3-12 BULAN
6 Oktober 2020

14 Obat Tradisional Pneumonia pada Bayi dan Balita

Mencoba obat tradisional sebagai pendamping obat medis bukan hal yang salah
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Intan Aprilia

Kata pneumonia berarti "infeksi paru-paru". Meskipun infeksi semacam itu sangat berbahaya pada generasi sebelumnya atau terdahulu, saat ini kebanyakan bayi, balita dan anak-anak dapat pulih dengan mudah jika mereka mendapat perhatian medis yang cepat dan tepat.

Sebagian besar kasus pneumonia berupa infeksi saluran pernapasan atas yang disebabkan virus.

Biasanya, virus yang menyebabkan infeksi ini adalah virus pernapasan syncytial, influenza, parainfluenza, dan adenovirus yang menyebar ke dada dan menghasilkan pneumonia di sana. Akan tetapi, pneumonia juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri.

Beberapa di antaranya menyebar dari orang ke orang melalui batuk atau melalui kontak langsung dengan air liur atau lendir orang yang terinfeksi.

Selain itu, jika infeksi virus telah melemahkan sistem kekebalan anak, bakteri mungkin mulai tumbuh di paru-paru dan menambah infeksi baru.

Bayi, balita dan anak-anak tertentu yang pertahanan kekebalan atau paru-parunya melemah karena penyakit lain, seperti fibrosis kistik, kelainan pada sistem kekebalan atau kanker atau menjalani kemoterapi, lebih mungkin terserang pneumonia.

Tidak hanya itu, anak lainnya yang saluran udara atau paru-parunya tidak normal, juga mungkin memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena pneumonia.

Baca Juga: Seberapa Aman Obat Tradisional Menurut Dokter?

Obat Tradisional Pneumonia pada Bayi dan Balita

Berikut adalah obat tradisional pneumonia pada bayi dan balita:

1. Minum ASI

Obat Tradisional Pneumonia pada Bayi, minum asi

Foto: Orami Photo Stock

Untuk bayi di bawah 6 bulan yang belum boleh mengonsumsi apapun, Moms hanya harus terus memberinya ASI atau susu formula untuk asupan energinya.

Minum banyak cairan sangat dianjurkan jika bayi Moms menderita pneumonia, tentu saja selain obat-obatan yang mungkin diresepkan oleh dokter.

Namun, Moms bisa mencoba sebuah terapi untuk meringankan pnemumonia pada bayi Moms, salah satunya adalah terapi uap.

Moms hanya perlu menyalakan shower di kamar mandi Moms dan membiarkannya menguap.

Lalu taruh atau gendong bayi Moms dekat dengan uap tersebut agar dia bisa menghirup uap dan panas tersebut dengan nyaman.

Moms bisa menutup pintu kamar mandi atau menggunakan tirai jika kamar mandi terlalu besar dan tidak mengeluarkan uap.

Balik badan bayi yang Moms pangku dan beri ganjalan kain sehingga ada alas jika dia muntah.

Dengan menggunakan tangan yang ditangkupkan, tepuk punggung bayi dengan perlahan tanpa menyakitinya tetapi juga tetap bertenaga. Beristirahatlah, lalu lakukan lagi.

Usahakan untuk menepuk di seluruh area dada atau paru-paru, depan, belakang, dan samping.

Lakukan sembari tetap berada di area uap setidaknya selama sepuluh menit. Ini akan membantu bayi Moms memuntahkan lendir dari paru-parunya.

Jadi, tidak ada obat tradisional pneumonia bayi, tapi bila Si Kecil sudah masuk usia balita, baru Moms bisa memberikan obat tradisional sebagai pendukung pengobatan dari dokter.

Baca Juga: Mari Mencegah Pneumonia Bayi Lewat Pemberian ASI Seperti Ini!

2. Biji-bijian

Makan sehat diketahui dapat mencegah penyakit jantung dan kanker. Akan tetapi penelitian saat ini menunjukkan itu juga meningkatkan kesehatan pernapasan yang baik.

Kandungan karbohidrat dalam biji-bijian seperti quinoa, beras merah, oat, barley mampu menambah energi pada tubuh Si Kecil.

Vitamin B di dalamnya membantu produksi energi dan menjaga suhu tubuh tetap terkendali.

Mineral selenium yang ada dalam biji-bijian ini memperkuat sistem kekebalan tubuh anak Moms yang sedang melawan virus atau bakteri dari pneumonia yang dialaminya.

Gandum, kacang-kacangan, dan makanan biji-bijian lainnya mampu mengatasi kondisi-kondisi darurat tersebut, termasuk sebagai obat tradisional pneumonia.

Dikutip dari Express.co.uk, diketahui bahwa penyakit paru-paru adalah penyebab utama kematian ketiga di seluruh dunia dan lebih dari tiga juta orang di Inggris mengidapnya, meskipun sebagian besar tidak terdiagnosis.

