2-3 TAHUN
23 Oktober 2020

Nutrisi Anak Kurang, atau Si Kecil GTM? Coba Atasi dengan Tips Dokter Anak Ini!

Apakah Si Kecil mengalami GTM?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Amelia Puteri

Pemenuhan nutrisi anak setiap hari tentunya penting untuk tumbuh kembang Si Kecil agar optimal. Tetapi, dalam beberapa kasus, Moms mungkin mengalami kesulitan untuk memberikan nutrisi yang cukup bagi Si Kecil.

Mulai dari anak melakukan GTM, anak yang aktif tetapi hanya makan sedikit, hingga susah makan sayur dan buah, merupakan beberapa dari masalah umum tentang nutrisi Si Kecil.

Jika Moms memiliki pertanyaan seputar masalah nutrisi anak, cari tahu penjelasan dari dokter anak berikut ini.

Masalah Nutrisi Anak untuk Tumbuh Kembang yang Optimal

nutrisi anak-2

Foto: Orami Photo Stock

Pada artikel "Expert Room" kali ini, akan membahas pertanyaan tentang tema "Nutrisi Anak" yang dijawab oleh dr. Andina Chrisnawati Rahardjo, Sp.A, M.Kes, Dokter Anak dan Konselor ASI OMNI Hospitals Alam Sutera, Tangerang Selatan.

Moms bisa membaca artikel Nutrisi Anak untuk Tumbuh Kembang Optimal (Part 2) di sini.

1. Ciri-ciri Anak yang Kurang Nutrisi

Anak kurang nutrisi menjadi salah satu problema umum tentang nutrisi anak. Menurut dr. Andina, sebenarnya ciri-ciri anak kurang nutrisi sangat bervariasi. Namun, tanda objektif dari gizi kurang atau malnutrisi bisa dilihat dari kurva pertumbuhan.

"Ciri-ciri anak kurang nutrisi sangat bervariasi. Bisa terlihat dari anak tidak aktif, lemas, dan perkembangannya tidak sesuai dengan usia. Tetapi tanda objektif dari gizi kurang atau malnutrisi pada anak dapat dilihat dari kurva pertumbuhan sesuai dengan usia dan jenis kelamin yang meliputi parameter berat badan, tinggi badan, serta lingkar kepala," jelas dr. Andina.

Apa yang sebaiknya Moms lakukan bila anak susah makan adalah mempraktekkan aturan makan dasar (basic feeding rules) dengan baik dan konsisten. Aturan makan tersebut meliputi:

  • Membuat pola makan yang teratur dengan jam-jam makan yang konsisten per harinya
  • Tidak boleh ada distraksi/gangguan apapun saat Si Kecil makan, contohnya menonton TV, menonton/bermain gadget, jalan-jalan). Anak harus fokus duduk dan makan
  • Dua jam sebelum makan, Moms tidak boleh memberikan makanan/minuman apapun agar lambung Si Kecil kosong dan siap makan.
  • Makan cukup 30 menit saja jangan terlalu lama, karena biasanya jika lebih dari 30 menit, Si Kecil sudah tidak mood dan tidak fokus untuk makan.

Baca Juga: Alami Keluhan Tentang Nutrisi Ibu Hamil? Cari Tahu Jawabannya Berikut Ini! (Part 1)

2. Kebutuhan Nutrisi Anak yang GTM

Tidak sedikit para Moms yang merasa Si Kecil kurang mau mengonsumsi makanan tertentu, baik itu anak yang tidak mau mengonsumsi sayur, buah, hingga tidak menyukai nasi.

Moms mungkin bertanya-tanya apakah kebutuhan nutrisi anak bisa terpenuhi jika Si Kecil tidak mengonsumsi makanan tertentu. Tetapi, penting dicatat bahwa kebutuhan nutrisi harian anak yang sehat harus seimbang.

