KEHAMILAN
30 September 2020

28 Pantangan Ibu Hamil yang Perlu Moms Waspadai, Yuk Hindari!

Moms tidak boleh keluar rumah tanpa mahram
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Setiap ibu hamil pasti menginginkan kehamilan yang mudah dan diberkahi oleh Allah SWT. Salah satu cara untuk memperoleh kemudahan itu ialah dengan berserah diri kepada Allah dan menghindari pantangan-pantangan saat hamil menurut Islam.

Mungkin Moms sudah tidak asing lagi dengan berbagai pantangan menurut adat Jawa, seperti dilarang duduk di depan pintu, dilarang membunuh binatang dan lain sebagainya. Dalam agama Islam juga terdapat pantangan yang sebaiknya dihindari oleh ibu hamil.

Apa saja? Yuk kita simak informasinya di bawah ini!

Pantangan Ibu Hamil Menurut Islam

pantangan ibu hamil.jpg

Foto: Shutterstock

Perlu diingat Moms, sebenarnya Islam tidak memberikan larangan khusus untuk ibu hamil. Namun, pantangan ini sebenarnya anjuran untuk ibu hamil agar menghindari yang tidak Allah sukai.

Tujuannya agar Allah meridhoi janin di dalam kandungan menjadi bayi yang sehat, cerdas, dan sholeh. Berikut ini hal yang sebaiknya tidak dilakukan ibu hamil menurut Islam seperti dikutip dari Dalam Islam.

Baca Juga: 9 Cara Mendampingi Ibu Hamil dalam Islam, Dads Wajib Tahu!

1. Meninggalkan Shalat Wajib

Rasanya semua perempuan akan setuju kalau kehamilan adalah hal yang paling berat untuk dijalani. Saat hamil tubuh akan mengalami perubahan secara fisik maupun psikis, yang mungkin akan memberatkan seseorang untuk menjalankan ibadah shalat lima waktu.

Memang wajar, namun bagi seorang muslim shalat hukumnya tetap wajib dilakukan, termasuk untuk ibu hamil. Allah SWT telah meringankan kewajiban shalat ini bila hamba-Nya tidak mampu dengan berdiri, maka shalatlah dengan duduk. Apabila duduk juga tidak bisa, maka sholatlah dengan keadaan terbaring.

Rasulullah SAW juga pernah bersabda mengenai hal ini. Beliau mengatakan: "Shalatlah sambil berdiri, jika kamu tidak mampu sambil duduk, dan jika kamu tidak mampu, sambil berbaring miring." (HR. Bukhari).

2. Dilarang Makanan dan Minuman Haram

Makanan dan minuman haram juga merupakan pantangan ibu hamil dalam Islam. Makanan atau minuman apapun yang dikonsumsi ibu hamil akan diberikan juga untuk janinnya. Dan apa yang dikonsumsi ibu hamil akan menjadi berkah untuk kesehatan dan pertumbuhan sang janin.

Anjuran ini tidak hanya untuk ibu hamil saja melainkan untuk semua umat muslim. Allah SWT membenci hambanya yang mengonsumsi makanan haram, sebab makanan atau minuman tersebut juga mendatangkan dampak buruk bagi tubuh.

Dalam Al-Quran, Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman: “Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.” (QS. Al- Maidah: 88)

Apa saja jenis makanan haram yang diterangkan dalam surat tersebut?

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala.” (QS. Al-Maidah: 3)

Pada ayat lain juga menerangkan hal-hal yang diharamkan, yaitu:

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamr, judi, berhal-berhala, panah-panah (yang digunakan mengundi nasib) adalah kekejian yang termasuk perbuatan setan.maka, jauhilah ia agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al-Maidah: 90)

3. Durhaka pada Suami

Ibu hamil juga sebaiknya menghindari bertengkar dengan suami, karena mungkin akan membuat mereka durhaka terhadap suaminya. Akan tetapi, suami pun sebaiknya menjaga hati dan berbuat baik pada istrinya yang sedang hamil.

Hal ini bisa dihindari dengan menanamkan nilai-nilai islami untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warohmah.

Baca Juga: 5 Cara Menyapih Anak Menurut Islam, Moms Wajib Tahu!

