KEHAMILAN
25 Mei 2020

Mengonsumsi Parasetamol Saat Hamil Sebabkan Autisme pada Bayi?

Parasetamol adalah obat ringan yang dikonsumsi umum saat kita demam ataupun nyeri.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Dina Vionetta

Saat kita merasakan demam ringan, sakit kepala, nyeri, biasanya parasetamol lah obat yang paling sering kita gunakan.

Tapi, apakah parasetamol aman kita konsumsi saat hamil? Apakah parasetamol menyababkan autisme jika dikonsumsi oleh ibu hamil?

Menurut Science Medical Centre, sebuah penelitian, yang diterbitkan dalam JAMA Psychiatry, telah melaporkan risiko attention-deficit / hyperactivity disorder (ADHD), autisme, dan kelainan perkembangan lainnya pada anak-anak akibat penggunaan parasetamol selama kehamilan.

Dilansir dari laman nhs.uk, Mail One melaporkan, bahwa para ahli mengatakan obat penghilang rasa sakit rumahan yaitu parasetamol merupakan penyebab yang tidak mungkin.

Baca Juga: Sakit Kepala Belakang, 5 Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Fakta Mengonsumsi Parasetamol Saat Hamil Sebabkan Autisme

Konsumsi Paracetamol Saat Hamil Sebabkan Autisme pada Bayi.jpg

Foto: freepik.com

Jurnal medis JAMA Psychiatry menerbitkan sebuah penelitian Johns Hopkins University, US Department of Health and Human Services and Boston University School of Medicine.

Studi ini menemukan bahwa bayi dengan tingkat parasetamol yang lebih tinggi di tali pusat lebih mungkin didiagnosis dengan ADHD atau autisme.

Tapi, kita tidak tahu pasti apakah parasetamol bahwa menyebabkan autisme pada bayi.

Studi ini sebenarnya hanya mengukur penggunaan parasetamol menjelang melahirkan, tidak di awal kehamilan, juga banyak faktor kesehatan ibu, anak, dan lingkungan yang bisa memengaruhi hubungan tersebut.

Korelasi parasetamol yang dikonsumsi ibu saat hamil dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan janin yang kemudian berdampak pada gangguan perilaku anak, sebenarnya belum bisa dipastikan. Namun, para ahli menduga terdapat beberapa hipotesis yang bisa menjawabnya.

Mengonsumsi obat parasetamol dalam jangka panjang diduga dapat memengaruhi reseptor dalam otak yang mana berfungsi untuk mematangkan sel otak dan menjadi penghubung antar-sel dalam otak.

Jika hal ini terjadi, maka gangguan pada fungsi reseptor tersebut yang diduga menyebabkan gangguan perkembangan otak bayi sejak dalam kandungan lho Moms.

Selain itu, parasetamol juga bisa menganggu sistem imun yang dapat berdampak pada perkembangan sistem saraf janin.

Baca Juga: Tak Hanya Migrain, Ini 8 Jenis Sakit Kepala yang Umum Menyerang

Lalu, Apakah Parasetamol Aman Dikonsumsi Ibu Hamil?

Konsumsi Paracetamol Saat Hamil Sebabkan Autisme pada Bayi 2.jpg

Foto: freepik.com

Profesor Andrew Shennan, Profesor Obstetri dari King's College London, memparkan, bahwa parasetamol adalah obat yang direkomendasikan untuk digunakan dalam kehamilan dan umum digunakan.

Penelitian-penelitian dari National Health Service United Kingdom sudah ada terdahulu tidak menegaskan bahwa penggunaan parasetamol menyebabkan autisme, karena penyebabnya bisa jadi karena mengonsumsi parasetamol atau dikarenakan mekanisme yang menyebabkan kerusakan, misalnya dari dosis dan kontraindikasi.

Ia juga menegaskan, bahwa bayi dengan autisme secara signifikan biasanya lahir prematur dan ibu mereka kelebihan berat badan, stres dan perokok.

Banyak peneliti yang sudah menjelaskan hal ini dalam analisis mereka, tetapi penelitian lebih lanjut memang diperlukan untuk menunjukkan apakah parasetamol menyebabkan autis atau berbahaya.

Ibu hamil tetap bisa mengonsumsi parasetamol saat sakit dengan catatan jika telah dikonsultasikan dan direkomendasikan oleh dokter dengan dosis dan penggunaan yang sudah disarankan juga ya, Moms.

Baca Juga: 8 Makanan yang Bisa Memperparah Sakit Kepala, Ayo Hindari!

Artikel Terkait