PROGRAM HAMIL
25 April 2019

Nanas dan Durian adalah Makanan Pemicu Kontraksi, Mitos atau Fakta?

Keduanya dianggap buruk untuk kehamilan, benarkah?
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Saat masa kehamilan, setiap makanan dan minuman yang dikonsumsi menjadi perhatian khusus.

Bukan tanpa alasan, ketika hamil, asupan gizi yang dimakan ibu juga berpengaruh pada kesehatan dan perkembangan janinnya.

Kecerdasan anak juga dibangun sejak ia masih berada dalam kandungan.

Asupan gizi yang tepat dapat mengurangi risiko anak terinfeksi penyakit dan mencegah kondisi stunting.

Untuk itu, banyak sekali informasi tentang makanan yang sebaiknya dan tidak baik dikonsumsi yang didapatkan oleh ibu hamil.

Terkadang informasi tersebut malah membuat bingung dan khawatir.

Mitos dan fakta menjadi rancu, yang diberikan secara turun-temurun dan terkadang tidak didasari dengan pernyataan dari sumber yang terpercaya.

“Kehamilan adalah proses perjalanan yang sudah dijalani wanita sejak zaman dulu, sehingga banyak sekali pengalaman yang menghasilkan nasihat atau larangan. Namun, tidak semua nasihat atau larangan tersebut harus diikuti. Kita harus dapat memilih pengalaman tersebut dan mendapatkan informasi yang tepat,” ujar seorang dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dr. Ricky Susanto pada Kulwap Orami Community, Kamis (31/01) lalu.

Baca Juga: Harus Tahu! Ini Pentingnya Menambah Asupan Kalsium Bagi Ibu Hamil

Moms pasti sering mendengar tentang anggapan kalau ibu hamil dilarang untuk mengonsumsi buah nanas dan durian karena keduanya merupakan makanan pemicu kontraksi melahirkan agar ibu cepat masuk ke tahap persalinan bayi.

Benarkah demikian? Simak ulasannya berikut ini!

Nanas dan Durian Merupakan Makanan Pemicu Kontraksi adalah Mitos!

nanas dan durian memicu kontraksi, mitos atau fakta 2

Foto: aeroflowbreastpumps.com

Ya, konsumsi nanas dan durian dapat memicu kontraksi hanya isapan jempol belaka.

Hal tersebut didukung juga oleh dr. Ricky.

Nanas dan durian tidak dapat menimbulkan kontraksi untuk persalinan.

Nanas dan durian adalah buah yang tetap dapat dikonsumsi oleh ibu hamil.

Namun, memang lebih baik lagi melihat kandungan apa yang terdapat dalam kedua buah tersebut.

Nanas adalah buah yang mengandung banyak vitamin terutama vitamin C yang kaya antioksidan dan dapat meningkatkan energi pada ibu hamil.

Nanas juga mengandung kolagen yang baik untuk perkembangan janin.

Ibu hamil yang punya tekanan darah tinggi juga dapat mengonsumsi nanas agar menstabilkan tekanan darahnya.

Namun, mengonsumsi buah nanas tidak boleh berlebihan karena dapat membuat mual terutama jika memiliki perut yang sensitif.

Begitu juga jika muncul reaksi kulit berupa ruam, hidung berair, dan mulut membengkak setelah memakan nanas, itu tandanya alergi sehingga harus segera dihentikan.

Baca Juga: Sering Bikin Ibu Hamil Ngidam, Sebaiknya Hindari 4 Makanan Ini

Sedangkan buah durian baik untuk dikonsumsi ibu hamil karena mengandung zat besi, kalsium, folat, dan serat.

Namun, sebaiknya tetap dibatasi karena durian juga mengandung gula, lemak, dan karbohidrat yang sangat tinggi.

Konsumsi durian berlebihan juga sebaiknya dihindari bagi yang memiliki riwayat keluarga mengidap diabetes.

Makanan yang Sebaiknya Dikonsumsi Ibu Hamil

nanas dan durian memicu kontraksi, mitos atau fakta 3

Foto: whattoexpect.com

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, konsumsi nanas dan durian baik untuk kesehatan asalkan dalam porsi yang tepat.

Selain itu, asupan gizi dan nutrisi ibu hamil sebenarnya tidak hanya datang dari buah-buahan saja, melainkan juga penting untuk memasukkan makanan kaya protein, seperti telur dan daging, dalam pola makan ibu hamil.

Banyak mitos dan fakta yang beredar tentang makanan ibu hamil.

Menurut dr. Ricky yang terpenting adalah ibu hamil menghindarkan diri dari konsumsi makanan yang tidak matang, makanan cepat saji, dan juga makanan yang banyak mengandung zat kimia serta zat pengawet.

Baca Juga: Ibu Hamil Makan Junk Food, Ini Kata Ahli!

Untuk itu, jangan keburu percaya dengan mitos-mitos yang beredar di luar sana, ya, Moms!

Tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk mendapatkan informasi yang lebih terpercaya.

(DG)

Artikel Terkait