2-3 TAHUN
14 Agustus 2019

Natasha Rizky Jelaskan Pentingnya Penggunaan Masker Bagi Anak

Natasha Rizky ungkapkan penggunaan masker sangat dibutuhkan ketika salah satu anggota keluarganya sakit
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Intan Aprilia

Warga Jakarta khawatir akan kadar polusi udara di Jakarta yang tidak sehat. Hal ini diketahui dari aplikasi Air Visual, dengan kondisi udara di Jakarta berada pada indeks udara tidak sehat.

Pada acara "Menurunnya Kualitas Udara di Kota Besar Perkuat Pentingnya Penggunaan Alat Pelindung Pernapasan untuk Kurangi Risiko Paparan Polutan" 3M, Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P (K), Kepala Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Pernapasan, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rumah Sakit Persahabatan menjelaskan bahwa kualitas udara bervariasi setiap harinya.

"Bicara tentang kualitas udara, itu bervariasi setiap hari. Jangan terpaku kalau tidak berubah, karena tergantung pada indeks kualitas udara," jelas dr. Agus.

Lebih lanjut, ini membagi klasifikasi kualitas udara yaitu sebagai berikut:

  • 0-50: kualitas udara sehat
  • 50-100: kualitas udara sedang
  • 100-150: kualitas udara sensitif pada kelompok tertentu (anak-anak, orang dengan penyakit tertentu)
  • 150-200: kualitas udara tidak sehat untuk populasi umum
  • Diatas 200: kualitas udara sangat buruk

Baca Juga: Polusi Udara Jakarta Makin Buruk, Lakukan 5 Cara Ini untuk Memperbaikinya

Penyebab Pencemaran Udara Indoor dan Outdoor

polusi udara-1

Masyarakat juga perlu mengetahui, bahwa penyebab pencemaran udara berbeda, untuk luar ruangan dan di dalam ruangan.

"Sekitar 80 persen sumber polusi luar ruangan dari kendaraan bermotor, emisi industri, dan kegiatan seperti membakar sampah," jelas dr. Agus.

Sementara, banyak masyarakat tidak menyadari sumber polusi udara dalam ruangan berasal dari kegiatan yang dilakukan sehari-hari.

"Sumber polusi udara dalam ruangan berbeda, polutan pertama yaitu asap rokok, lalu kegiatan seperti memasak, yang menggunakan minyak dan kompor gas, sehingga mengeluarkan asap, dan menjadi polusi dalam ruangan," ujar dr. Agus.

Banyak masyarakat yang kemudian khawatir, dan pemakaian masker pun mulai digalakkan ketika beraktivitas di luar ruangan.

Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Aspek Keamanan saat Anak Bermain di Luar Ruangan yang Perlu Diperhatikan

Natasha Rizky Jelaskan Pentingnya Penggunaan Masker pada Anak

natasha rizky

Foto: instagram.com/natasharizkynew

Natasha Rizky, seorang publik figur sekaligus istri Desta, mengakui pada awalnya ia cukup meremehkan tentang pentingnya penggunaan masker.

"Waktu awal-awal menjadi ibu, aku dan suami agak meremehkan soal tular-menular penyakit. Tapi setelah punya anak, jadi concern banget pakai masker. Terutama Desta," ungkap Natasha.

Natasha kini menyadari pentingnya pemakaian masker, terutama ketika ada satu dari anak-anaknya yang sakit.

"Kalau satu anak udah sakit, pasti tiga-tiganya sakit. Kalau Desta sakit, dia bener-bener pisah kamar tidurnya, saking segitu concern-nya. Kalau aku sakit, aku enggak bisa nih deket-deket sama mereka," cerita Natasha.

"Aku udah mengalami sendiri stresnya gimana ketika yang lain ikut sakit. Itu pusingnya Naudzubillah. Bahkan, kita pernah sekeluarga sakit. Akhirnya, sejak itu lebih peduli dan tegas lagi," lanjutnya.

Baca Juga: 5 Lipstik Nude Pink di Bawah 70 Ribu ala Natasha Rizky, Manis!

Cara Mencegah Polusi Udara Indoor dan Outdoor

polusi udara-2

dr. Agus mengatakan, ada perbedaan cara untuk mencegah polusi udara buruk di dalam ruangan dan luar ruangan.

"Mencegah polusi udara dalam ruangan dengan tidak menambah sumber polusi, tiak melakukan kegiatan yang menimbulkan polusi, seperti menyalakan lilin," terangnya.

"Ventilasi dalam rumah juga penting dijaga jangan sampai udara luar masuk ke rumah, jaga kebersihan udara dalam ruangan dengan rutin. Misalnya AC sering dibersihkan, beli penjernih udara jika mampu, atau menanam tanaman yang bisa menjernihkan udara," lanjut dokter Agus.

Sementara, untuk mencegah polusi udara di luar ruangan, dokter Agus mengatakan agar terlebih dahulu memantau indeks kualitas udara di luar.

"Kalau sudah dipantau, kurangi aktivitas luar ruangan jika kualitas udara tidak sehat. Kedua, jangan menambah sumber polutan, disarankan menggunakan kendaraan umum, jangan bakar sampah sembarangan," jelas dr. Agus.

Penggunaan masker juga menjadi salah satu metode penting dalam mencegah polusi udara ketika beraktivitas di luar ruangan.

"Gunakan masker yang bisa menyaring polutan dengan efisiensi filtrasi 95 persen. Selain itu, tetap jaga kebugaran tubuh, karena hal ini berhubungan dengan imunitas," tutupnya.

Artikel Terkait