KESEHATAN
4 Desember 2019

Mengenal Hiponatremia, Saat Tubuh Kurang Natrium

Jika diabaikan, dapat menyebabkan kematian
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Ketika kita merasa lesu, tak berenergi, mual, sakit kepala, mungkin kita bisa terkena hiponatremia.

Dilansir dari Cleveland Clinic, hiponatremia terjadi ketika kadar natrium dalam darah terlalu rendah.

Ini dapat disebabkan oleh kondisi-kondisi yang mendasarinya, seperti minum terlalu banyak air atau minum obat-obatan tertentu. Bahkan ini dapat disebabkan karena ginjal yang gagal bekerja.

Sodium adalah elektrolit yang memainkan peran penting dalam mengatur kadar air dan zat lain dalam tubuh. Ini membantu menjaga keseimbangan air di dalam dan sekitar sel kita.

Ketika kita terlalu banyak minum, hal ini menyebabkan natrium dalam tubuh menjadi encer dan akan mengganggu cara kerja natrium.

Biasanya, kadar natrium harus antara 135 dan 145 miliequivalents per liter (mEq/L). Hiponatremia terjadi ketika kadar natrium di bawah 135 mEq/L.

Baca Juga: Pusing Karena Makanan Manis, Ketahui Penyebab dan Cara Menanganinya

Gejala Hiponatremia

Hiponatremia - Gejala hiponatremia.jpg

Hiponatremia ringan mungkin tidak menimbulkan gejala. Walau begitu, ada beberapa gejala yang biasanya muncul untuk menandakan hiponatremia.

Di antaranya adalah bingung, lesu, tak berenergi, sakit kepala, dan mual.

Namun, dalam kondisi yang lebih buruk, gejalanya bisa bertambah parah, yaitu muntah, lemah otot, kejang, koma, bahkan dalam kasus ekstrim, hiponatremia dapat menyebabkan kematian.

Baca Juga: Badan Terasa Ringan dan Pusing? Bisa Jadi Gejala Darah Rendah

Penyebab Hiponatremia

Hiponatremia - Penyebab hiponatremia.jpg

Dikutip dari Mayo Clinic, natrium memainkan peran penting dalam tubuh kita. Ini membantu menjaga tekanan darah normal, mendukung kerja saraf dan otot kita, dan mengatur keseimbangan cairan tubuh kita.

Sehingga, banyak kemungkinan kondisi dan faktor gaya hidup yang menyebabkan hiponatremia.

Beberapa obat, seperti pil air (diuretik), antidepresan dan obat pereda nyeri, dapat mengganggu proses hormon dan ginjal normal yang menjaga konsentrasi natrium dalam kisaran normal yang sehat.

Muntah parah, diare, atau kondisi lain yang menyebabkan dehidrasi juga menyebabkan tubuh kehilangan elektrolit.

Minum terlalu banyak air dapat menyebabkan natrium yang rendah karena natrium menjadi encer dan mengganggu alur natrium dalam tubuh.

Baca Juga: Merasa Mual Saat Sedang Panik, Kenapa Ya?

Pengobatan dan Pencegahan Hiponatremia

Hiponatremia - Pengobatan hiponatremia.jpg

Sudah tentu, seseorang dengan hiponatremia diharuskan untuk memulihkan kadar natriumnya yang rendah.

Mereka yang memiliki hiponatremia ringan hingga sedang, ini bisa diobati dengan mengganti gaya hidup.

Meningkatkan natrium ke level normal adalah dengan mengurangi minum cairan, yaitu 1 liter per hari dan menyesuaikan dosis obat atau mengganti obat dalam arahan dari dokter.

Pencegahan dapat dilakukan dengan perhatikan tanda dan gejala hiponatremia apabila tengah mengonsumsi obat diuretik.

Minum air secukupnya. Tanda jika tubuh telah terhidrasi dengan baik adalah dengan melihat warna urin kita. Apabila berwarna kuning pucat, itu menandakan bahwa tubuh kita telah cukup air.

(SA)

Artikel Terkait