PROGRAM HAMIL
6 Juni 2020

Promil? Segera Ke Dokter Jika Alami Nyeri Haid Yang Seperti Ini

Ada yang intens dan terasa menusuk
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Reksita
Disunting oleh Dina Vionetta

Nyeri haid atau yang disebut dismenore memang cukup umum bagi perempuan. Akan tetapi, tidak semua nyeri haid itu merupakan hal yang wajar.

Pasalnya, beberapa nyeri haid bisa saja menjadi pertanda adanya kondisi medis serius. Bahkan mempengaruhi kesempatan Moms untuk hamil. Apa saja?

Nyeri Haid Saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

Pastikan Moms segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami nyeri haid saat promil yang seperti berikut ini:

1. Nyeri Haid Parah Disertai Dengan Perdarahan Hebat

Promil? Segera Ke Dokter Jika Alami Nyeri Haid Yang Seperti Ini 1

Foto: freepik.com

Menurut Christine Masterson, M.D., kepala bagian pelayanan anak dan wanita di Summit Medical Group di New Jersey, nyeri haid yang terasa menyakitkan dan disertai dengan perdarahan hebat dapat menjadi gejala fibroid rahim.

Sehingga, harus segera diperiksakan ke dokter.

“Pertumbuhan massa yang jinak ini di dinding rahim merupakan hal yang umum,” kata Masterson, seperti dikutip dari Summit Medical Group.

“Tetapi pertumbuhan ini juga bisa meluas ke seluruh permukaan lapisan rahim sehingga frekuensi kram dan perdarahan Anda selama menstruasi menjadi sangat intens.”

Baca Juga: Sakit Pinggang Saat Haid, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

2. Nyeri Yang Menusuk Hanya Di Satu Sisi Perut

Promil? Segera Ke Dokter Jika Alami Nyeri Haid Yang Seperti Ini 2

Foto: freepik.com

“Ini bisa jadi torsi ovarium atau kista ovarium yang pecah,” jelas Masterson.

Lebih lanjut, Masterson menjelaskan bahwa dalam kasus nyeri haid yang terasa tajam dan menusuk akibat torsi ovarium atau kista ovarium yang pecah, umumnya akan disertai pula dengan perdarahan hebat, mual, hingga muntah.

3. Nyeri Haid Dengan Perdarahan Hebat dan Berkepanjangan

Promil? Segera Ke Dokter Jika Alami Nyeri Haid Yang Seperti Ini 3

Foto: freepik.com

Menurut Healthline, nyeri haid saat promil yang seperti ini dapat menjadi indikasi adenomiosis.

Adenomiosis adalah penebalan rahim yang terjadi ketika jaringan endometrium yang melapisi rahim tumbuh di dalam otot-oto rahim.

Meskipun berada di luar rahim, jaringan ini terus berfungsi seperti biasanya sepanjang siklus menstruasi (menebal, luruh, dan keluar sebagai bagian dari darah menstruasi).

Sehingga menyebabkan rahim tumbuh hingga tiga kali lipat dari ukuran normalnya.

Adenomiosis sendiri tidak selalu menimbulkan gejala, tetapi dalam beberapa kasus dapat menyebabkan nyeri haid parah yang terus memburuk sepanjang periode menstruasi dan disertai perdarahan hebat yang berkepanjangan (selama berhari-hari).

Baca Juga: 7 Pola Makan Ini Dapat Membantu Mengurangi Nyeri Haid

3. Nyeri Haid Yang Muncul Perlahan Namun Konstan

Promil? Segera Ke Dokter Jika Alami Nyeri Haid Yang Seperti Ini 4

Foto: pexels.com

Jika Moms merasakan nyeri haid yang muncul secara perlahan namun terasa intens atau konstan, bisa jadi itu merupakan gejala penyakit radang panggul.

Healthline menyebutkan bahwa penyakit radang panggul adalah infeksi bakteri pada organ reproduksi wanita.

Biasanya, disebabkan oleh infeksi menular seksual seperti klamidia dan gonore. Meskipun infeksi lain yang tidak ditularkan secara seksual juga dapat menjadi penyebabnya.

Adapun gejala umum lainnya dari penyakit radang panggul termasuk nyeri panggul, nyeri saat berhubungan intim, perdarahan selama atau setelah berhubungan intim, keputihan yang berbau tidak sedap, sensasi terbakar saat buang air kecil, demam, dan spotting di antara dua siklus menstruasi.

4. Nyeri Haid Yang Tidak Tertangani Oleh Obat-obatan

Promil? Segera Ke Dokter Jika Alami Nyeri Haid Yang Seperti Ini 5

Foto: pexels.com

Ini bisa jadi merupakan gejala dari endometriosis.

“Sindrom pra-menstruasi atau PMS umumnya terasa lebih buruk dalam dua minggu sebelum menstruasi, tetapi nyeri karena endometriosis biasanya semakin memburuk selama periode menstruasi,” kata Amanda Ecker, M.D., spesialis OB / GYN dan ahli endometriosis di OHSU Hospital, seperti dikutip dari OHSU.edu.

“PMS biasanya menyebabkan gejala suasana hati seperti mudah marah, cemas, dan kelelahan. Ciri khas endometriosis adalah rasa sakit yang teramat sangat.”

Sementara gejala lain yang menyertai nyeri haid parah pada wanita dengan endometriosis termasuk nyeri pada perut bagian bawah dan dispareunia, sebagaimana disebutkan dalam sebuah studi yang diterbitkan di Yanago Acta Medica.

Peneliti dari studi tersebut juga menemukan bahwa hampir dari setengah peserta dengan endometriosis juga melaporkan ketidakmampuan mereka untuk hamil.

Baca Juga: 7 Manfaat Kunyit Asam Selain untuk Nyeri Haid

5. Nyeri Haid Parah dan Menstruasi Tidak Teratur

Promil? Segera Ke Dokter Jika Alami Nyeri Haid Yang Seperti Ini 6

Foto: pexels.com

Nyeri seperti ini bisa jadi merupakan gejala dari stenosis serviks.

Dikutip dari MSD Manual, stenosis serviks umumnya tidak menimbulkan gejala. Namun sebelum menopause, stenosis serviks bisa saja menyebabkan menstruasi yang abnormal seperti siklus menstruasi yang tidak teratur hingga tidak menstruasi, nyeri haid yang parah, dan perdarahan abnormal.

Stenosis serviks terkadang juga menyebabkan infertilitas karena sperma tidak dapat melewati serviks untuk membuahi sel telur.

Jika penderitanya mengalami gejala hematometra atau piometra, nyeri yang yang muncul biasanya disertai pula dengan pembesaran rahim. Sehingga penderitanya dapat merasakan adanya benjolan di daerah panggul.

Itulah beberapa nyeri haid saat promil yang patut Moms waspadai. Segera hubungi dokter jika Moms mengalami nyeri seperti yang disebutkan di atas.

Baca Juga: Nyeri Saat Haid, Kenali Tipe Dismenore

Artikel Terkait