KESEHATAN
20 November 2019

Gejala Cacing Kremi pada Orang Dewasa, Yuk Cari Tahu!

Moms akan merasakan gatal di area dubur hingga vagina
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Infeksi cacing kremi disebabkan oleh parasit seperti cacing atau Enterobius vermicularis yang menginfeksi usus manusia dan daerah dubur.

Infeksi cacing kremi seringkali terjadi pada anak-anak. Akan tetapi, jika anak terinfeksi cacing kremi, seluruh anggota keluarga, termasuk dewasa juga berisiko terinfeksi lho Moms.

Orang dewasa kemungkinan terkena cacing kremi dari anak-anak yang terinfeksi. Selain itu, berhubungan seksual dengan pasangan juga dapat mentransfer telur cacing kremi.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, kebanyakan orang yang terjangkir cacing kremi adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun, orang-orang yang menangani anak-anak yang terinfeksi cacing kremi, atau orang-orang yang diisolasi misalnya tahanan atau pasien rumah sakit jiwa.

Kelompok orang ini punya 50 persen kemungkinan terkena cacing kremi.

Orang dewasa yang bekerja di pusat penitipan anak, sekolah, atau yang berhubungan langsung dengan anak-anak juga lebih berisiko terinfeksi cacing kremi.

Gejala Cacing Kremi pada Orang Dewasa

Sama seperti pada anak-anak, gejala utama cacing kremi adalah rasa tidak nyaman dan gatal di daerah dubur. Selain itu, berikut ini gejala cacing kremi pada orang dewasa yang perlu Moms ketahui.

Baca Juga: Bayi Terkena Serangan Cacing Kremi, Apa Penyebabnya?

1. Gatal pada Area Dubur

Man-In-Jeans-Scratching-Itchy-Bottom.jpg

Foto: Peoplespharmacy.com

Gejala cacing kremi pada orang dewasa yang pertama adalah gatal pada area dubur. Area dubur mengalami gatal-gatal, khususnya pada malam hari. Dr. Adam Ratner, direktur divisi penyakit menular anak-anak di Hassenfeld Children’s Hospital, NYU Langone menyebutkan malam hari merupakan siklus cacing kremi bertelur.

Hal itulah yang menyebabkan rasa gatal.

"Kami tidak tahu mengapa di malam hari. Tidak diketahui persis. Cacing kremi seperti memiliki sinyal bahwa manusia yang terinfeksi atau ‘tuan rumah’ sudah tidur,” jelasnya.

2. Gatal Area Vagina

images (24).jpg

Foto: Thefreshtoast.com

Gejala cacing kremi pada orang dewasa yang selanjutnya adalah gatal di area vagina. Selain anal, gejala cacing kremi juga bisa menimbulkan gatal-gatal pada area vagina. Hal tersebut terjadi ketika cacing dewasa pindah ke vagina.

Cacing kremi sering terlihat pada kulit dubur atau tinja, kadang-kadang terdeteksi di vagina dan dapat menyebabkan keputihan. Akibatnya, terdapat ruam atau iritasi kulit di sekitar dubur atau vagina.

Baca Juga: Bukan Cuma Cuci Tangan, Lakukan 5 Cara Ini untuk Mencegah Cacingan pada Balita

3. Insomnia

pain-and-insomnia.jpg

Foto: Naturalform.com

Gejala cacing kremi pada orang dewasa yang selanjutnya adalah insomnia. Rasa gatal dan iritasi pada dubur dan vagina berdampak pada insomnia atau sulit tidur. Jika sudah begini, Moms akan mudah sekali kelelahan.

4. Sakit Perut dan Infeksi Kandung Kemih

Burst-Appendix-Bad-Stomachache.jpg

Foto: Self.com

Gejala cacing kremi pada orang dewasa yang jarang terjadi adalah mengalami sakit perut. Selai itu, infeksi kandung kemih yang dapat menyebabkan disuria atau ketidaknyamanan kandung kemih.

Meskipun cacing kremi menimbulkan rasa tidak nyaman, khususnya pada malam hari. Infeksi cacing kremi tidak menyebabkan masalah serius. Bahkan, jika tidak terdeteksi lebih awal.

"Tidak seperti banyak infeksi parasit lainnya, infeksi cacing kremi tidak memiliki efek jangka panjang," kata Dr. Ratner.

Baca Juga: Mencegah Cacingan, 1 dari 7 Manfaat Bayam untuk Balita

Itulah beberapa gejala cacing kremi pada orang dewasa. Sedangkan untuk penanganan infeksi cacing kremi, tersedia obat-obatan yang mudah ditemukan di apotik. Obat tersebut mengandung pyrantel pamoate, yang dapat dikonsumsi secara oral.

”Berikan anak satu dosis segera, kemudian berikutnya dua minggu kemudian untuk mencegah infeksi ulang. Jika infeksi tidak hilang setelah perawatan tanpa resep, kunjungi dokter untuk resep untuk pengobatan yang disebut Albendazole,” jelas Dr. Ratner.

Jika mengalami gejala gatal pada dubur, terutama di malam hari, segera cek dan kunjungi dokter ya Moms.

(SWN)

Artikel Terkait