PROGRAM HAMIL
23 September 2020

Alami Menopause Dini, Mungkinkah Bisa Hamil?

Peluang masih ada, tetapi...
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Reksita
Disunting oleh Dina Vionetta

Berada di usia menopause artinya seorang wanita akan lebih sulit atau bahkan tidak bisa hamil.

Lalu, bagaimana jika Moms dinyatakan mengalami menopause dini atau prematur? Mungkinkah masih ada peluang untuk bisa hamil?

Yuk, temukan jawabannya dalam pembahasan yang ada di bawah ini.

Apa Itu Menopause Dini?

Alami Menopause Dini, Mungkinkah Bisa Hamil? 1

Foto: freepik.com

Sebagaimana diketahui, usia rata-rata di mana wanita biasanya mengalami menopause adalah sekitar usia 51 tahun.

Sementara menopause dini atau yang disebut juga sebagai menopause prematur, premature ovarian failure (POF), dan primary ovarian insufficiency (POI), menurut Center for Human Reproduction, terjadi ketika seorang wanita mengalami menopause sebelum berusia 40 tahun.

Baca Juga: Alami Menopause Dini, Lakukan 5 Hal Ini

Mengapa Wanita Dapat Mengalami Menopause Dini?

Alami Menopause Dini, Mungkinkah Bisa Hamil? 2

Foto: pexels.com

Selama bertahun-tahun, berbagai hasil pengamatan telan menemukan bahwa penyebab utama menopause dini atau prematur berkaitan dengan gaya hidup yang meliputi kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol, penyakit tiroid atau autoimun, paparan radiasi seperti kemoterapi atau radioterapi, gizi buruk, tuberkulosis genital atau keturunan.

“Keturunan memang menjadi penyebab meskipun kami tidak tahu persis bagaimana dan seberapa banyak,” kata Dr. Shobha Gupta, direktur medis, ginekologis, dan ahli IVF dari Mother’s Lap IVF Center, seperti dikutip dari Indian Express.

“Gen-gen tertentu dalam keluarga seorang wanita dapat menyebabkan dia mengalami menopause dini. Selain itu, tubuh wanita mengalami begitu banyak perubahan dari hari ke hari karena atmosfer dan gaya hidup. Itu sebabnya, semakin banyak kasus menopause dini pada wanita muda yang mengakibatkan infertilitas terjadi sejak usia muda.”

Gaya hidup juga bisa jadi salah satu faktor penyebab menopause dini lho Moms. Beberapa faktor gaya hidup mungkin berdampak pada saat kita mulai masuk fase menopause.

Di antaranya, kebiasaan merokok yang ternyata memiliki efek anti-estrogen yang dapat berkontribusi pada menopause dini.

Dikuip dari Healthline.com, sebuah penelitian pada 2012 yang diterbitkan oleh National Center for Biotechnology Information menunjukkan bahwa perokok cenderung mengalami menopause lebih cepat.

Perempuan yang merokok mungkin mulai menopause satu atau dua tahun lebih awal daripada perempuan yang tidak merokok.

Kemudian, Indeks massa tubuh (BMI) juga bisa menjadi faktor menopause dini. Estrogen disimpan dalam jaringan lemak. Perempuan yang sangat kurus memiliki lebih sedikit simpanan estrogen, yang dapat dihabiskan lebih cepat.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa diet vegetarian, kurang olahraga, dan kurangnya paparan sinar matahari sepanjang hidup kita, dapat menyebabkan menopause dini.

Selain itu, beberapa cacat kromosom merupakan salah satu penyebab menopause dini. Sebagai contoh, sindrom Turner atau yang juga disebut monosomi X dan disgenesis gonad, melibatkan kelahiran dengan kromosom yang tidak lengkap.

Perempuan dengan sindrom Turner memiliki ovarium yang tidak berfungsi dengan baik. Ini sering menyebabkan mereka memasuki menopause sebelum waktunya.

Cacat kromosom lain juga dapat menyebabkan menopause dini. Ini termasuk disgenesis gonad murni, yang merupakan variasi pada sindrom Turner.

Dalam kondisi ini, ovarium tidak berfungsi. Sebagai gantinya, menstruasi dan karakteristik seks sekunder harus ditimbulkan oleh terapi penggantian hormon, biasanya selama masa remaja.

Kemudian, perempuan dengan sindrom Fragile X, atau yang merupakan pembawa genetik penyakit ini, mungkin juga mengalami menopause dini. Sindrom ini diturunkan dalam keluarga.

Penyebab menopause dini lainnya adalah penyakit autoimun. Menopause dini dapat merupakan gejala penyakit autoimun seperti penyakit tiroid dan rheumatoid arthritis.

Peradangan yang disebabkan oleh beberapa penyakit ini dapat mempengaruhi ovarium.

Menopause pun dimulai ketika ovarium berhenti bekerja.

Yang lain, perempuan dengan epilepsi lebih cenderung mengalami kegagalan ovarium prematur, yang menjadi penyebab menopause dini.

Sebuah studi pada 2001 yang diterbitkan National Center for Biotechnology Information menemukan bahwa dalam kelompok perempuan dengan epilepsi, sekitar 14 persen dari mereka yang diteliti mengalami menopause dini, dibandingkan dengan 1 persen dari perempuan pada populasi umum.

Baca Juga: 5 Cara Alami untuk Mengurangi Gejala Menopause

Masih Adakah Peluang Untuk Bisa Hamil?

Alami Menopause Dini, Mungkinkah Bisa Hamil? 3

Foto: freepik.com

Dalam sebuah studi yang diterbitkan The European Society of Human Reproduction and Embryology (ESHRE), aktivitas ovarium masih dapat terjadi pada wanita yang mengalami menopause dini atau prematur, terutama pada saat-saat awal mereka mengalami kondisi ini.

Hal ini memungkinkan terjadinya konsepsi atau pembuahan dengan peluang mencapai 5%.

Namun, meskipun peluang untuk bisa hamil masih ada, untuk bisa hamil secara spontan tanpa bantuan medis dapat dikatakan sangat sulit.

Oleh karena itu, disarankan agar Moms berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan perawatan kesuburan dan metode promil yang paling cocok dengan kondisi Moms.

Mengutip California Center for Reproductive Health, dalam kebanyakan kasus, program bayi tabung atau IVF dapat memberikan peluang yang cukup tinggi bagi wanita dengan menopause dini untuk bisa hamil.

Jika Moms masih memiliki cadangan telur, dokter biasanya akan meresepkan obat khusus untuk merangsang ovulasi sehingga sel telur yang akan digunakan dalam prosedur IVF dapat segera dikumpulkan.

Namun, jika Moms sudah tidak memiliki cadangan telur, satu-satunya cara yang dapat diambil adalah dengan menjalani IVF menggunakan donor telur. Sayangnya, kebanyakan negara saat ini tidak mendukung pilihan ini.

Jadi, apakah Moms sudah mengetahui seberapa serius menopause dini yang Moms alami? Sudahkah berkonsultasi mengenai keinginan untuk bisa hamil dengan dokter yang menangani Moms?

Baca Juga: 6 Hal Yang Perlu Diketahui tentang Seks Menjelang Menopause

Artikel Terkait