4. Bergunjing dan Berkata Buruk

Menurut Islam ibu hamil tidak boleh berkata buruk, seperti menghina, menjelek-jelekkan, dan menggunjing seseorang. Dikhawatirkan, apa yang dijelekan itu justru akan berbalik menimpa anaknya sendiri. Tak hanya itu, bergunjing atau ghibah adalah perbuatan yang dilarang agama.

Allah ta’ala berfirman:

“Hai orang orang yang beriman jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah Maha penerima taubat lagi Maha penyayang.“ (QS. Al Hujurat :12).

5. Melakukan Syirik Kecil

Melakukan syirik kecil juga merupakan pantangan ibu hamil dalam Islam. Mungkin hal ini akan sulit dilakukan jika dalam keluarga masih memegang teguh tradisi atau kebiasaan-kebiasaan saat hamil. Misalnya banyak ritual-ritual kehamilan yang biasa dilakukan masyarakat.

Sebaiknya hindari ritual tersebut, bila tidak didasari dengan anjuran agama Islam, dan tidak ada tuntunannya (dari dalil dalam A;-Quran atau hadits).

6. Berzina

Sedang hamil maupun tidak, berzinah adalah salah satu perbuatan dosa besar. Jelas Islam sangat melarang perbuatan ini.

Allah Ta'ala berfirman: "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Israa’:32)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda: “Ada tiga golongan (manusia) yang Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan tidak melihat kepada mereka, dan bagi mereka siksa yang sangat pedih, yaitu ; Orang tua yang berzina, raja yang pendusta (pembohong) dan orang miskin yang sombong.” (HR. Muslim)

Baca Juga: 10 Kewajiban Suami Terhadap Istri dalam Islam, Wajib Tahu!

7. Mengumbar Aurat dan Keluar Rumah tanpa Mahram

Setiap perempuan muslim diwajibkan untuk menutup aurat, begitu pun dengan ibu hamil. Allah Ta'ala berfirman:

“..Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya..” (An-Nuur:31)

Juga pada surat Al-Ahzab ayat 59:

“Wahai Nabi! katakanllah kepada istri – istrimu, anak – anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, Hendaklah mereka menutupkan jibabnya keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenal sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah SWT Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.” (QS.Al-Ahzab:59)

Sedangkan mengenai keluar rumah tanpa mahran, hal ini bukan tanpa alasan. Bepergian dengan mahram bertujuan untuk menghindari fitnah dan agar ibu hamil lebih aman.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga telah bersabda : “Wanita itu adalah aurat, apabila ia keluar rumah maka syaitan menghias-hiasinya (membuat indah dalam pandangan laki-laki sehingga ia terfitnah).” (HR. At Tirmidzi)

Pantangan Ibu Hamil Muda

pantangan untuk ibu hamil muda

Foto: Orami Photo Stock

Beberapa pantangan di bawah ini biasanya diberikan kepada ibu yang sedang hamil muda. Apa saja pantangan yang harus diikuti? Yuk kita cari tahu, Moms.

8. Ibu Hamil Harus Berhenti Diet

Bagi kebanyakan perempuan, kehamilan merupakan satu hal yang dapat merubah bentuk tubuh mereka dan tidak jarang membuat tubuh menjadi lebih besar serta berisi. Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi mereka yang biasa menjalani yang sangat menjaga bentuk tubuh.

Namun, bagi Moms yang tengah hamil muda, sebaiknya urungkan niat untuk diet ya, terutama pada masa-masa awal kehamilan. Hal ini dapat membuat ibu hamil dan janin kekurangan gizi penting yang diperlukan untuk pertumbuhan janin di dalam kandungan. Kurangnya asupan nutrisi selama kehamilan dapat membuat janin berisiko mengalami kecacatan.

9. Jangan Makan Buah Nanas atau Durian

Moms yang sedang hamil muda disarankan untuk mengonsumsi banyak makanan yang mengandung gizi yang tinggi, seperti buah-buahan. Namun, ada dua jenis buah yang sebaiknya dihindari, khususnya saat usia kehamilan Moms masih seumur jagung.

