NEWBORN
15 Februari 2020

Omphalitis, Infeksi Tali Pusat yang Berbahaya Bagi Bayi

Jaga kebersihan Si Kecil agar terhindar dari infeksi tali pusat ini Moms
Artikel ditulis oleh Fia
Disunting oleh Intan Aprilia

Apakah sebelumnya Moms pernah mendengar istilah Omphalitis? Ini adalah infeksi yang terjadi pada tali pusat bayi yang bisa saja membahayakan Si Kecil.

Walaupun infeksi ini sangat jarang terjadi, Moms bisa mempelajari bagaimana infeksi tersebut berkembang dan apa yang harus dilakukan untuk memastikan Si Kecil tetap aman.

Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang lahir prematur dan bayi yang memiliki berat badan lahir rendah, memiliki risiko tinggi untuk mengalami omphalitis.

Hal itu karena infeksi yang berkembang lebih pesat karena sistem kekebalan tubuh yang lemah dan belum sempurna.

Baca Juga: Suntik Vitamin K pada Bayi Baru Lahir, Apa Manfaatnya?

Praktisi Perawat anak Tracy Burton mengatakan, penting bagi Moms untuk menjaganya tetap kering dan bersih. Meski ada dokter yang memberitahukan untuk membersihkan pangkal tali pusat dengan alkohol, namun itu tidak lagi direkomendasikan.

“Itu malah akan mengiritasi kulit dan bahkan memperlama penyembuhan. Sebagai gantinya, bersihkan area tersebut dengan air dan sabun lembut dan menepuknya dengan kain bersih yang lembut,” katanya.

Penyebab Infeksi Tali Pusat Omphalitis

Omphalitis, Infeksi Tali Pusat yang Bisa Berbahaya -1.jpg

Foto: freepik.com

Sebelumnya, tali pusat berfungsi sebagai penghubung janin ke plasenta, struktur yang menempel pada rahim ibu dan menyalurkan nutrisi ke janin. Setelah bayi lahir, dokter menjepit tali pusat dan memotongnya, menyisakan sisa dua hingga tiga inci.

Selama beberapa hari berikutnya, tali pusat bayi akan mengering. Sel-sel darah putih pelindung berkumpul di sekitar pusat bayi berwarna putih, yang kadang membuat Moms khawatir.

"Ini normal. Selama Anda menjaga daerah itu bersih dan kering, seharusnya tidak ada masalah," kata Tracy.

Enzim yang diproduksi oleh sel-sel putih secara bertahap melarutkan koneksi di pangkal tali pusat, sampai suatu hari jatuh begitu saja. Akhirnya, kulit tumbuh di daerah itu, dan kemudian menjadi menjadi sesuatu yang disebut pusar.

Penyebab utama infeksi tali pusat pada bayi adalah adanya paparan bakteri seperti radang, staph, dan tetanus selama persalinan, atau ketika tali pusat terputus setelah lahir atau beberapa hari setelah itu.

Tentu saja hal itu dapat terjadi jika Moms tidak rajim merawat tali pusat bayi.

Jika Si Kecil mendapatkan perawatan yang baik di rumah, risiko terkena infeksi tali pusat pada bayi akan berkurang atau malah tidak akan terjadi sama sekali. Ada baiknya Moms mengikuti instruksi dari dokter tentang merawat tali pusat bayi.

Baca Juga: Tips Memandikan Bayi Baru Lahir, Moms Wajib Tahu!

Tanda Omphalitis

Omphalitis, Infeksi Tali Pusat yang Bisa Berbahaya -2.jpg

Foto: Pnmag.com

Untuk mengenali jika ada tanda infeksi tali pusat pada bayi, Moms bisa memeriksa apakah ada peradangan atau perubahan warna di sekitar daerah tali pusat selama beberapa minggu pertama setelah bayi lahir.

Dilansir dari American Academy of Pediatrics (AAP), Moms harus berhati-hati jika ada nanah atau benjolan berisi cairan di atau dekat tali pusat bayi, atau ada warna kemerahan di sekitar tali pusat, yang akan menjadi gelap saat infeksi tali pusat berlanjut.

Gejala lainnya bisa saja seperti adanya pembengkakan pada perut, keluarnya cairan berbau busuk dari daerah yang terinfeksi, demam, pendarahan di sekitar tali pusat, bayi yang rewel, terlihat lesu, dan aktivitas menurun.

Karena salah satu dari gejala ini dapat terjadi pada awal atau akhir infeksi, penting bagi Moms untuk segera menemui dokter.

Perawatan Omphalitis

Omphalitis, Infeksi Tali Pusat yang Bisa Berbahaya -3.jpg

Foto: healthline.com

Jika tanda-tanda tersebut mulai terlihat dan bayi mulai rewel atau merasa tidak nyaman, Moms harus segera mengunjungi dokter. Karena biasanya, Omphalitis tidak bisa sembuh hanya dengan perawatan di rumah.

Jika infeksi menyebar, omphalitis dapat dengan cepat berubah menjadi darurat medis.

Perawatan standar memerlukan rawat inap selama beberapa hari untuk memantau Si Kecil dan pemberian antibiotik dan obat lainnya seperti nitrat.

Bahkan dalam beberapa kasus yang lebih serius, untuk menghilangkan daerah yang terinfeksi harus dilakukan operasi.

Baca Juga: Bayi Baru Lahir Demam, Kapan Wajib Dibawa ke Dokter?

Kuncinya adalah telaten agar infeksi tali pusat tidak terjadi pada Si Kecil Moms. Nantinya Moms akan merasa sedikit lebih lega saat tali pusat bayi mulai jatuh dengan sendirinya.

Artikel Terkait