BAYI
26 Maret 2020

Omfalokel Pada Bayi, Apa Bedanya dengan Gastroskisis?

Lubang berada di tali pusar bayi
Artikel ditulis oleh Reksita
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Gastroskisis adalah kondisi di mana terdapat lubang di dinding perut bayi. Melalui lubang ini, usus (terkadang organ dalam lainnya) menonjol keluar perut.

Namun, istilah ini hanya berlaku jika lubang berada di sisi pusar. Sementara jika lubangnya justru berada di pusar, UNC Department Of Obstetrics & Gynecology menyebutkan bahwa kondisi tersebut disebut omfalokel.

Apa bedanya omfalokel pada bayi dengan gastroskisis?

Apa itu Omfalokel Pada Bayi?

Omfalokel Pada Bayi, Apa Bedanya dengan Gastroskisis? 1

Foto: women.texaschildrens.org

Stanford Children menjabarkan istilah omfalokel sebagai cacat lahir yang terjadi ketika janin masih berkembang selama kehamilan. Dalam kondisi ini, beberapa organ dalam bayi keluar melalui lubang di otot perut, tempat tali pusar berada. Organ-organ tersebut biasanya ditutupi oleh membran tipis dan bening (tembus pandang).

Omfalokel mungkin berukuran kecil dengan hanya sebagian usus yang keluar. Namun, bisa saja berukuran besar dengan sebagian besar organ dalam berada di luar perut. Ini bisa termasuk usus, hati, dan limpa.

Rongga perut bayi dengan cacat lahir ini kemungkinan juga terlalu kecil karena tidak terbentuk sebagaimana mestinya di dalam kandungan.

Baca Juga: 4 Masalah Pencernaan yang Paling Sering Diderita Bayi

Apa Penyebab Omfalokel Pada Bayi?

Omfalokel Pada Bayi, Apa Bedanya dengan Gastroskisis? 2

Foto: romper.com

Penyebab pasti omfalokel pada sebagian besar bayi tidak dapat diketahui. Para dokter dan ahli hanya menemukan bahwa cacat lahir ini terjadi karena organ dan otot perut bayi tidak terbentuk sebagaimana mestinya selama masa kehamilan.

“Meskipun tidak ada faktor risiko genetik atau lingkungan yang diketahui, wanita hamil di atas 35 tahun memiliki risiko lebih besar untuk memiliki bayi dengan cacat lahir ini,” kata Dr. Benjamin Padilla, ahli bedah anak di University of California San Faransisco’s Benioff Children’s Hospital, seperti dikutip dari Fox News.

“Omfalokel juga dikaitkan dengan kelainan kromosom lain seperti trisomi 13, 18 dan 21, atau down sindrome. Tetapi ini lebih sering terjadi pada bayi dengan omfalokel kecil.”

Baru-baru ini, Centers for Disease Control and Prevention telah melaporkan temuan penting tentang beberapa faktor yang juga diduga menjadi faktor risiko omfalokel, yaitu:

Konsumsi alkohol dan merokok lebih dari 1 bungkus per hari selama masa kehamilan. Mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti inhibitor serotonin reuptake selektif (SSRI) selama hamil. Mengalami obesitas sebelum atau selama hamil.

Baca Juga: 3 Jenis Spina Bifida, Cacat Lahir pada Tulang Belakang

Bagaimana Omfalokel Pada Bayi Didiagnosis?

Omfalokel Pada Bayi, Apa Bedanya dengan Gastroskisis? 3

Foto: todaysparent.com

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), omfalokel dapat didiagnosis selama kehamilan atau setelah bayi lahir.

Selama kehamilan, ada tes skrining prenatal untuk memeriksa cacat lahir dan kondisi lainnya pada janin. Omfalokel mungkin menghasilkan hasil abnormal pada tes skrining darah, serum atau mungkin terlihat selama USG.

Dalam beberapa kasus, omfalokel mungkin tidak didiagnosis sampai setelah bayi lahir. Pasalnya, omfalokel dapat terlihat secara kasat mata segera saat proses kelahiran.

Baca Juga: Polidaktili, Kelainan yang Sebabkan Bayi Lahir dengan Lebih dari 5 Jari

Bagaimana Pengobatan Omfalokel Pada Bayi?

Omfalokel Pada Bayi, Apa Bedanya dengan Gastroskisis? 4

Foto: mattandcarriemiley.blogspot.com

Dalam laman Medline Plus dikatakan bahwa omfalokel umumnya diperbaiki melalui tindakan operasi. Membran yang melindungi isi perut dan memungkinkan timbulnya masalah lain yang lebih serius (seperti cacat jantung) akan ditangani terlebih dahulu, jika perlu.

Untuk memperbaiki omfalokel, membran ditutupi dengan bahan khusus yang kemudian dijahit di tempat untuk membentuk apa yang disebut silo. Saat bayi tumbuh dari waktu ke waktu, organ yang keluar akan didorong ke dalam perut. Ketika omfalokel dapat dengan nyaman masuk ke dalam rongga perut, silo diangkat dan perut ditutup.

Baca Juga: 4 Masalah Perut Bayi yang Paling Sering Dialami, Apa Saja?

Terkadang, omfalokel sangat besar sehingga tidak dapat ditempatkan kembali ke dalam rongga perut bayi. Dalam kasus ini, kulit di sekitar omfalokel tumbuh dan akhirnya menutupi omfalokel. Otot-otot perut dan kulit kemudian dapat diperbaiki ketika anak sudah lebih tua untuk mendapatkan hasil kosmetik yang lebih baik.

Omfalokel pada bayi mungkin membutuhkan perawatan jangka panjang. Bayi bisa saja mengalami masalah pencernaan, buang air besar, dan infeksi. Konsultasikan dengan dokter mengenai saran perawatan yang terbaik.

Artikel Terkait