GAYA HIDUP
6 November 2019

Paraben dalam Kosmetik, Apakah Benar-benar Berbahaya?

Ternyata tidak semenyeramkan yang kita bayangkan
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Mirip seperti sulfat dan alkohol, paraben adalah bahan kosmetik dan skincare yang selalu menjadi perdebatan.

Banyak yang bilang kalau paraben tuh berbahaya, bahkan bisa menimbulkan kanker. Namun, pernyataan itu tidak terbukti kebenarannya.

Meski begitu, tetap saja banyak orang yang memandang paraben sebagai bahan kosmetik berbahaya yang harus dihindari. Jadi, apakah paraben dalam kosmetik benar-benar berbahaya?

Baca Juga: 5 Bahan Skincare yang Baik untuk Kulit Sensitif

Mengenal Kegunaan Paraben dalam Kosmetik

skincare (8).jpg

Paraben (p-hydroxybenzoic acid esters/PHBA) adalah bahan pengawet yang dapat kita temui di sampo, lotion, kosmetik, dan bahan perawatan tubuh lainnya.

Paraben akan menghambat pertumbuhan mikroorganisme, sehingga membuat produk menjadi lebih awet dan tahan lama.

Menurut laporan The U.S. Food and Drug Administration (FDA), jenis paraben yang paling sering digunakan pada produk kosmetik berupa methylparaben, ethylparaben, propylparaben, dan butylparaben. PHBA juga dapat di blueberry, raspberry, dan wortel.

“Produk kosmetik mudah terkontaminasi oleh mikroba seperti bakteri dan jamur yang dapat mengakibatkan penyakit,” jelas Perry Romanowski, ahli kimia kosmetik, sekaligus penulis Beginning Cosmetic Chemistry.

“Untuk memastikan produk tetap segar, kita perlu menggunakan bahan pengawet untuk membunuh mikroba-mikroba tersebut. Salah satu pengawet yang paling efektif adalah paraben,” lanjutnya.

Baca Juga: 6 Produk Skincare yang Ampuh Menghilangkan Komedo

Apakah Paraben Berbahaya?

kesalahan makeup

Akibat rumor bahwa paraben dapat menyebabkan kanker, akhirnya banyak penelitian yang melakukan studi mengenai hal tersebut.

Namun, American Cancer Society (ACS) membuktikan bahwa tidak ada bukti paraben menjadi penyebab kanker payudara.

Begitu juga dengan FDA yang menyatakan bahwa konsumen tidak perlu khawatir terhadap kandungan paraben dalam kosmetik.

Kandungan paraben dalam kosmetik hanya sekitar 0,4-0,8%, sehingga tidak menimbulkan bahaya. Menurut penelitian Skin Inc, paraben juga akan hilang dari tubuh setelah 36 jam, jadi kita tidak perlu khawatir terjadi penumpukan.

Baca Juga: Ketahui Tanda Kulit Dehidrasi, Beda dengan Jenis Kulit Kering

Tapi ada beberapa orang yang sensitif terhadap paraben. Beberapa orang Asia merasakan sensasi ‘cekit-cekit’ ketika menggunakan produk dengan paraben.

“Secara umum, kulit orang Asia memang lebih sensitif. Bagi beberapa merk kosmetik, mereka menghindari penggunaan methylparabens,” ujar Ginger King, ahli kimia kosmetik dan pendiri Grace Kingdom Beauty, New York.

Dia mengatakan bahwa bila tidak memiliki reaksi sensitif terhadap produk paraben, berarti tidak masalah.

Menghindari Paraben dalam Kosmetik

Kata ahli Salah pilih kosmetik bisa bikin perempuan susah hamil (1).jpg

Walaupun tidak berbahaya, tentunya Moms juga bisa memilih menghindari produk dengan paraben, apalagi saat ini sudah banyak produk yang diberikan label paraben free.

Ahli nutrisi dan personal trainer, Tom Oliver, mengingatkan kalau kita tetap harus berhati-hati saat membeli produk bebas paraben.

“Banyak perusahaan yang memberi label paraben free dan mengklaim produknya adalah produk natural. Padahal mereka mengandung bahan berbahaya lainnya yang bisa menimbulkan iritasi kulit,” paparnya.

Bagaimana Moms? Sudah tercerahkan bukan mengenai masalah paraben dalam kosmetik. Apakah Moms akan mengganti produk yang mengandung paraben atau tetap menggunakannya?

Artikel Terkait