PERNIKAHAN & SEKS
13 Oktober 2019

Open Relationship dan Dampaknya Terhadap Pernikahan

Memberikan dampak bagi hubungan suami istri
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Intan Aprilia

Open relationship adalah hubungan di mana kedua pasangan bisa melakukan hubungan seks, dan terkadang ikatan emosional juga, dengan orang lain.

Dengan kata lain, suami dan istri diizinkan secara terbuka dan dapat memiliki pasangan seksual dan/atau romantis lainnya.

Menjalani open relationship biasanya menjadi pilihan bagi mereka yang tidak percaya pada monogami, pernah gagal di masa lalu dan/atau hanya tidak ingin menjadi monogami, namun mereka masih ingin memiliki hubungan yang bermakna dan awet.

Open relationship pada dasarnya berbeda dengan poligami. Sebab open relationship lebih mengutamakan kebutuhan seksual tanpa ikatan.

Tapi tentunya, open relationship ini memiliki banyak dampak bagi hubungan suami istri. Untuk mencari tahu lebih banyak mengenai dampak open relationship, baca di bawah ini ya Moms.

Baca Juga: 4 Bahaya Berhenti Melakukan Hubungan Intim

Dampak Melakukan Open Relationship

open relationship

Berani mencintai berarti juga membuka diri terhadap kemungkinan kehilangan. Kehidupan dan hubungan pasti akan berubah, kita semakin bertumbuh atau menjauh atau berevolusi terhadap hal-hal yang berbeda.

Orang-orang yang menjalani open relationship cenderung membentuk jaringan hubungan yang saling bergantung, sehingga satu hubungan yang berubah atau berakhir memengaruhi banyak orang lain, sehingga memiliki kemungkinan besar mendatangkan ketegangan.

Namun sebenarnya banyak lagi dampak-dampak dari open relationship yang mungkin tidak terpikirkan oleh kita. Apa saja?

Baca Juga: Psikolog Jelaskan Penyebab Hubungan Pernikahan Terasa Hambar setelah Memiliki Anak

1. Penyakit Menular Seksual

Dilansir dari Dating Advice, pasangan yang melakukan open relationship kemungkinan besar akan melakukan hubungan seks dengan orang lain, yang secara aktif akan membawa peningkatan risiko Penyakit Menular Seksual (PMS).

Wanita lebih rentan terhadap PMS daripada pria dan dapat menularkan beberapa penyakit, seperti herpes atau HIV, ke anak-anak mereka.

2. Ada Rasa Bersalah

Tentu saja, mungkin kita tidak akan merasa bersalah melakukan open relationship, karena secara teknis kita bisa melakukan apa saja dalam hubungan kita.

Namun mengutip dari Health Guidance, bagi sebagian besar dari kita, sangat sulit untuk tidak merasa bersalah ketika kita berhubungan dengan seseorang yang bukan pasangan kita.

Terlebih saat kita menghabiskan waktu bersama pasangan, padahal sehari sebelumnya kita bersama dengan yang lain.

3. Akan Merasa Cemburu

Mungkin tidak semua orang akan merasa bersalah dengan hal ini, namun pasti akan terselip rasa cemburu ketika kita melihat pasangan kita bersama dengan yang lain. Atau mungkin ketika pasangan membicarakan orang tersebut.

"Open relationship akan memancing cemburu dan membuat salah satu jadi tidak percaya diri," ujar David P. Barash, profesor psikologi di University of Washington, sekaligus penulis buku Out of Eden: The Surprising Consequences of Polygamy. "Open relationship juga bisa mengurangi kepuasan saat berhubungan suami istri," tambahnya.

Kita akan berpikir bahwa suami merasa lebih nyaman dengan yang lain, mulai khawatir pasangan akan berpaling, dan mulai membenci kebiasaan berbagi pasangan ini. Ini merupakan sifat alami manusia untuk merasa cemburu.

Baca Juga: Waduh, 6 Zodiak Ini Paling Gampang Cemburu

Open relationship membutuhkan kepercayaan, pengetahuan, persetujuan, dan kerja emosional (terkadang fisik dan spiritual juga)," kata Stephanie Webb, pendiri platform pendidikan Unscripted Relationships.

Meski diketahui pasangan masing-masing, konsep open relationship mirip dengan berselingkuh, yang tentu akan menghancurkan kepercayaan.

Dibanding open relationship, sebaiknya Moms dan Dads mengelola hubungan bersama dan memperkuat komunikasi agar pernikahan menjadi lebih baik dan kuat.

Artikel Terkait