"Kebutuhan nutrisi harian anak yang sehat dan seimbang harus meliputi karbohidrat, protein (terutama hewani), lemak, sayur atau buah. Jadi kebutuhan harian ini tidak bisa hanya dipenuhi dengan hanya mengkonsumsi sayur, buah dan daging," terang dr. Andina.

Jika, misalnya, Si Kecil tidak menyukai karbohidrat, ada pilihan karbohidrat lain yang tidak hanya sekadar beras/nasi saja, tetapi dapat diberikan kentang, roti, pasta, mie atau bihun.

"Jika anak GTM, poin utamanya tetap pada menjalankan aturan makan (basic feeding rules) untuk mengatasi masalah makan ini agar kebutuhan nutrisi harian anak terpenuhi dengan baik," lanjut dr. Andina.

Baca Juga: Masalah Umum Ibu Menyusui yang Sering Terjadi (Part 2)

3. Perlu atau Tidaknya Makanan atau Minuman Tambahan

Untuk Moms yang sudah merasa kebutuhan nutrisi harian anak tercukup, mungkin ingin tahu seberapa penting makanan atau minuman tambahan, misalnya seperti susu formula, dalam pemenuhan nutrisi anak.

Lebih lanjut, dr. Andina menjawab bahwa asupan susu tetap dibutuhkan dalam nutrisi harian Si Kecil.

"Susu tetap dibutuhkan dalam nutrisi harian anak. Karena susu merupakan sumber kalsium yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang. Tetapi, kebutuhan susu ini akan semakin berkurang seiring dengan bertambahnya usia anak," jelas dr. Andina.

Sementara, ada Moms yang bertanya mengenai penting atau tidaknya menggunakan butter atau mentega dalam makanan anak.

Menurut dr. Andina, meskipun butter adalah salah satu sumber lemak yang dibutuhkan anak setiap hari, tetapi bukan merupakan satu-satu nya komponen gizi yang diperlukan.

"Poin utamanya tetap pada melakukan basic feeding rules yang tepat, agar semua komponen nutrisi dapat terpenuhi dengan baik," kata dr. Andina.

Baca Juga: Seputar Permasalahan Berat Badan Bayi, Simak Moms!

4. Anak Kesulitan Makan Buah

Mengenai anak yang kesulitan mengonsumsi makanan tertentu, dr. Andina mengingatkan kembali bahwa asupan nutrisi anak per hari harus mencakup gizi yang seimbang.

"Nutrisi seimbang harus meliputi karbohidrat, protein (terutama hewani), lemak, serta sayur dan buah. Jika anak tidak mau mengonsumsi buah, maka orang tua harus tetap konsisten dan sabar memperkenalkan jenis-jenis makanan tertentu yang tidak disukai Si Kecil," kata dr. Andina.

Hal ini, karena anak terkadang mengalami food neophobia (ketakutan mencoba makanan baru), sehingga butuh berkali-kali bahkan terkadang sampai berpuluh kali untuk dipaparkan dengan makanan yang tidak disukai, agar anak mulai terbiasa dan mau makan makanan tersebut.

Perihal masalah anak yang makannya sedikit atau mengalami GTM, dr. Andina kembali mengingatkan tentang basic feeding rules dan mengevaluasi masalah makan anak, agar pola dan aturan makannya baik, sehingga nutrisi yang sehat dan seimbang dapat terpenuhi, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya.


Artikel ini merupakan kerjasama dengan OMNI Hospitals.

dr. Andina Chrisnawati Rahardjo, Sp.A, M.Kes adalah Dokter Anak dan Konselor ASI yang berpraktek di OMNI Hospitals Alam Sutera, Tangerang Selatan.

Jadwal Praktek:

  • Senin dan Rabu: 14.00 s/d 17.00 WIB
  • Selasa, Kamis dan Jumat: 13.00 s/d 17.00 WIB
  • Sabtu: 10.00 s/d 12.00 (dengan perjanjian)
Artikel Terkait