Buah itu adalah adalah nanas dan durian. Mengapa? Karena nanas mengandung zat yang bersifat abortivum, yang artinya jika dikonsumsi berlebihan dapat berpotensi menimbulkan kontraksi pada kandungan. Pada usia kandungan yang masih muda, hal ini jelas berbahaya, karena berisiko menyebabkan bayi keguguran.

Baca Juga: Pasca Keguguran, Ibu Justru Berpotensi Menjalani Kehamilan yang Sehat

Sedangkan untuk durian, buah yang memiliki rasa manis ini mengandung alkohol yang membuat tubuh menjadi panas. Mengonsumsi buah ini, terutama dalam jumlah banyak, sangatlah tidak dianjurkan.

10. Tidak Boleh Stres

Tidak hanya asupan makanan dan minuman, stres juga dapat meningkatkan risiko keguguran pada ibu yang tengah hamil muda. Ketika ibu hamil stres, asupan oksigen dan nutrisi untuk janin akan berkurang, sehingga berpotensi menyebabkan kematian janin. Untuk itu, cobalah untuk kurangi stres dengan lebih santai dan relaks dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

11. Tidak Boleh Merokok dan Minum Alkohol

Bukan rahasia umum lagi bahwa rokok dan minuman beralkohol memang makanan yang harus dihindari, bukan hanya ibu hamil saja, namun bagi mereka yang sehat sekalipun.

Tidak hanya meningkatkan risiko cacat lahir dan keguguran, alkohol yang masuk ke dalam tubuh ibu hamil juga dapat menyebabkan bayi mengalami Fetal Alcohol Syndrome (FAS).

FAS sendiri adalah sindrom yang ditandai dengan kelainan, baik kelainan mental maupun fisik, yang terjadi karena alkohol merusak otak dan menghambat pertumbuhan janin selama masa kandungan.

Sedangkan kandungan nikotin dan zat berbahaya pada rokok dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, keguguran, serta gangguan perkembangan dan pertumbuhan janin. Tidak hanya pada janin, rokok juga dapat menyebabkan berbagai komplikasi pada ibu hamil.

12. Makan Makanan Mentah

Ibu hamil berarti memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap beberapa hal, termasuk makanan. Oleh karena itu ada beberapa makanan yang perlu Moms hindari dan tidak mengonsumsinya, seperti beberapa makanan di bawah ini.

Seorang ibu dapat menularkan infeksi Toxoplasma kepada bayinya, yang dapat menyebabkan masalah seperti kebutaan dan cacat mental di kemudian hari, lapor CDC. Untuk mencegah toksoplasmosis, USDA merekomendasikan untuk menghindari makanan berikut selama kehamilan:

  • Daging dan unggas langka, mentah atau setengah matang.
  • Ikan mentah, seperti sushi, sashimi, ceviches, dan carpaccio.
  • Kerang mentah dan setengah matang, seperti kerang, remis, tiram, dan kerang.

Beberapa makanan dapat meningkatkan risiko ibu hamil untuk jenis keracunan makanan lainnya, termasuk penyakit yang disebabkan oleh bakteri salmonella dan E. coli. Foodsafety.gov mencantumkan makanan ini yang harus dihindari selama kehamilan, dan mengapa makanan tersebut menimbulkan ancaman:

  • Telur mentah atau setengah matang, seperti telur setengah matang, encer, atau rebus.
  • Makanan yang mengandung telur setengah matang, seperti adonan kue mentah atau adonan kue, tiramisu, chocolate mousse, es krim buatan sendiri, eggnog buatan sendiri, saus Hollandaise.
  • Kecambah mentah atau kurang matang, seperti alfalfa, semanggi.
  • Jus atau sari buah yang tidak dipasteurisasi.

Baca Juga: Manfaat Susu Kedelai untuk Ibu Hamil, Ketahui Porsi yang Tepat!

13. Hindari Ikan yang Mengandung Merkuri Tinggi

Pantangan makanan ibu hamil muda selanjutnya adalah menghindari konsumsi ikan yang mengandung kadar merkuri tinggi. Moms pasti tahu bahwa merkuri adalah unsur yang sangat beracun, bahkan untuk orang sehat sekalipun.

Dilansir dari jurnal National Library of Medicine National Institutes of Health, mengonsumsi ikan yang terpapar merkuri dalam jumlah yang lebih tinggi, dapat menjadi racun bagi sistem saraf, sistem kekebalan tubuh dan ginjal Anda.

