BALITA DAN ANAK
18 Juni 2020

Mengenal Noise Induced Hearing Loss (NIHL) pada Anak

Bisa menyebabkan gangguan pendengaran permanen lho, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Setiap hari, banyak suara yang kita dengar mampir di telinga kita. Suara musik, suara orang berbicara, maupun suara lainnya. Pastinya suara-suara ini berada pada frekuensi yang aman, sehingga tidak akan merusak pendengaran kita.

Namun mengutip National Institute on Deafness and Other Communication Disorders, suara yang terdengar bisa berbahaya ketika terlalu keras dan bising, bahkan untuk waktu yang singkat sekalipun.

Suara-suara ini dapat merusak bagian telinga dalam dan menyebabkan gangguan pendengaran permanen. Lebih parahnya lagi, dapat menyebabkan noise induced hearing loss (NIHL) yang bisa terjadi pada anak juga lho. Apa itu NIHL?

Mengenal Noise Induced Hearing Loss (NIHL)

Noise Induced Hearing Loss pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Noise induced hearing loss (NIHL) pada anak adalah gangguan pendengaran tipe saraf yang terjadi akibat paparan bising dalam intensitas yang tinggi dan durasi yang panjang,” dr. Rangga Rayendra Saleh, dokter spesialis THT (Telinga, Hidung & Tenggorokan), RS Pondok Indah – Puri Indah.

Menurut dr. Rangga, paparan bising dapat merusak struktur di dalam rumah siput (koklea) yang berfungsi untuk mengubah gelombang akustik bunyi menjadi impuls listrik yang kemudian akan diterima oleh otak.

Moms perlu tahu bahwa gangguan pendengaran akibat kebisingan dapat terjadi pada siapa saja pada usia berapa pun.

Analisis dari wawancara kesehatan perwakilan nasional dan survei pemeriksaan menemukan bahwa sekitar satu dari tujuh remaja AS berusia 12 hingga 19 tahun (13-18 persen), menunjukkan gangguan pendengaran yang disebabkan oleh kebisingan (NIHL).

Penyebab Noise Induced Hearing Loss (NIHL) pada Anak

Noise Induced Hearing Loss pada anak

Foto: parenting.firstcry.com

Penyebab NIHL pada anak adalah suara bising. Jenis suara ini dapat merusak sel-sel rambut di telinga bagian dalam dan saraf pendengaran.

Ini disebut gangguan pendengaran sensorineural atau tuli saraf. Gangguan pendengaran sensorineural juga memiliki banyak penyebab lain.

Kehilangan pendengaran karena suara keras dapat terjadi langsung atau secara lambat selama beberapa tahun. Bisa juga seumur hidup (permanen) atau jangka pendek (sementara).

Suara yang Berisiko Menyebabkan Noise Induced Hearing Loss (NIHL)

Noise Induced Hearing Loss pada anak

Foto: yellowpages.ca

Anak Moms mungkin bisa mendengar suara keras di mana saja. Contoh suara yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran meliputi:

  • Peranti keras seperti pengering rambut, pengolah makanan, atau blender.
  • Lalu lintas atau kebisingan di area kereta.
  • Alat atau peralatan listrik seperti blower daun dan mesin pemotong rumput.
  • Saat menonton konser, acara olahraga, atau bioskop.
  • Suara mobil, gerobak, atau pesawat.
  • Musik dari smartphone dan earphone atau headphone, dengan volume yang dinaikkan terlalu tinggi.

Gejala Noise Induced Hearing Loss (NIHL) pada Anak

Noise Induced Hearing Loss pada anak

Foto: childwellbeingcentre.net.au

Mengalami gangguan pendengaran adalah gejala utama dari NIHL yang disebabkan oleh kebisingan. Anak Moms mungkin mengalami beberapa gejala berikut:

  • Kesulitan mendengar suara yang lembut atau seidikit samar.
  • Percakapan normal mungkin terdengar teredam atau tidak jelas.
  • Dering atau dengung di telinga (tinnitus).

Jadi pastikan Moms segera membawa anak ke dokter jika menemukan gejala-gejala ini ya.

Itu dia Moms berbagai informasi yang perlu Moms ketahui tentang Noise Induced Hearing Loss (NIHL) pada anak. Semoga bermanfaat ya Moms.

Artikel Terkait