PROGRAM HAMIL
12 Januari 2020

Mungkinkah Pasangan IVF Memilih Embrio Paling Cerdas?

Peneliti tengah mengembangkan kemungkinan pasangan IVF memilih embrio dengan tingkat IQ tertinggi
Artikel ditulis oleh Gladys
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Teknologi terus berkembang dalam setiap bidang kehidupan. Salah satunya adalah perkembangan teknologi terkait reproduksi, yaitu In Vitro Fertilization (IVF).

Teknologi IVF memungkinkan pasangan yang kesulitan memiliki anak untuk mewujudkan keinginannya tersebut. Hasilnya, banyak pasangan yang kini berhasil menjadi orang tua dan memiliki anak melalui program IVF.

Tidak sampai di situ, para peneliti rupanya terus melakukan pengembangan dalam program IVF.

Hingga yang terkini (dan masih dalam tahap pengembangan), memungkinkan pasangan IVF memilih embrio paling pintar atau memiliki tingkat intelegensi yang baik.

Baca Juga: Adakah Risiko Komplikasi pada Program IVF?

Pasangan IVF Memilih Embrio

1. Perkembangan Teknologi IVF

1 Perkembangan Teknologi IVF.jpg

Foto: medscape.com

Sejak tahun 1990-an, teknologi telah memungkinkan pasangan IVF memilih embrio terhadap mutasi gen tunggal yang menyebabkan penyakit serius, seperti fibrosis kistik hingga keterbelakangan mental, yang disebabkan oleh kelainan kromosom.

Beberapa karakteristik lain, termasuk tinggi badan, penampilan fisik, hingga beberapa jenis penyakit turunan, memang diketahui dapat diwariskan ke anak.

Namun karena komponen genetik menyebar sangat sedikit kepada lebih dari ratusan atau ribuan DNA, maka pada awalnya sangat sulit untuk mendeteksi karakteristik ini.

Kini dalam beberapa dekade terakhir, teknologi pun semakin berkembang dan semakin memungkinkan para Dokter untuk melihat kemungkinan embrio memiliki penyakit atau karakteristik tertentu. Kemungkinan ini dijabarkan berdasarkan penilaian risiko polygenic.

Baca Juga: 3 Fakta Unik seputar IVF yang Belum Banyak Diketahui

2. Pasangan IVF Memilih Embrio Paling Cerdas

2 Pasangan IVF Memilih Embrio Paling Cerdas.jpg

Foto: montereybayivf.com

Test untuk pasangan IVF memilih embrio paling cerdas ditawarkan oleh sebuah perusahaan asal New Jersey, Genomic Prediction.

“Memprediksi IQ yang akurat akan mungkin dilakukan, sekitar lima atau sepuluh tahun ke depan,” ungkap Wakil Presiden Senior untuk penelitian ini di Michigan State University, Stephen Hsu, seperti dikutip dari MIT Technology Review.

Dengan menggunakan penilaian risiko polygenic, para peneliti menggunakan perhitungan DNA untuk memprediksi embrio (dari prosedur IVF) yang paling tidak mungkin memiliki 11 penyakit umum berbeda.

Melalui cara yang sama pula, perusahaan ini sedang mengembangkan kemungkinan pasangan memilih embrio dengan tingkat IQ paling tinggi.

Baca Juga: Ketahui 6 Faktor yang memengaruhi kesuksesan IVF

3. Kontroversi Pasangan IVF Memilih Embrio

3 Kontroversi Pasangan IVF Memilih Embrio.jpg

Foto: sheknows.com

Teknologi pasangan memilih embrio paling cerdas tentu menimbulkan kontroversi. Berdasarkan laporan The Preprint Server for Biology dari Hebrew University of Jerusalem, saat mencoba memilih embrio paling tinggi atau paling pintar tidaklah bekerja dengan baik.

Menurut para peneliti, penggunaan penilaian risiko polygenic untuk menemukan embrio paling tinggi atau paling cerdas dari antara sekelompok embrio lainnya, hanya menghasilkan penguatan rata-rata 2,5 cm untuk penilaian tinggi dan kurang dari tiga poin untuk penilaian IQ.

Selain kemungkinan penilaian risiko polygenic yang tidak akurat, masalah etika sosial untuk pasangan IVF memilih embrio juga menimbulkan kontroversi.

Baca Juga: Masih Mempertimbangkan Program Hamil IVF? Simak Penjelasannya di Sini!

“Setiap jenis pilihan implantasi berdasarkan penilaian risiko polygenic adalah tidak pantas, dan untuk penilaian kecerdasan sama sekali tidak pantas,” ungkap profesor ilmu statistik di University of Oxford dan CEO Genomics PLC, Peter Donnelly, seperti dikutip dari theguardian.com.

Sama halnya dengan IVF di awal kemunculannya yang juga menimbulkan kontroversi, namun kini telah berhasil mewujudkan mimpi para Moms dan Dads untuk memiliki keturunan.

Sehingga kemungkinan pasangan IVF memilih embrio terbaik, termasuk yang paling cerdas di waktu yang akan datang, masih terbuka lebar.

GS

Artikel Terkait