Ini juga dapat menyebabkan masalah perkembangan serius pada anak-anak karena ditemukan di laut yang tercemar, ikan laut besar dapat mengumpulkan merkuri dalam jumlah besar.

Oleh karena itu, ibu hamil disarankan untuk membatasi konsumsi ikan merkuri tinggi tidak lebih dari 1-2 porsi per bulan. Ikan merkuri tinggi termasuk:

  • Hiu
  • Ikan todak
  • Raja makarel
  • Tuna (terutama tuna albacore)

Namun, penting untuk dicatat bahwa tidak semua ikan memiliki merkuri tinggi karena hanya jenis tertentu. Mengkonsumsi ikan dengan merkuri rendah selama kehamilan sangat sehat, dan ikan ini dapat dimakan hingga 2 kali per minggu.

Pastikan Moms memilih ikan dengan kadar merkuri yang lebih rendah, seperti salmon, nila, tuna (kalengan), ikan cod, dan lele untuk dikonsumsi. Pilih ikan berlemak kaya akan asam lemak omega-3, yang penting bagi bayi kita.

14. Ada Keju yang Tidak Boleh Dikonsumsi

Pantangan makanan berikutnya yang tidak boleh ibu hamil muda konsumsi adalah jenis keju tertentu. Ada baiknya Moms pun menghindari keju dengan jenis terentu seperti brie, camembert, keju kambing. Keju lembut berurat biru seperti gorgonzola, Roquefort, dan blue denmark.

Dilansir dari National Health Service, keju keras tidak mengandung air sebanyak keju lunak, sehingga bakteri listeria cenderung tumbuh di dalamnya.

Meskipun keju keras mungkin mengandung bakteri listeria. Bakteri di keju ini jumlahnya sangat sedikit sehingga tidak dianggap berisiko bagi Anda atau bayi Anda yang belum lahir.

15. Jangan Terlalu Sering Mandi Air Hangat

Ini tidak berarti bahwa ibu hamil dilarang untuk mandi air hangat ya Moms. Sebenarnya mandi air hangat tidak bermasalah untuk ibu hamil (bumil), tapi yang harus diperhatikan adalah suhunya.

Bila suhu air terlalu tinggi atau panas, mandi akan menjadi aktivitas yang membahayakan bagi bayi di dalam perut. Suhu yang tinggi apalagi pada awal kehamilan dapat menyebabkan cacat lahir pada janin dalam kandungan. Tentu Moms tidak mau hal ini terjadikan. Makanya disarankan Moms untuk mandi air dingin atau mandi air suam-suam kuku.

Baca Juga: Mandi Air Hangat Bisa Merusak Kulit, Mitos atau Fakta?

16. Hindari Telur Mentah

Moms, Telur mentah dapat terkontaminasi dengan Salmonella.

Gejala infeksi Salmonella biasanya hanya dialami oleh ibu dan termasuk demam, mual, muntah, kram perut dan diare. Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, infeksi dapat menyebabkan kram di rahim, yang menyebabkan kelahiran prematur atau lahir mati.

Makanan yang umumnya mengandung telur mentah meliputi:

  • Telur orak-arik ringan
  • Telur rebus
  • Mayones buatan sendiri
  • Dressing salad
  • Es krim buatan sendiri

Sebagian besar produk komersial yang mengandung telur mentah dibuat dari telur yang dipasteurisasi dan aman untuk dikonsumsi. Tapi, Moms harus selalu membaca label untuk memastikan. Ibu hamil harus selalu memasak telur secara matang.

17. Pastikan untuk Selalu Mencuci Makanan

Berdasarkan publikasi keluaran dari Cooperative Institute for Research in Environmental Sciences, University of Colorado, permukaan buah-buahan dan sayuran yang tidak dicuci atau tidak dikupas mungkin terkontaminasi dengan beberapa bakteri dan parasit.

Ini termasuk Toxoplasma, E. coli, Salmonella dan Listeria, yang dapat diperoleh dari tanah atau melalui penanganan.

Kontaminasi dapat terjadi kapan saja selama produksi, panen, pemrosesan, penyimpanan, diedarkan, atau dijual. Bakteri dapat membahayakan ibu dan bayinya yang belum lahir. Makanya, pastikan Moms mencuci bahan makanan sebelum dimasak terlebih dahulu.

