BAYI
19 September 2020

Ini Panduan Tentang Kotoran Bayi yang Harus Moms Tahu

Pelajari panduan saat bayi buang air besar ini agar Si Kecil tetap merasaka perut yang nyaman
placeholder

Foto: mamanatural.com

placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Dina Vionetta

Moms mungkin akan bertanya-tanya seperti apa tampilan kotoran bayi yang sehat. Ini adalah pertanyaan yang wajar, karena warna dan konsistensi kotoran bayi berubah seiring waktu tergantung pada berbagai hal, terutama apa yang dimakan oleh bayi.

American Academy of Pediatrics (AAP) mengatakan, kotoran bayi pertama yang mungkin akan Moms lihat akan mengandung zat lengket, berwarna hijau tua seperti tar dan tanpa bau yang disebut meconium.

“Meskipun tidak berbau, jauh lebih sulit untuk membersihkannya daripada kotoran biasa,” kata Adam Hart, Ph.D., profesor komunikasi sains di University of Gloucestershire, di Inggris, dan penulis The Life of Poo.

Kotoran pertama bayi ini terbuat dari sel-sel kulit, lendir, rambut lanugo, dan partikel lain yang ditelan bayi bersama dengan cairan ketuban saat masih dalam kandungan.

Dibutuhkan beberapa hari bagi Si Kecil untuk mengeluarkan semua mekonium dari sistem pencernaannya, tetapi setelah ini bayi mulai buang air besar secara teratur.

Ini akan menjadi panduan buang air besar bayi yang pertama, karena selanjutnya kotoran bayi akan mengalami perubahan.

Kotoran Normal

Ini Panduan Pup pada Bayi yang Harus Moms Tahu -1

Foto: Orami Photo Stock

Setelah meconium keluar dari pencernaan bayi, kotorannya dapat sangat bervariasi, tergantung pada bagaimana bayi disusui.

  • Bayi yang disusui ASI. Dalam beberapa bulan pertama, kotorannya mungkin akan terlihat sedikit seperti Dijon mustard, dengan konsistensi yang sedikit berair, dan mungkin dengan partikel lemak berwarna putih seperti biji-bijian. Warna kotorannya juga dapat berubah tergantung pada apa yang Moms makan.
  • Bayi yang diberi susu formula. Biasanya kotorannya akan memiliki konsistensi lebih seperti pasta, meskipun seharusnya tidak lebih pekat dari selai kacang, dan berwarna kuning atau cokelat lebih gelap.
  • Mulai makan makanan padat. Saat mulai memperkenalkan makanan padat, Moms akan mulai melihat dan mencium bau. AAP mengatakan, sejumlah bakteri sehat akan mengisi ususnya, dan menghasilkan kotoran yang lebih coklat dan lebih berbau. Jika bayi mengonsumsi finger food, Moms mungkin melihat sedikit makanan yang tidak tercerna seperti kulit kacang polong atau tomat. Ini karena sistem pencernaan Si Kecil masih berkembang.

Baca Juga: Apakah Aman Menggunakan Vakum Telinga untuk Membersihkan Kotoran?

Arti Warna Kotoran Bayi

Ini Panduan Pup pada Bayi yang Harus Moms Tahu -2.jpg

Foto: Parenting.firstcry.com

Sebagai panduan buang air besar bayi selanjutnya, AAP telah memberitahukan tentang adanya perubahan warna kotoran bayi yang berkisar dari warna mustardy dari ASI dan kuning-tan dari susu formula, ke berbagai warna lain seperti kuning, coklat, dan bahkan hijau.

Kotoran berwarna hijau dapat membuat Moms khawatir pada awalnya. Namun, biasanya tidak berbahaya. Segala macam hal dapat menyebabkannya, misalnya dari obat-obatan tertentu yang diminum oleh bayi atau oleh Moms saat menyusui.

Warna kotoran tertentu dapat menjadi tanda kemungkinan adanya masalah kesehatan.

“Jika bayi Anda memiliki bau gas dan kotorannya kehijauan, itu bisa jadi akibat minum terlalu cepat. Anda mungkin ingin berkonsultasi dengan dokter tentang kemungkinan intoleransi makanan,” kata Bradley Howard Kessler, M.D., direktur gastroenterologi pediatrik di Good Samaritan Hospital Medical Center, di West Islip, New York.

Periksakan kondisi bayi ke dokter saat melihat kotoran yang berwarna:

  • Merah. Kotoran berwarna merah bisa disebabkan oleh adanya darah, jadi penting bagi Moms untuk mendapatkan informasi dokter tentang apa yang mungkin menjadi penyebabnya. Sebenarnya, ada banyak alasan kotoran berwarna merah tidak berbahaya. Jika menyusui, mungkin puting Moms berdarah, dan darah bercampur dengan ASI. Jika Si Kecil mulai makan, itu bisa berasal dari makanan seperti bit atau buah naga.
  • Hitam. Dalam beberapa kasus, perubahan kotoran menjadi warna hitam disebabkan oleh warna darah yang berubah di dalam usus seiring waktu. Kotoran hijau yang sangat gelap kadang-kadang bisa tampak hitam.
  • Putih atau abu-abu. Kotoran berwarna ini sangat jarang. Tetapi jika Moms melihat kotoran berwarna ini, segera hubungi dokter karena bisa menjadi tanda kondisi hati yang membutuhkan perawatan lanjutan.

Baca Juga: Kotoran Telinga Pada Bayi, Perlukah Dibersihkan?

Saat Bayi Sembelit

Ini Panduan Pup pada Bayi yang Harus Moms Tahu -3

Foto: Orami Photo Stocks

Dengan semua variasi kotoran bayi, panduan buang air besar bayi selanjutnya adalah tentang sembelit yang bisa saja dialami oleh bayi. Menurut AAP. konstipasi lebih sering terjadi setelah pemberian makanan padat, tetapi juga bisa terjadi pada bayi yang lebih muda. Berikut adalah beberapa tanda sembelit pada bayi:

  • Pada bayi yang baru lahir, kotorannya akan terlihat dan muncul kurang dari sekali sehari.
  • Pada bayi yang lebih tua atau balita, kotoran yang keras dan padat hanya datang setiap tiga atau empat hari.
  • Pada bayi atau anak dari segala usia, kotoran besar, keras, dan kering yang menyakitkan akan terasa saat konstipasi.

Jika Moms berpikir bayi mengalami konstipasi, jangan memberi obat apa pun, termasuk obat pencahar. Selain itu, jika Si Kecil memiliki gejala lain seperti muntah, demam, lesu, kehilangan nafsu makan, atau darah dalam kotorannya, segera hubungi dokter.

Semoga penjelasan panduan buang air besar pada bayi ini membantu meningkatkan kewaspadaan Moms ya.

Baca Juga: Inilah 9 Jenis Fobia yang Paling Banyak Diderita Orang, Salah Satunya Kotoran!

Artikel Terkait