PERNIKAHAN & SEKS
6 Maret 2019

Nyeri Saat Berhubungan Seks, Mungkin Saja Terkena 3 Penyakit Kelamin Ini

Jangan anggap remeh rasa nyeri!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina
Disunting oleh Dina

Melakukan hubungan seks adalah hal yang diharapkan akan menyenangkan. Tapi bagaimana jika merasa nyeri saat berhubungan seks?

Selain dapat mengganggu keromantisan, nyeri yang dirasakan saat berhubungan seks bisa jadi menjadi penyakit kelamin.

Untuk itu, Moms wajib mengetahui berbagai macam risiko jika mengalami nyeri saat berhubungan seks. Apa saja ya?

1. Infeksi Vagina

muncul nyeri saat melakukan seks 01

Foto: twitter.com

Nyeri saat berhubungan seks bisa jadi tanda bahwa organ intim mengalami infeksi virus atau bakteri.

Selain merasakan nyeri saat berhubungan seks, biasanya vagina juga akan mengeluarkan bau yang cukup menyengat.

Rasa gatal dan terbakar biasanya juga dirasakan jika seseorang mengalami infeksi vagina.

Infeksi akibat virus, bakteri atau jamur ini harus segera diatasi apalagi Moms mengalami berbagai gejala lainnya.

Gejala yang patut diwaspadai antara lain keputihan yang berubah warna.

Baca Juga: Hal yang Wajib Diketahui Seputar Seks Setelah Keguguran

Selain berubah pada warna, Moms akan merasakan bau yang berbeda dan cairan yang keluar juga lebih banyak.

Moms juga akan merasa gatal dan pegal di area vagina. Rasa terbakar juga mungkin Moms rasakan ketika sedang buang air kecil.

Segera hubungi dokter jika Moms merasakan gejala penyakit kelamin ini ya!

2. Pelvic Inflammatory Disease (Penyakit Radang Panggul)

muncul nyeri saat melakukan seks 02

Foto: medicalnewstoday.com

Menurut The American College of Obstetricians and Gynecologists, penyakit radang panggul merupakan infeksi yang terjadi pada sistem reproduksi perempuan yang bisa menyerang rahim, ovarium, saluran tuba serta leher rahim.

Penyakit organ intim ini bisa disebabkan oleh bakteri yang identik dengan penyakit kelamin seperti klamidia atau gonore.

Nah, apa saja ya gejala dari penyakit radang panggul ini? Moms mungkin mengalami nyeri pada bagian bawah dan panggul.

Cairan yang keluar dari vagina cenderung banyak dan mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Pada level yang parah, Moms mungkin mengalami pendarahan meski tidak menstruasi.

Yang pasti Moms akan merasakan nyeri saat berhubungan seks.

Moms juga mungkin mengalami demam dan menggigil serta rasa nyeri muncul saat buang air kecil.

Maka jika Moms mengalami gejala di atas, segera menghubungi dokter.

Sebab, dampaknya bisa jadi Moms akan susah hamil atau mengalami rasa nyeri di daerah panggul yang terjadi terus menerus.

Namun, gejala di atas mungkin saja menjadi gejala penyakit lain seperti radang usus buntu atau kehamilan ektopik.

Apapun itu Moms tetap perlu mendapatkan penanganan medis yang lebih serius.

Baca Juga: 5 Olahraga yang Meningkatkan Gairah Seks Ini Patut Dicoba Bersama Pasangan

3. Endometriosis

muncul nyeri saat melakukan seks 03

Foto: centralillinoisproud.com

Nyeri saat berhubungan seks bisa jadi gejala endometriosis.

Menurut Nivin Todd, MD, penyakit ini terjadi ketika ada jaringan yang biasanya ada di dalam rahim kemudian tumbuh di bagian lain.

Biasanya menempel pada saluran tuba, ovarium, bagian luar rahim, usus atau bagian lainnya.

Nah, ketika adanya perubahan hormon selama menstruasi maka jaringan ini akan rusak dan menyebabkan rasa nyeri berlebihan.

Hal ini akan menyebabkan jaringan menjadi menempel pada bagian tubuh sehingga berdampak pada ketidak suburan.

Gejala yang paling umum terjadi adalah nyeri menstruasi yang berlebihan.

Maka, Moms jangan anggap enteng rasa nyeri yang timbul saat menstruasi.

Baca Juga: Sudah Lama Menikah, Coba 5 Posisi Seks Ini untuk Mengembalikan Gairah

Selain juga merasakan nyeri saat seks, endometriosis juga menyebabkan rasa nyeri saat ingin buang air kecil maupun besar.

Kadang-kadang rasa nyeri juga muncul pada area panggul dan punggung di bagian bawah.

Namun, kondisi ini bahkan tidak mengeluarkan gejala sama sekali.

Apakah Moms termasuk yang mengalami nyeri saat berhubungan seks?

Waspadai deretan sakit organ intim yang rawan mengarah ke penyakit kelamin di atas ya, Moms.

(GSA)

Artikel Terkait