompok-kelompok tertentu yang memang memerlukan makanan fortifikasi atau dikenal dengan MPASI Instan.

Hal ini dikarenakan membuat MPASI homemade bisa jadi terlalu mahal apalagi jika harus menambahkan bahan makanan yang berasal dari hewan.

MPASI homemade atau instan memiliki manfaat masing-masing dan sebaiknya tidak perlu diperdebatkan mana yang lebih baik. MPASI homemade tentunya sangat baik untuk mengenalkan menu keluarga pada anak serta mengajarkan anak mengenal aneka jenis makanan dalam bentuk aslinya.

Baca Juga: Do's and Don'ts Memberikan MPASI Instan Pada Si Kecil

Tapi tidak dipungkiri bahwa pemberian MPASI instan juga bisa diperlukan ketika orang tua tidak mampu menyiapkan MPASI buatan sendiri yang mencukupi nutrisi harian anak.

MPASI instan biasanya sudah difortifikasi dan diberikan tambahan mikronutrien yang jumlahnya telah disesuaikan dengan anjuran kebutuhan.

Apalagi untuk anak yang picky eater, memberikan MPASI fortifikasi atau memberikan suplemen tambahan menjadi sangat perlu demi mencukupi kebutuhan nutrisi harian anak untuk pertumbuhan anak yang optimal.

Artikel Terkait