18. Hati dan Makanan Lain yang Mengandung Vitamin A

Hindari produk hati dan makanan yang mengandung hati, seperti pat hati dan sosis hati. Tidak aman mengonsumsi multivitamin yang mengandung vitamin A atau minyak hati ikan, seperti minyak hati ikan kod. Juga hindari makanan yang mengandung vitamin A.

Mengapa? Karena hati memiliki tingkat vitamin A yang tinggi, dan jika terlalu banyak dapat membahayakan bayi di dalam perut kita.

19. Sebaiknya Tidak Memakai Sepatu Hak Tinggi Dulu

Jika Moms penggemar sepatu hal dan sering menggunakannya sehari-hati, maka disarankan Moms menggunakan flat shoes terlebih dahulu.

Baca Juga: 5 Masalah Kesehatan Selama Kehamilan yang Membuat Malu, Ada di Sini!

Selain tidak nyaman, sepatu hak tinggi bisa membahayakan tubuh karena meningkatkan resiko jatuh yang menyebabkan sang ibu hamil akan mengalami trauma, dan yang lebih buruk adalah bisa menyebabkan terjadinya cacat janin atau keguguran. Memakai hak tinggi juga nyatanya menyebabkan peregangan pada otot-otot di daerah pinggang. Ibu hamil akan lebih sering mengeluhkan rasa sakit dan pegal pada daerah tersebut saat memakai sepatu hak.

20. Jangan Minum Terlalu Banyak Kafein

Minum banyak kafein selama kehamilan telah dikaitkan dengan keguguran dan berat lahir rendah. Minuman yang mengandung kafein bisa ditemukan dalam:

  • teh dan kopi
  • cola dan minuman ringan lainnya
  • cokelat

Moms harus membatasi asupan kafein yang masuk dalam tubuh tidak lebih dari 200mg sehari selama kehamilan. Satu kaleng cola mengandung sekitar 40mg kafein, satu cangkir teh mengandung sekitar 75mg, sebatang coklat mengandung sekitar 50mg, secangkir kopi instan mengandung sekitar 100mg, satu cangkir kopi saring mengandung sekitar 140mg.

Dan kandungan kafein dapat bertambah dengan cepat dan akan mencapai batas konsumsi harian, jika:

  • makan satu batang coklat polos dan satu cangkir kopi saring
  • minum dua cangkir teh dan satu kaleng cola

21. Jangan Olahraga Berat

Ibu hamil juga tetap harus berolahraga, namun yang ringan-ringan saja ya Moms, jangan yang berat. Olahraga baik untuk kesehatan ibu hamil dan janin. Setiap ibu hamil mempunyai karakteristik yang berbeda sehingga olahraga yang dipilih harus disesuaikan dengan kondisi ibu hamil. Pilih olahraga ringan seperti yoga, senam hamil atau jalan kaki yang tidak menguras banyak energi kita.

Prenatal yoga juga bagus untuk Moms yang sedang hamil, karena dapat membantu menenangkan pikiran dan proses persalinan nantinya lebih cepat dan lancar lho, Moms.

22. Jangan Makan Makanan yang Tidak Dipasterurisasi

Menurut USDA, wanita hamil berisiko tinggi sakit karena dua jenis keracunan makanan: listeriosis, yang disebabkan oleh bakteri Listeria, dan toksoplasmosis, infeksi yang disebabkan oleh parasit.

CDC mengatakan bahwa infeksi Listeria dapat menyebabkan keguguran, lahir mati, persalinan prematur, dan penyakit atau kematian pada bayi baru lahir. Untuk menghindari listeriosis, USDA merekomendasikan untuk menghindari makanan berikut selama kehamilan:

  • Susu mentah (mentah) dan makanan yang dibuat darinya, seperti feta, Brie, Camembert, keju urat biru, queso blanco dan queso fresco. Pasteurisasi melibatkan pemanasan produk ke suhu tinggi untuk membunuh bakteri berbahaya.
  • Hot dog, daging dingin kecuali dipanaskan hingga mengepul panas sebelum dimakan untuk membunuh bakteri yang hidup di dalamnya.
  • Salad deli yang dibeli di toko, seperti salad ham, salad ayam, salad tuna, dan salad seafood.
  • Daging oles atau pate beku yang tidak dipasteurisasi.

