2-3 TAHUN
27 Oktober 2020

Si Kecil Makan Bubur Instan, Apa Dampaknya untuk Nutrisi Anak? Ini Kata Ahli!

Pastikan tumbuh kembang anak optimal!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Amelia Puteri

Penting bagi Moms untuk memberikan pola makan dan menyajikan makanan dengan gizi seimbang. Tetapi, hal ini bisa menjadi tantangan bagi beberapa orang tua.

Jika Moms merasa Si Kecil memiliki masalah nutrisi anak, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Moms bisa membaca artikel berikut dan mencari tahu jawaban yang dicari.

Masalah Nutrisi Anak untuk Tumbuh Kembang yang Optimal

nutrisi anak-1

Foto: Orami Photo Snack

Pada sesi "Expert Room" sebelumnya, dr. Andina Chrisnawati Rahardjo, Sp.A, M.Kes, Dokter Anak dan Konselor ASI OMNI Hospitals Alam Sutera, Tangerang Selatan, telah menjawab beberapa pertanyaan dari Moms mengenai "Nutrisi Anak."

Moms bisa membaca artikel Nutrisi Anak untuk Tumbuh Kembang Optimal (Part 1) di sini.

Kali ini, mari cari tahu kembali tentang masalah nutrisi anak yang mungkin sedang dialami Si Kecil.

1. Pemberian Makanan untuk Anak yang GTM

Banyak anak akan mengalami kondisi GTM atau gerakan tutup mulut pada usia yang berbeda-beda. Moms mungkin ingin mencari tahu seperti apa pemberian makanan yang sebaiknya dilakukan.

"Untuk anak yang susah makan, pada prinsipnya harus dijalankan basic feeding rules dulu agar pola makan anak baik," jawab dr. Andina.

Agar nutrisi anak tercukupi jika Si Kecil GTM, aturan makan atau basic feeding rules yang disebutkan oleh dr. Andina tersebut meliputi:

  • Membuat pola makan yang teratur dengan jam-jam makan yang konsisten per harinya
  • Tidak boleh ada distraksi/gangguan apapun saat Si Kecil makan, contohnya menonton TV, menonton/bermain gadget, jalan-jalan). Anak harus fokus duduk dan makan
  • Dua jam sebelum makan, Moms tidak boleh memberikan makanan/minuman apapun agar lambung Si Kecil kosong dan siap makan.
  • Makan cukup 30 menit saja jangan terlalu lama, karena biasanya jika lebih dari 30 menit, Si Kecil sudah tidak mood dan tidak fokus untuk makan.
  • Menu makanan bisa diberikan bervariasi dan sesuai dengan menu makanan keluarga yang di konsumsi sehari-hari saja karena anak >1 tahun sudah tidak perlu diberikan menu khusus lagi.

Baca Juga: Masalah Umum Ibu Menyusui yang Sering Terjadi (Part 1)

2. Menu untuk Anak yang Baru Mulai MPASI

Menurut dr. Andina, menu untuk pemenuhan nutrisi anak yang baru mulai MPASI sebaiknya sejak awal sudah diberikan menu lengkap yang mengandung karbohidrat, protein (hewani), lemak, sayur/buah.

"Jadi, tidak hanya diberikan menu tunggal seperti buah-buahan saja di awal MPASI. Alpukat untuk snack dapat diberikan sebagai salah satu komponen kebutuhan harian Si Kecil," terangnya.

3. Jam Maksimal Pemberian Makan pada Anak

Mungkin Moms pernah mengalami kondisi di mana Si Kecil ingin makan saat malam hari, atau bahkan tengah malam. Lalu, sebenarnya pada jam berapa batas maksimal pemberian makan pada anak?

Dokter Andina menjelaskan, bahwa untuk makan malam sebaiknya diberikan tidak melebihi jam 7 malam, karena diharapkan jam 8-9 malam anak sudah tidur.

"Hal ini berkaitan dengan hormon pertumbuhan yang bekerja sekitar jam 23.00-02.00. Dua jam sebelum hormon pertumbuhan bekerja, sebaiknya anak sudah tidur, sehingga hormon pertumbuhan dapat bekerja dengan baik," jelas dr. Andina.

Lebih lanjut, ia menerangkan jika pola makan anak dari segi kuantitas dan kualitasnya baik, biasanya anak tidak akan terbangun di malam hari karena kelaparan.

Baca Juga: Alami Keluhan Tentang Nutrisi Ibu Hamil? Cari Tahu Jawabannya Berikut Ini! (Part 1)

4. Pemberian Bubur Instan untuk Si Kecil

Dalam kondisi tertentu, Moms mungkin perlu memberikan bubur instan kepada anak. Tetapi, dengan memberikan bubur instan ini apakah nutrisi anak tercukupi?

Menurut dr. Andina, pemberian bubur bayi instan atau MPASI terfortifikasi dapat diberikan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak, yang disesuaikan dengan kategori usia (baik dari kebutuhan kalori maupun teksturnya).

"Kekurangan dari MPASI instan/terfortifikasi adalah kurang bervariasinya jenis makanan yang diberikan/diperkenalkan pada anak. Hal ini bisa menyebabkan gampang terjadi food neophobia," jelasnya.

Sehingga, disarankan untuk mengkombinasikan antara pemberian MPASI instan dengan homemade atau buatan sendiri.

Baca Juga: Seputar Permasalahan Berat Badan Bayi, Simak Moms!

5. Anak yang Tampak Lebih Besar dari Teman Sebayanya

Moms mungkin termasuk memiliki anak dengan ukuran tubuh yang lebih besar dari anak seusianya. Selain itu, nafsu makannya mungkin juga bisa lebih banyak dalam mengonsumsi nasi per harinya.

Menurut dr. Andina, untuk mengetahui status gizinya apakah masuk ke gizi lebih atau obesitas, perlu melihat dan diplotkan ke dalam kurva pertumbuhan sesuai dengan usia dan jenis kelamin.

"Tetapi jika dikembalikan pada basic feeding rules maka makan utama dengan komposisi lengkap (karbohidrat, protein, lemak, sayur/buah) diberikan 3 kali sehari diselingi dengan 2 kali kudapan/snacking," lanjut dr. Andina.

Jika Moms memiliki anak dengan jumlah porsi makan lebih banyak daripada anak lainnya dalam sehari, cara untuk menyiasatinya adalah dengan memberikan kudapan/snacking yang rendah kalori.

Misalnya seperti buah-buahan, menghindari sedentary life-style di mana anak lebih banyak berbaring serta bermain gadget atau menonton TV, dan meningkatkan aktivitas fisik atau kegiatan di luar ruangan sehingga anak akan teralihkan dari rasa lapar dan ingin makan.

Itu dia penjelasan mengenai permasalahan nutrisi anak. Semoga membantu ya, Moms!


Artikel ini merupakan kerjasama dengan OMNI Hospitals.

dr. Andina Chrisnawati Rahardjo, Sp.A, M.Kes adalah Dokter Anak dan Konselor ASI yang berpraktek di OMNI Hospitals Alam Sutera, Tangerang Selatan.

Jadwal Praktek:

  • Senin dan Rabu: 14.00 s/d 17.00 WIB
  • Selasa, Kamis dan Jumat: 13.00 s/d 17.00 WIB
  • Sabtu: 10.00 s/d 12.00 (dengan perjanjian)
Artikel Terkait