"Makanan umum dengan biji-bijian adalah roti dan pasta gandum, gandum gulung, dan popcorn. Setiap orang harus makan tiga porsi sehari," kata ahli gizi asal Inggris, Juliette Kellow, dilansir dari Express.

3. Makanan Tinggi Protein

Obat Tradisional Pneumonia pada Bayi dengan makan salmon

Foto: Orami Photo Stock

Pola makan yang kaya protein sudah pasti sangat bermanfaat bagi Si Kecil yang menderita pneumonia.

Makanan seperti kacang-kacangan, biji-bijian, buncis, daging putih, dan ikan air dingin seperti salmon dan sarden memiliki sifat anti-inflamasi.

Makanan ini juga mampu memperbaiki jaringan yang rusak dan membangun jaringan baru di dalam tubuh.

4. Sayuran Hijau

Sayuran berdaun seperti kangkung, selada, bayam dikemas dengan nutrisi yang dapat menjadi obat tradisional pneumonia.

Mereka mengandung antioksidan yang melindungi tubuh dari agen infeksi.

Jadi tetap berikan balita Moms sayuran hijau untuk makannya meskipun dia kurant berselera.

Baca Juga: 5 Snack Sehat dari Sayuran dan Buah, Enak Lho!

5. Air Mineral

Obat Tradisional Pneumonia pada Bayi, minum air mineral

Foto: Orami Photo Stock

Kebutuhan air yang terpenuhi membantu balita Moms dapat mencerna makanan dengan baik dan menjaga mulut, hidung, dan mata tetap lembap. Ini mencegah gesekan dan kerusakan. Air minum juga menjaga kebersihan mulut.

Dikutip dari Medical News Today, air juga membantu penyebaran oksigen ke berbagai bagian tubuh dan menghindari dehidrasi dapat memengaruhi struktur dan fungsi otak.

Dehidrasi yang berkepanjangan dapat menyebabkan masalah dengan pemikiran dan penalaran.

Tidak hanya air tetapi cairan lain seperti jus membantu melonggarkan lendir dari paru-paru.

Mereka mengeluarkan racun berbahaya dan membantu menyingkirkan partikel asing yang menyebabkan penyumbatan pada saluran pernapasan.

Moms hanya perlu memilah buah-buahan yang baik dikonsumsi saat balita Moms batuk.

6. Buah Citrus

Buah citrus yang kaya vitamin C seperti jeruk, berry, kiwi membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan dengan demikian bisa menjadi obat tradisional pneumonia bagi buah hati.

Buah-buah ini juga mengandung antioksidan yang melindungi tubuh dari zat asing.

Sebuah data nutrisi menunjukkan, satu buah jeruk berukuran sedang, dapat memenuhi semua kebutuhan vitamin C Moms dalam sehari.

Buah jeruk juga memiliki sejumlah vitamin dan mineral lain yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi dengan baik, termasuk vitamin B, kalium, fosfor, magnesium, dan tembaga.

Selain itu, buah ini kaya akan senyawa tumbuhan yang memiliki berbagai manfaat kesehatan, termasuk efek antiinflamasi dan antioksidan.

Senyawa ini mencakup lebih dari 60 jenis flavonoid, karotenoid, dan minyak esensial, dimana itu semua bertanggung jawab atas banyak manfaat kesehatan buah jeruk.

Baca Juga: Ini 5 Jenis Buah Berry untuk Camilan Balita

7. Teh Jahe Kunyit

teh jahe dan kunyit sebagai obat tradisional pneumonia pada bayi

Foto: Orami Photo Stock

Batuk yang terus-menerus bisa menyebabkan nyeri dada pada balita Moms.

Beri mereka teh hangat yang dibuat dengan jahe segar atau akar kunyit dapat membantu mengurangi rasa sakit ini.

Akar dari kedua tanaman ini dapat memiliki efek anti inflamasi alami pada tubuh.

Potong seukuran ibu jari masing-masing akar tersebut dan rebus dalam satu liter air atau lebih.

Jika lebih suka teh kental, Moms bisa merebusnya lebih lama atau menambahkan lebih banyak akarnya. Namun, rasanya pasti tidak disukai oleh anak-anak.

Jadi jika rasanya terlalu tajam dan balita Moms tidak suka, maka coba tambahkan satu sendok madu.

8. Tea Tree Oil dan Minyak Kayu Putih

Tea tree oil dan minyak kayu putih bersifat antibakteri dan bisa dijadikan obat tradisional luar untuk pneumonia.

Ini berarti mereka memiliki kemampuan untuk melawan kuman dan bakteri penyebab pneumonia.

Sementara itu, minyak kayu putih dapat meredakan hidung mampet hanya dengan aromanya yang kuat sehingga memecah lendir di paru-paru.

