BALITA DAN ANAK
11 Juli 2019

Pahami Cara Mengatasi Mendengkur pada Balita

Mengapa Si Kecil mendengkur?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Pernahkah Moms mendengar Si Kecil mendengkur? Agak lucu mendengar suara keras keluar dari balita yang tidur.

Bahkan di sisi lain, bisa jadi malah terdengar sedih, apalagi kalau Moms tahu hal itu disebabkan Si Kecil mengalami kesulitan bernapas, atau kedinginan.

Mungkin Moms tidak menyadari bahwa suara konyol atau sedikit tegang itu sebenarnya bisa menjadi pertanda masalah kesehatan yang serius atau bahaya yang mungkin memengaruhi perkembangan anak kecil kita.

Mendengkur dan Perkembangan Kognitif

bed-bedroom-blanket-1359554.jpg

Para peneliti dan dokter anak semakin menyerukan agar lebih banyak perhatian diberikan untuk mendengkur pada anak-anak.

Dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan telah menemukan bahwa anak-anak yang lebih tua yang mendengkur mungkin berisiko lebih besar untuk gangguan kognitif, perilaku, dan psikososial.

Studi sekarang menunjukkan bahwa anak-anak semuda dua tahun yang mendengkur secara teratur lebih mungkin menderita masalah kognitif dan perilaku.

Sebuah studi tahun 2012 tentang anak-anak muda dan mendengkur yang berkesinambungan menemukan bahwa anak-anak yang mendengkur keras dan teratur memiliki lebih banyak perilaku bermasalah dan lebih mungkin menderita masalah hiperaktif, depresi, dan perhatian.

Studi ini melacak anak berusia 2 hingga 3 tahun untuk membandingkan mereka yang mendengkur sesekali atau tidak sama sekali dengan mereka yang mendengkur keras dan konsisten selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Baca Juga : Normal atau Bahaya, Apa Penyebab Bayi Mendengkur Saat Tidur?

Sebuah studi terpisah menunjukkan bahwa anak-anak muda yang menderita apnea tidur atau gangguan tidur, yang mungkin ditunjukkan dengan mendengkur, adalah 20 persen hingga 60 persen lebih mungkin untuk memiliki masalah perilaku pada usia 4 tahun.

Mereka adalah 40 persen hingga 100 persen lebih mungkin untuk mengalami memiliki masalah tersebut pada usia 7. Semakin buruk kondisinya, semakin buruk masalahnya.

Alasan perbedaan-perbedaan ini, beberapa ahli mengatakan, adalah bahwa mendengkur anak-anak mungkin mengalami periode hipoksia, selama episode-episode itu, mereka kekurangan oksigen, yang mengarah pada perubahan fungsi dan perilaku otak.

Jadi bernafas dengan gangguan tidur selama perkembangan awal anak mungkin memiliki efek jangka panjang.

Hal yang Harus Orang Tua Lakukan

bed-child-cute-101523.jpg

Pertama, ingatlah apa yang tidak boleh orang tua lakukan adalah panik. Jika Moms atau Dads memperhatikan anak mendengkur saat tidur, cobalah untuk mengidentifikasi jenis mendengkur yang dilakukan Si Kecil.

Apakah ini masalah pernapasan sementara yang diakibatkan oleh kemacetan alat pernapasan? Apakah sangat keras dan nyata atau hanya sedikit tarikan nafas? Apakah itu terjadi malam demi malam (dan saat tidur siang)?

Hampir semua anak mendengkur pada titik tertentu dalam kehidupan mereka, tetapi dalam kebanyakan kasus, itu bersifat sementara dan tidak berbahaya. Sekitar 10 persen anak mendengkur setiap malam.

Jika Moms berpikir si buah hati termasuk dalam kategori 10 persen itu, bicarakan dengan dokter anak dan minta dievaluasi untuk Obstructive Sleep Apnea Syndrome (OSAS). Ini biasanya melibatkan pemeriksaan THT pediatrik untuk melihat apakah amandel dan kelenjar gondok membesar.

Jika ya, dokter mungkin ingin melakukan studi tidur (polysomnogram) untuk mengonfirmasi diagnosis.

Bila diperlukan, dokter dapat merekomendasikan operasi amandel dan adenoidektomi yang menghilangkan amandel dan kelenjar gondok.

Dalam beberapa kasus, anak-anak perlu dirawat dengan alat seperti masker yang memberikan tekanan udara yang stabil melalui hidung dan mengurangi masalah yang menyebabkan dengkuran.

Baca Juga : 5 Cara Mengatasi Bayi Mendengkur Saat Tidur

Faktor-faktor tertentu membuat balita berisiko lebih besar mengalami apnea tidur dan mendengkur. Anak-anak Afrika-Amerika dan anak laki-laki lebih mungkin untuk mengembangkan masalah.

Juga pada risiko yang lebih tinggi adalah anak-anak dengan down syndrom atau kondisi medis yang menghasilkan tengkorak yang tidak teratur atau perkembangan wajah.

Selain itu, ada kondisi lingkungan dan gaya hidup yang dapat dikontrol untuk menurunkan peluang anak Anda menjadi pendengkur yang terus-menerus.

Secara rinci beberapa hal ini juga bisa dilakukan agar si mengurangi dengkuran Si Kecil.

Jangan terpapar asap rokok atau polusi udara. Bantu Si Kecil menjaga berat badannya. Kalau Si Kecil masih ASI, susui Si Kecil lebih lama.

Intinya adalah bahwa tidur sangat penting untuk perkembangan kesehatan anak.

Mendengkur mengganggu tidur anak, yang kemudian mengganggu perkembangan otak alami dan kesejahteraannya secara keseluruhan.

Mengidentifikasi masalah dengan gangguan pernapasan saat tidur sedini mungkin akan membantu anak menghindari masalah kognitif dan perilaku di jalan dan memungkinkan semua orang di keluarga untuk mendapatkan tidur malam yang lebih nyenyak.

(TPW/CAR)

Artikel Terkait