Baca Juga: Tingkatkan Kesuburan Dengan 5 Sayuran yang Cocok untuk Program Hamil Ini

23. Makan Secukupnya Saja Moms

Ketika orang mengatakan bahwa seorang ibu hamil "makan untuk dua orang", itu tidak berarti dia perlu mengonsumsi makanan dua kali lebih banyak atau menggandakan kalorinya.

"Ibu hamil tidak makan untuk dua orang selama trimester pertama," kata Krieger. Selama tiga bulan pertama, Krieger memberi tahu para wanita bahwa kebutuhan kalori mereka pada dasarnya sama seperti sebelum hamil. Selama trimester pertama, kenaikan berat badan yang disarankan adalah antara 1 dan 4 pon selama periode tiga bulan.

Krieger biasanya menyarankan wanita hamil untuk menambahkan 200 kalori ke asupan makanan biasa mereka selama trimester kedua, dan menambahkan 300 kalori selama trimester ketiga saat bayi tumbuh dengan cepat.

24. Hindari Mengonsumsi Makanan yang Mengandung Kacang

Dokter biasanya mengatakan Moms tidak boleh makan kacang atau selai kacang jika Moms atau ayah Si Kecil menderita asma, eksim, atau alergi.

Hal ini dikarenakan makan kacang dianggap dapat membuat bayi lebih mungkin alergi terhadap kacang. Tetapi penelitian terbaru tidak menunjukkan bukti yang jelas bahwa makan kacang selama kehamilan memengaruhi kemungkinan bayi kita mengembangkan alergi kacang.

25. Hindari Mengonsumsi Makanan Cepat Saji

Makanan cepat saji yang mengandung banyak lemak dan karbohidrat, jika dipanaskan terlalu lama bisa membuat kandungan vitamin dan mineral di dalamnya hilang hilang. Jadi, sebaiknya batasilah konsumsi fast-food bila ibu belum bisa melakukannya.

26. Jangan Mencoba Akupuntur Selama Kehamilan

Ibu hamil boleh mencoba akupuntur. Terapi yang satu ini bahkan bermanfaat untuk mengatasi keluhan-keluhan yang sering muncul saat hamil seperti mual, sakit kepala, alergi, gangguan pencernaan, depresi, serta gangguan darah tinggi.

Dengan menusukkan jarum-jarum kecil di titik tertentu, keseimbangan pun bisa dikembalikan sehingga berbagai keluhan bisa teratasi. Namun ada baiknya Moms berkonsultasi dengan dokter kandungan terlebih dahulu, untuk mengetahui apakah benar-benar aman atau tidak.

27. Jangan Mengangkat Barang yang Berat

Kata orang, ibu hamil tidak boleh mengangkat barang-barang berat, apalagi jika usia kehamilannya masih muda. Bila ibu terlalu lelah dan stress, janin akan ikut gelisah, banyak bergerak, dan mungkin bisa terlilit tali pusar.

Terlalu lelah juga bisa mengurangi suplai oksigen ke janin. Jangan melakukan aktivitas yang membebani tulang punggung terlalu berat karena tulang punggung ibu sudah terbebani dengan tarikan kandungan yang berisi janin.

Baca Juga: 3 Kelainan Tulang Penyebab Bayi Sulit Belajar Duduk Tegak

28. Jangan Makan Daging Kambing

Mungkin Moms salah satu penggemar daging kambing. Namun selama kehamilan, hindari dulu daging satu ini ya Moms. Daging kambing memiliki kadar lemak jenuh tinggi yang akan memengaruhi metabolism asam urat. Kelebihan kolesterol dan sakit jantung bisa diderita bila ibu hamil menyantap daging kambing dengan porsi yang banyak ataupun sering.

Itulah dia Moms pantangan-pantangan yang harus dipatuhi oleh ibu hamil selama kehamilan. Ada pantangan untuk ibu yang hamil muda, ada juga pantangan menurut Islam yang perlu Moms ketahui. Diingat ya Moms demi kesehatan kita dan janin!

Artikel Terkait