Moms bisa menggunakan campuran tea tree oil dan minyak kayu putih dengan air rebusan yang baru mendidih.

Lalu bayi atau balita Moms dapat menghirup uapnya dan lakukan ini tiga kali sehari.

Moms juga juga bisa membuat olesan untuk dada balita Moms dengan mencampurkan beberapa tetes setiap minyak dengan satu sendok makan minyak kelapa atau almond. Gosokkan minyak tersebut ke leher balita Moms dan biarkan semalaman.

Baca Juga: Ternyata Mengoleskan Minyak Kayu Putih pada Balita Berisiko pada Kesehatan

9. Bawang Putih

bawang putih untuk mengobati pneumonia pada bayi

Foto: Orami Photo Stock

Bawang putih adalah bahan herbal alami yang diketahui dapat membunuh bakteri, virus, dan parasit yang menyebabkan pneumonia.

Ditambah lagi, bawang putih mengandung allicin. Allicin adalah antivirus dan antibakteri yang membantu melawan penyakit dan memperkuat sistem kekebalan.

Gunakan bawang putih dalam membuat makanan balita Moms, sehingga bisa membantu meredakan pneumonia yang dideritanya.

10. Astragalus

Astragalus juga dikenal dengan sebutan Huáng Qí. Tumbuhan yang biasa menjadi salah satu bahan obat tradisional China ini mampu memperkuat sistem kekebalan dengan meredakan peradangan di dalam paru-paru.

Moms bisa mencoba menggunakan astragalus saat memasak seperti bahan natural lainnya.

Namun, konsultasikan dengan dokter anak Moms sebelum menggunakan bahan ini untuk informasi manfaatnya lebih lanjut.

Baca Juga: 7 Manfaat Bawang Putih Tunggal untuk Kesehatan

11. Madu Lemon

madu lemon untuk pengobatan pneumonia pada bayi

Foto: Orami Photo Stock

Kombinasi madu dan lemon adalah obat tradisional untuk mengobati batuk dan telah mendapatkan kredibilitas yang cukup dalam komunitas medis.

Secara individual, setiap ramuan memiliki kekuatannya sendiri untuk mengobati batuk dan bila digunakan dalam kombinasi, manfaatnya berlipat ganda dan memberikan hasil yang terjamin.

World Health Organization merekomendasikan madu sebagai penghilang rasa sakit yang paling efektif dalam pengobatan batuk karena komposisi kimia dan nutrisinya.

Madu mengandung sifat antibakteri yang membantu menyingkirkan bakteri penyebab batuk berbahaya.

Kehadiran nutrisi dalam madu membantu memperbaiki dan merangsang pertumbuhan jaringan.

Nutrisi ini juga berfungsi sebagai antioksidan dan menghilangkan radikal bebas berbahaya dari tubuh.

Sementara vitamin C pada lemon dikenal membantu tubuh membangun sistem kekebalan.

Antioksidan membantu dalam memperbaiki dan mencegah kerusakan sel karena lemon memiliki sifat antibakteri dan antivirus yang kuat.

Manisnya madu merangsang kelenjar ludah dan memicu keluarnya lendir melalui saluran udara.

Selain itu, efek antimikroba dan antioksidan dari madu membatasi pembentukan lendir lebih lanjut, sehingga memberikan kelegaan total dari batuk. Di sisi lain, lemon membantu meningkatkan kekebalan terhadap infeksi ini.

Ketika balita Moms meminum ramuan air panas, lemon dan madu, maka kombinasi minuman ini mampu mengencerkan lendir, menenangkan tenggorokan, dan membersihkan saluran udara yang mengiritasi.

12. Air Garam

Berkumur dengan air garam dapat membantu menghilangkan sebagian lendir di tenggorokan dan meredakan iritasi akibat pneumonia.

Moms hanya perlu melarutkan 1/4 hingga 1/2 sendok teh garam ke dalam segelas air hangat.

Minta balita Moms berkumur dengan campuran tersebut selama 30 detik dan membuangnya.

Ulangi setidaknya tiga kali setiap hari untuk hasil yang maksimal.

Baca Juga: Riset Membuktikan, Berkumur dengan Air Garam Bisa Mengurangi Sakit Gigi Akibat Gusi Bengkak!

13. Teh Peppermint Panas

teh peppermint bisa mengobati pneumonia pada bayi

Foto: Orami Photo Stock

Peppermint juga dapat membantu meredakan iritasi dan mengeluarkan lendir.

Itu karena bahan herbal ini terbukti bekerja sebagai dekongestan, anti-inflamasi, dan pereda nyeri.

Jika Moms tidak memiliki teh peppermint, Moms bisa membeli teh pappermint yang siap guna atau instan.

Namun jika Moms memiliki peppermint segar, Moms dapat dengan mudah membuat teh sendiri menggunakan jenis mint apa saja.

