KEHAMILAN
28 Mei 2019

Pahami Dampak Polusi Pada Kesuburan

Hati-hati! Paparan polusi udara ternyata bisa bikin susah hamil.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Polusi udara memang berdampak buruk bagi kesehatan.

Dampak buruk polusi udara antara lain menyebabkan penyakit kardiovaskular hingga Alzheimer dan membunuh jutaan orang setiap tahun.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganggap udara yang buruk sebagai risiko kesehatan lingkungan tunggal terbesar di dunia.

Dikutip dari situs web Popular Science, sampai sekarang para ahli masih berupaya menentukan cakupan penuh dari dampak buruk yang disebabkan oleh polusi udara.

Salah satu area fokusnya adalah dampak polusi udara pada kesuburan.

Ya, ternyata dampak buruk polusi udara berkaitan dengan kesuburan.

Para peneliti kesehatan masyarakat menemukan bukti yang semakin berkembang tentang hubungan antara polusi udara dan kesuburan.

Hal itu disampaikan oleh Joan Casey, mahasiswa postdoctoral di School of Public Health di University of California di Berkeley.

Baca Juga : Berbahaya Bagi Kehamilan, Ini 5 Cara Menghindari Polusi

Dampak polusi terhadap kesuburan 2.jpg

Foto: womeninbiznetwork.com

Audrey Gaskins, peneliti dari Harvard T.H. Chan School of Public Health mengatakan salah satu alasan yang membuat para peneliti memfokuskan perhatian pada hasil reproduksi adalah dampak paparan lingkungan dapat lebih cepat terlihat dibandingkan penyakit kardiovaskular yang harus menunggu sampai puluhan tahun.

“Jika kita menemukan efek polusi terhadap kesuburan dan kegagalan kehamilan, maka itu adalah pertanda bahwa polusi memang memengaruhi kesehatan atau kondisi tubuh. Bisa jadi ada dampak lain yang masih akan kita lihat,” ujar Gaskins.

Gaskins mempelajari efek dari paparan lingkungan seperti polusi udara pada perempuan yang menjalani prosedur in-vitro fertilization (IVF).

Karena pelaksanaannya diawasi secara ketat, ia dapat memperkirakan kapan polusi udara menimbulkan efek paling kuat terhadap kehamilan.

“Kami mengetahui kapan pembuahan terjadi, kapan embrio ditransfer, dan kapan implantasi dilakukan. Kami tidak mungkin dapat memperkirakan waktu tersebut pada kehamilan spontan,” ujar Gaskins.

Hasil studi Gaskins menunjukkan bahwa perempuan yang menjalani IVF dan tinggal di dekat jalan raya memiliki kemungkinan lebih rendah untuk mengalami implantasi embrio dan kelahiran yang sukses.

Penyebabnya karena lokasi tempat tinggal mereka membuat mereka lebih terpapar oleh polusi udara dari lalu lintas.

Dampak polusi udara pada kesuburan juga muncul pada studi lain.

Baca Juga : 5 Dampak Polusi Bagi Ibu Hamil, Sangat Berbahaya!

Dampak polusi terhadap kesuburan 3.jpg

Foto: medicaldaily.com

Dikutip dari situs web The Telegraph, studi tersebut menunjukkan polusi udara dapat menyebabkan kemandulan bagi “sejumlah besar pasangan”.

Para peneliti studi tersebut mengamati 6.500 pria yang tinggal di Taiwan.

Hasilnya, tingkat polusi udara yang lebih tinggi berhubungan dengan kualitas sperma yang lebih rendah.

Menurut para peneliti, komponen materi partikulat halus, seperti logam berat dan hidrokarbon aromatik polisiklik, telah dikaitkan dengan kerusakan sperma dalam berbagai studi eksperimental.

“Walaupun perkiraan efeknya termasuk kecil dan signifikansinya dapat dianggap tak berarti dalam tata cara medis, namun, ini adalah tantangan bagi kesehatan masyarakat,” kata Dr Xiang Qian Lao dari Chinese University of Hong Kong.

Jadi, upayakan selalu menggunakan penutup hidung untuk menjaga pernapasan ya, Moms!

(AN/CAR)

Artikel Terkait