NEWBORN
17 November 2019

Panduan Tidur Aman untuk Bayi Baru Lahir, Catat ya Moms!

Jauhkan bayi dari permukaan yang terlalu empuk untuk alas kaki
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Memiliki bayi baru lahir mungkin bisa jadi sedikit mengkhawatirkan bagi orang tua baru. Termasuk khawatir tentang cara tidur bayi.

Mungkin sudah ada ketakutan yang dipikirkan, seperti SIDS, bantal yang menghalangi pernapasan Si Kecil, pemakaian selimut yang membuat suhu tubuhnya panas, bayi kedinginan, dan sebagainya.

Panduan Tidur Aman untuk Bayi Baru Lahir

Jangan terlalu khawatir ya Moms, ketahui panduan tidur aman untuk bayi baru lahir berikut ini dari American Academy of Pedriatics.

Baca Juga: Apa Bayi Baru Lahir Perlu Tidur Menggunakan Bantal?

Jangan Menaruh Bayi di Permukaan Empuk

panduan tidur bayi yang aman-1

Mengutip AAP, bayi harus tidur di kamar yang sama dengan orang tua, tetapi pada permukaan yang terpisah, seperti tempat tidur bayi.

Jangan pernah menaruh bayi di sofa, kursi, atau permukaan lunak, untuk mengurangi risiko kematian terkait tidur, menurut sebuah pernyataan kebijakan oleh American Academy of Pediatrics mengenai panduan tidur aman untuk bayi baru lahir.

AAP merekomendasikan bayi untuk tidur di kamar yang sama dengan orang tua mereka, setidaknya selama enam bulan pertama kehidupannya.

"Kami tahu, orang tua mungkin kewalahan dengan bayi baru, dan kami ingin memberikan petunjuk yang jelas dan sederhana tentang bagaimana dan di mana bayi sebaiknya tidur," kata Rachel Moon, MD, FAAP, penulis utama laporan.

"Orang tua tidak boleh meletakkan bayi di sofa, atau kursi empuk, baik itu sendirian atau tidur di tempat sama dengan orang lain. Kita tahu permukaan ini sangat berbahaya," lanjutnya.

Sekitar 3.500 bayi meninggal di Amerika Serikat setiap tahun karena kematian terkait tidur, termasuk sindrom kematian bayi mendadak (SIDS); kematian tidak jelas; mati lemas dan tercekik.

Jumlah kematian bayi sempat menurun pada 1990-an setelah kampanye nasional tidur aman, tetapi meningkat kembali dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Kenapa Bayi Tersenyum Saat Tidur?

Menciptakan Lingkungan Tidur yang Aman untuk Bayi

panduan tidur bayi yang aman-2

Lingkungan yang aman juga termasuk ke dalam panduan tidur aman untuk bayi baru lahir. AAP membuat rekomendasi untuk menciptakan lingkungan tidur yang aman, meliputi:

  • Posisikan bayi telentang di atas permukaan tidur yang kuat seperti crib atau bassinet, dengan seprai yang ketat.
  • Hindari penggunaan tempat tidur empuk, termasuk selimut, bantal, dan mainan lunak. Tempat tidur bayi harus kosong.
  • Bayi tidur di kamar yang sama dengan orang tua, tetapi tidak di permukaan tidur yang sama, setidaknya selama enam bulan pertama. Berbagi kamar mengurangi risiko SIDS sebanyak 50 persen.
  • Hindari bayi terpapar asap rokok, alkohol, dan obat-obatan terlarang.

Laporan yang sama juga menganjurkan untuk melakukan skin-to-skin, setidaknya 1 jam setelah bayi dilahirkan dan kondisi ibu stabil secara medis.

Menyusui juga dianjurkan sebagai tambahan perlindungan terhadap SIDS.

"Jika Anda menyusui bayi dan khawatir Anda akan ketiduran, beri makan bayi di tempat tidur, ketimbang di sofa atau kursi empuk," kata Lori Feldman-Winter, MD, FAAP, anggota dari Task Force on SIDS dan rekan penulis laporan.

"Jika Anda tertidur, saat terbangun segera pindahkan bayi ke tempat tidurnya sendiri. Pastikan tidak ada bantal, seprai, selimut, atau benda lain yang bisa mengganggu pernapasan bayi atau menyebabkan panas berlebih pada tubuhnya," lanjut Lori.

Baca Juga: Normal atau Bahaya, Apa Penyebab Bayi Mendengkur Saat Tidur?

Tips Agar Bayi Tidur dengan Aman

panduan tidur bayi yang aman-3

Selain itu, AAP juga memberikan rekomendasi lain, termasuk:

  • Berikan dot pada waktu tidur siang dan tidur malam bayi.
  • Jangan gunakan monitor rumah atau perangkat komersial, termasuk wedges atau positioner, yang dipasarkan dapat mengurangi risiko SIDS.
  • Bayi harus menerima semua vaksinasi yang direkomendasikan.

Itu dia Moms, panduan tidur aman untuk bayi baru lahir menurut American Academy of Pediatrics. Dicatat dan selalu diingat ya!

Artikel Terkait