TRIMESTER 1
22 September 2019

Pahami dan Waspadai Risiko Bulimia Selama Kehamilan Berikut Ini

Memiliki kelainan makan, seperti bulimia nervosa, dapat sangat mempersulit kehamilan dan membahayakan nutrisi janin.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Kehamilan adalah salah satu tahap paling sulit dalam hidup seorang wanita, karena tubuhnya menjadi rumah untuk calon anaknya.

Setiap wanita yang sedang hamil membutuhkan nutrisi dalam jumlah yang signifikan untuk mendukung janin.

Memiliki kelainan makan, seperti bulimia nervosa, dapat sangat mempersulit kehamilan dan membahayakan nutrisi janin.

Bulimia bergejala jumlah asupan makanan tiap hari yang tidak normal, diikuti oleh perilaku mencurigakan, seperti memaksa muntah, olahraga berlebihan, atau penyalahgunaan pencahar.

Efek Samping Serius dari Bulimia

adult-alluring-apple-2868708.jpg

Foto: pixabay.com

Karena bulimia nervosa dapat mengakibatkan efek samping yang serius dan komplikasi medis, seperti penyakit kardiovaskular, masalah pencernaan, dan banyak lagi.

Hal ini membahayakan kesehatan ibu dan bayi selama kehamilan. Asupan makanan bisa bervariasi, dan bulimia aktif dapat menyebabkan seorang wanita mengalami gangguan nutrisi.

Kehamilan meningkatkan kebutuhan akan vitamin, mineral, protein, hidrasi, dan kalori secara keseluruhan.

Asupan makanan yang tidak konsisten dapat menghalangi ibu mendapatkan jumlah nutrisi yang tepat.

Baca Juga: Wajib Tahu, Waktu Terbaik untuk Melakukan Tes Kehamilan

Stres pada Tubuh Wanita

adult-beverage-blonde-2880658.jpg

Foto: pixabay.com

Komplikasi medis apa pun yang diakibatkan bulimia dapat mempersulit perempuan untuk melahirkan.

Kombinasi komplikasi medis dan defisiensi nutrisi dapat meningkatkan peluang wanita mengalami persalinan prematur, plasenta previa, hipertensi karena kehamilan, berat badan bayi rendah, dan tingginya peluang kelahiran sesar.

Crystal Karges, MS, RDN, IBCLC, Koordinator Proyek Khusus di Eating Disorder Hope / Addiction Hope mengatakan hal terpenting yang bisa dilakukan seorang wanita hamil dengan bulimia adalah mencari bantuan profesional dan perawatan sedini mungkin selama kehamilan.

Ada kesalahpahaman umum bahwa bulimia adalah sesuatu yang dapat dihentikan sesuka hati, namun, karena parahnya penyakit kesehatan mental ini, intervensi profesional diperlukan untuk pemulihan dan penyembuhan.

Berurusan dengan Malu dan Bersalah

beautiful-beverage-cup-2701219.jpg

Foto: pixabay.com

Untuk beberapa wanita yang berjuang dengan bulimia, mungkin ada perasaan bersalah atau malu yang intens selama kehamilan.

Mungkin seorang wanita mungkin merasa berjarak dengan bayinya yang sedang tumbuh.

Menerima kenyataan tanggung jawab sebagai orang tua bisa sulit. Apalagi, banyak perubahan yang terjadi dengan cepat dalam kehidupan ibu baru.

Karena hubungan fisik, mental, dan emosional dengan bulimia, gangguan mental ini bukan hanya sesuatu yang dapat dengan mudah dihentikan, bahkan jika ibu tersebut sudah berusaha baik dalam kehamilan.

Baca Juga: Seperti Ini Peran Endometrium Pada Kehamilan dan 3 Masalah yang Bisa Terjadi Padanya

Mencari Bantuan dan Dukungan Profesional

child-couple-embrace-807982 (1).jpg

Foto: pixabay.com

Kabar baiknya adalah, dengan bantuan dan bantuan profesional, penyembuhan dari bulimia dapat terjadi.

Kemungkinan seorang ibu memiliki kehamilan yang aman dan sehat juga bertambah. Penting untuk perempuan hamil dengan bulimia untuk mencari bantuan dan dukungan sesegera mungkin.

Jika tidak yakin harus mulai dari mana untuk mendapatkan bantuan, mulailah dengan berdiskusi dengan dokter atau bidan.

Ingatlah bahwa bulimia adalah penyakit yang harus dianggap serius, jadi sangat penting untuk melakukan percakapan yang jujur ​​dengan penyedia layanan kesehatan.

Dokter mungkin dapat mengarahkan ke sumber daya yang dapat membantu mendukung pemulihan dan kehamilan.

Baca Juga: Alasan Penting Mengapa Calon Ayah Harus Rajin Mengusap Perut Ibu Hamil

Jika Rawat Inap Dibutuhkan

black-and-white-blood-pressure-bp-968244.jpg

Foto: pixabay.com

Dalam beberapa situasi, tingkat perawatan yang lebih canggih mungkin diperlukan untuk membantu ibu hamil berurusan dengan bulimia.

Apalagi jika calon ibu mengalami dehidrasi parah, mengalami ketidakseimbangan elektrolit, komplikasi kardiovaskular, atau masalah kejiwaan lainnya yang dapat membahayakan bayinya.

Dalam skenario ini, bentuk perawatan terbaik adalah rawat inap atau perawatan di rumah lengkap dengan profesional kesehatan yang memantau dengan cermat seorang wanita dan bayinya yang sedang tumbuh.

Kehamilan adalah saat yang menyenangkan dan menantang. Bagi seorang wanita yang berjuang dengan bulimia, ini bisa menjadi saat yang tidak pasti.

Mencari bantuan sedini mungkin selama kehamilan dapat memungkinkan seorang wanita untuk berkembang dalam kehamilannya dan melahirkan anak yang sehat ke dunia.

John Morgan, peneliti utama studi tersebut, seorang psikiater di St. George's Hospital Medical School di London, mengatakan wanita dengan bulimia aktif memiliki tingkat keguguran dan kelahiran prematur yang lebih tinggi daripada wanita yang memiliki bulimia di masa lalu.

"Bulimia adalah gangguan makan yang paling umum, mempengaruhi sekitar satu dari 20 wanita, wanita itu sendiri harus lebih sadar akan tubuhnya," jelas Morgan.

Namun, berdasarkan penelitian lanjutan, Morgan mengatakan pada trimester ketiga, hampir semua perempuan terbebas dari bulimia, atau setidaknya membuka peluang untuk pengobatan.

"Sebagian besar wanita dengan bulimia berbicara tentang gangguan mereka dengan dokter. Mereka juga merespons dengan sangat baik terhadap pengobatan begitu masalah diidentifikasi," tutup Morgan.

(TPW)

Artikel Terkait