NEWBORN
24 Oktober 2017

Normal atau Bahaya, Apa Penyebab Bayi Mendengkur Saat Tidur?

Meski terlelap dengan nyenyak, Si Kecil kerap mendengkur saat tidur. Bahayakah?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh (ade.ryani)
Disunting oleh (ade.ryani)

Tidur bagi bayi merupakan salah satu waktu beristirahat dari kelelahan sekaligus membantu proses pertumbuhan bayi. Namun, ada kalanya Mama khawatir ketika melihat Si Kecil mendengkur saat tidur.

Sebenarnya mengapa bayi bisa mendengkur, apakah itu normal atau berbahaya?

Penyebab Bayi Mendengkur

Saat bayi sedang tidur, sering kali ditemui bayi yang memiliki suara napas layaknya orang dewasa yang sedang mendengkur. Bayi yang mendengkur sering kali dianggap sebagai hal wajar, bayi yang tidur mendengkur dianggap sebagai sebuah tanda bahwa tidurnya pulas dan memiliki kualitas yang baik.

Baca Juga: 5 Cara Mudah Atur Pola Tidur Bayi Baru Lahir Agar Tak Perlu Begadang

Pada umumnya bayi muda cenderung mengeluarkan suara saat bernapas. Hal tersebut disebabkan karena saluran pernapasan mereka masih sempit dan penuh dengan banyak cairan. Udara yang melewati genangan sekresi tersebut menyebabkan munculnya suara getaran, seperti suara dengkuran.

Tapi, tenang saja, Ma. Sebab lambat laun suara seperti mendengkur tersebut akan mereda seiring dengan pertumbuhan saluran pernapasan dan kemampuan menelan air liur.

Baca Juga: Lama Waktu Tidur yang Normal untuk Bayi 1-3 Bulan

Meskipun merupakan hal yang umum terjadi, mendengkur pada bayi terkadang merupakan petunjuk bahwa pernapasan bayi tidak lancar. Saat saluran pernapasan bayi terhambat, bayi harus bernapas lebih keras untuk memindahkan udara melewati penghambat yang ada. Kondisi tersebut menyebabkan munculnya suara mendengkur.

Bahaya Bayi Mendengkur Bagi Kesehatan

Seiring dengan pertumbuhan bayi, saluran pernapasannya akan semakin matang. Hal tersebut menjadikan bayi mendengkur mulai menghilang atau paling tidak mereda.

Saat masa-masa tumbuh gigi, suara mendengkur pada bayi berubah menjadi suara bergelembung dan menggelegak. Suara tersebut muncul karena meningkatkan produksi air liur.

Baca juga: Perhatikan Ini Saat Memilih Perlengkapan Kamar Tidur Anak

Cara Dokter Memastikan Dengkuran yang Berbahaya dan Tidak

Namun, jika usianya semakin bertambah dan suara dengkuran pada Si Kecil yang keras masih tetap berlanjut, mulailah untuk mencatat jurnal kesehatan. Catat suara pernapasan Si Kecil setiap hari.

Jika bayi mendengkur semakin parah hari demi hari, pastikan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Mendengkur sebenarnya jarang mengganggu pernapasan bayi, namun dokter bisa melakukan tes khusus yang disebut polysomnogram yang mencatat pola pernapasan bayi saat tidur.

Baca Juga: Ini Manfaat dan Cara Agar Bayi Tidur Nyenyak

Dokter akan terlebih dahulu memeriksa saluran hidung bayi untuk memastikannya tidak tersumbat dan tidak ada masalah dengan struktur saluran pernapasannya.

Terkadang septum hidung (tulang yang membagi dua nasal) menyebabkan penyumbatan sebagian dari salah satu lubang hidung. Bayi kemudian bernapas melalui hidung yang tidak terhalang. Septic yang menyimpang bisa menyebabkan suara mendengkur.

Bukan hanya itu, amandel yang membesar juga bisa menjadi penyebab umum mendengkur pada bayi yang sudah lebih besar, namun ini jarang terjadi pada bayi baru lahir. Dokter juga akan memeriksa tenggorokan bayi untuk memastikan tidak adanya kelainan struktural. Kemudian dokter akan memperhatikan bayi bernapas.

Beberapa bayi memiliki laryngomalacia yang menyebabkan munculnya suara saat bernapas. Dalam kondisi ini, tulang rawan yang biasanya membuat saluran pernapasan terbuka belum sepenuhnya matang.

Seiring dengan pertumbuhan bayi, struktur saluran pernapasan matang dan bersamaan dengan kondisi ini suara nyaring yang menyertainya akan berkurang. Kurang lebih saat usia bayi mencapai 6 bulan.

Gejala dari laryngomalacia adalah adanya kelainan struktural pada leher bayi, tepat di atas lubang dada yang agak kecil saat bayi menghirup. Sebagian besar bayi tidak memiliki masalah struktural ini.

Melihat penyebab bayi mendengkur yang beragam, mulai dari hal umum pada bayi baru lahir hingga gangguan kesehatan, Mama bisa berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter untuk memastikan cara menghilangkan dengkuran yang mungkin perlu dilakukan.

(RGW)

Artikel Terkait