Untuk m,embuat teh pappermint segar ini Moms hanya perlu mencuci dan memotong daun mint segar dan letakkan di dalam cangkir atau teko. Tambahkan air mendidih dan biarkan selama sekitar lima menit.

Saring dan sajikan dengan lemon, madu, atau susu agar balita Moms menyukainya.

14. Sup Panas

Sup panas tidak hanya menjadi ladang gizi bagi balita Moms.

Makanan ini juga dapat membantu mengisi kembali cairan vital tubuh balita Moms yang sedang terserang infeksi.

Moms hanya perlu menggunakan bahan-bahan natural di atas dan mencampurnya dengan kaldu ayam, daging atau ikan serta sayuran hijau lainnya untuk memperlengkap kebutuhan gizi mereka yang sedang tidak sehat.

Baca Juga: 3 Variasi Resep Sup Ayam untuk Balita Yang Sedang Selesma dan Demam

Pneumonia pada Bayi dan Balita

pneumonia pada bayi

Foto: Orami Photo Stock

Dikutip dari American Academy of Pediatrics, karena sebagian besar bentuk pneumonia terkait dengan infeksi virus atau bakteri yang menyebar dari orang ke orang, maka pneumonia paling sering terjadi saat cuaca sedang dingin.

Pneumonia biasa terjangkit ketika anak-anak menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan untuk berhubungan dekat dengan orang lain.

Seperti kebanyakan infeksi lainnya, pneumonia biasanya disertai gejala demam yang pada selanjutnya dapat menyebabkan berkeringat, menggigil, kulit memerah, dan rasa tidak nyaman secara umum.

Bayi dan balita Moms juga mungkin kehilangan nafsu makan dan tampak kurang energik dari biasanya.

Tidak hanya itu, mereka akan tampak pucat dan lemas, dan bahkan lebih sering menangis dari biasanya.

Secara umum pneumonia dapat menyebabkan kesulitan bernapas atau ritme napas yang cepat disertai nyeri pada bagian dada, batuk, dan lubang hidung melebar.

Warna kebiruan pada bibir atau kuku juga bisa terlihat, ini disebabkan oleh penurunan oksigen dalam aliran darah.

Sayangnya, bayi atau balita Moms tidak dapat memberi tahu saat dia sulit bernapas dan mereka bahkan tidak dapat dengan sengaja mengeluarkan lendir di tenggorokan dan paru-parunya.

Baca Juga: 7 Makanan Terbaik untuk Balita Penderita Pneumonia, Catat!

Akhirnya, anak-anak akan dibiarkan untuk batuk karena metode ini cukup efektif untuk membersihkan paru-paru mereka dari lendir yang sangat dalam.

Meskipun diagnosis pneumonia biasanya dapat dibuat berdasarkan tanda dan gejala, rontgen dada terkadang diperlukan untuk memastikan dan untuk menentukan sejauh mana keterlibatan paru-paru.

Bila pneumonia disebabkan oleh virus, biasanya tidak ada pengobatan khusus selain istirahat dan tindakan pengendalian demam yang biasa dilakukan.

Pereda batuk yang mengandung codeine atau dekstrometorfan tidak boleh digunakan, karena pada kondisi ini batuk diperlukan untuk membersihkan sekresi berlebihan yang disebabkan oleh infeksi.

Pneumonia virus biasanya membaik setelah beberapa hari, meskipun batuk dapat berlangsung selama beberapa minggu. Biasanya, tidak diperlukan pengobatan untuk hal tersebut.

Karena seringkali sulit untuk mengetahui apakah pneumonia disebabkan oleh virus atau bakteri, dokter anak Moms mungkin meresepkan antibiotik. Semua antibiotik harus dikonsumsi sesuai resep dan dosis khusus yang direkomendasikan.

Moms mungkin tergoda untuk menghentikannya lebih awal, tetapi Moms tidak boleh melakukannya.

Bayi atau balita Moms akan merasa lebih baik setelah beberapa hari, tetapi beberapa bakteri mungkin tetap ada dan infeksi mungkin kembali kecuali seluruh proses pengobatan selesai.

Baca Juga: Jangan Sembarangan, Begini Cara Tepat Turunkan Demam Bayi

Jika infeksi bayi atau balita Moms semakin parah, seperti tetap demam lebih dari beberapa hari meski sudah menggunakan antibiotik, kesulitan bernapas, dan ada gejala infeksi di tempat lain seperti muntah, leher kaku, atau nyeri sendi, maka konsultasi dengan dokter harus kembali dilakukan.

Namun, selain itu Moms juga bisa mencoba obat tradisional pneumonia bayi dan balita seperti makanan atau minuman yang berasal dari bahan-bahan natural atau herbal dan juga penggunaannya untuk obat atau treatment luar.

Artikel Terkait