PROGRAM HAMIL
4 Februari 2020

Ovarium Buatan Untuk Penderita Kanker

Para peneliti tengah mengembangkan ovarium buatan untuk penderita kanker agar dapat memiliki anak
Artikel ditulis oleh Gladys
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Sekitar 2% wanita di usia masa subur yang menjalani pengobatan kanker, berisiko kehilangan fungsi ovarium dan kesuburan.

Para penderita kanker pun rentan mengalami menopause dini dan hormon serta kesuburan alaminya akan berkurang, bahkan hilang.

Berangkat dari masalah ini, para peneliti sedang mengembangkan ovarium buatan untuk penderita kanker.

Harapannya, ovarium buatan untuk penderita kanker ini dapat menjadi jalan keluar bagi wanita muda yang mengidap kanker, namun memiliki impian untuk memiliki keturunan.

Baca Juga: 4 Selebritis yang Bertahan Hidup Melawan Kanker

Ovarium Buatan untuk Penderita Kanker

1. Kanker VS Kesuburan

1 Kanker VS Kesuburan.jpg

Foto: kpchealth.com

Pengobatan kanker berupa radioterapi dan kemoterapi umumnya menghancurkan fungsi ovarium. Sebelum peneliti mengembangkan ovarium buatan untuk penderita kanker, sebenarnya sudah ada dua pilihan metode untuk mempertahankan kesuburan yang telah tersedia.

Metode pertama adalah dengan mengangkat dan membekukan telur, sehingga setelah pengobatan kanker dan Moms siap memiliki anak, maka dapat melakukan in vitro fertilization (IVF).

Metode kedua adalah transfer jaringan ovarium dimana jaringan ovarium akan diangkat sebelum pengobatan kanker, lalu dibekukan dan ditanamkan kembali dalam tubuh Moms setelah pengobatan kanker selesai.

Baca Juga: Jangan Anggap Enteng, Pelan-pelan 8 Hal Ini Bisa Jadi Pemicu Kanker Payudara

Namun metode kedua lebih jarang dilakukan, karena adanya kekhawatiran jaringan ovarium yang diangkat sebelum pengobatan mungkin mengandung sel ganas.

Lalu ketika ditanamkan kembali, kanker dapat menjangkit tubuh wanita. Inilah juga yang menjadi alasan American Society of Reproductive Medicine menyebut prosedur ini eksperimental dan tidak sepenuhnya aman.

2. Ovarium Buatan Untuk Penderita Kanker

2 Ovarium Buatan Untuk Penderita Kanker.jpg

Foto: medicalcenter.virginia.edu

Para peneliti pun mencoba mengembangkan ovarium buatan untuk penderita kanker yang diklaim akan menjadi metode yang lebih aman.

Susanne Pors dari Rigshospitalet di Copenhagen yang merupakan salah satu peneliti dalam ovarium buatan ini menjabarkan perkembangan ini di European Society of Human Reproduction and Embryology, Barcelona.

Susanne dan tim menanamkan ovarium buatan yang mengandung 20 folikel manusia ke tikus untuk penelitian. Hasilnya, seperempat dari objek penelitian dapat bertahan selama setidaknya tiga minggu.

Baca Juga: Ini Biaya yang Bisa Dihemat Jika Kanker Payudara Terdeteksi Sejak Dini

Pada waktu itu, pembuluh darah pun mulai tumbuh di sekitar ovarium yang menjaganya tetap ternutrisi dalam tubuh tikus.

“Ini merupakan bukti pertama bahwa sebenarnya kita dapat mendukung sel telur ini dan merupakan langkah penting dalam perjalanannya. Tetapi perlu waktu bertahun-tahun sebelum konsep ini diterapkan pada wanita,” ungkap Susanne, seperti dikutip dari theguardian.com.

Susanne memperkirakan lima sampai 10 tahun waktu yang dibutuhkan guna menerapkan konsep ovarium buatan untuk penderita kanker ini pada manusia.

3. Proses Ovarium Buatan Untuk Penderita Kanker

3 Proses Ovarium Buatan Untuk Penderita Kanker.jpg

Foto: verywellhealth.com

Proses ovarium buatan untuk penderita kanker ini, awalnya dilakukan peneliti dengan bantuan jaringan manusia yang disumbangkan oleh pasien yang sedang berusaha mengatasi masalah kesuburan.

Berdasarkan teori para peneliti, jika mereka dapat memproduksi pondasi jaringan ovarium yang bebas dari kanker, mereka dapat menanamkannya pada folikel beku tahap awal sebelumnya.

Nantinya akan dapat berkembang dengan alami. Dengan proses kimia selama tiga hari, para peneliti menghilangkan semua sel yang berisi kanker dalam jaringan tersebut. Tidak seperti jaringan ovarium, folikel tidak mengandung kanker.

Proses kimia tersebut pun membentuk pondasi decellularized yang terdiri dari protein dan kolagen, bahan normal yang menghubungkan sel.

Baca Juga: 10 Fakta Seputar Kanker Payudara Yang Perlu Mama Tahu

Lalu para peneliti pun menanamkan folikel tahap awal. Seperti yang diharapkan, objek ini mendapat izin berkomunikasi di antara sel-sel dan memungkinkan mereka untuk berkembang.

Perkembangan ini pun dapat terjadi dengan IVF atau di luar tubuh. Para pakar di luar penelitian ini pun juga menyambut positif kemungkinan ovarium buatan untuk penderita kanker.

“Ini bisa menimbulkan masalah tersendiri, namun meninggalkan sel ovarium di sekitarnya mungkin diperlukan agar ovarium dapat berfungsi sepenuhnya,” ungkap Direktur Ilmiah di Department of Reproductive Medicine, University of Manchester, Daniel Brison, seperti dikutip dari cnn.com.

Dengan ovarium buatan untuk penderita kanker, diharapkan dapat memberi peluang bagi para penderita kanker (terutama yang berusia muda) untuk memiliki keturunan.

GS

Artikel Terkait