KELUARGA
25 Juli 2020

Pasangan Beda Negara Wajib Baca 9 Tips Ini!

Berikut tips-tips menjalin hubungan agar tetap langgeng bagi pasangan beda negara
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Serenata Kedang
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Pernikahan dengan pasangan lintas negara menjadi suatu tren yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Dalam jurnal yang disusun oleh peneliti di Radhoud University Belanda dan University Lille di Perancis, disebutkan bahwa kebanyakan pernikahan internasional terjadi pada pasangan wanita asal Asia Tenggara.

Meskipun di berbagai negara maju banyak orang yang sudah menyerah untuk tidak menikah, di kawasan ini, banyak wanita yang mengidamkan memiliki pasangan pria beda negara.

Tips untuk Pasangan Beda Negara

Pasangan beda negara memiliki perbedaan yang cukup mencolok sehingga banyak sekali percekcokan yang mungkin terjadi pada awal hubungan.

Moms yang kini juga menjalin hubungan dengan pasangan beda negara kemungkinan besar pernah merasakan kesulitan berkomunikasi, perbedaan cara berpikir, dan pola asuh anak yang juga tak sama.

Nah, bagaimana mencarikan solusi agar perbedaan tersebut tidak menjadi penghalang dan batasan dalam hubungan rumah tangga? Berikut tips-tipsnya, Moms.

Baca Juga: 5 Konflik yang Biasa Terjadi pada Pernikahan Beda Budaya

1. Menjaga Kesabaran

tips pasangan beda negara 1.jpg

Foto: Pexels.com

Salah satu kunci menjaga hubungan dalam pernikahan bagi pasangan beda negara tetap awet adalah memupuk kesabaran. Setiap hubungan memiliki pasang dan surut, dan pernikahan memang memiliki level kesulitannya sendiri.

Jika masalah yang sering Moms hadapi adalah bahasa dan pola komunikasi, maka mulailah untuk belajar dan melatih kesabaran agar bisa menyampaikan pesan dengan baik kepada pasangan. Usahakan untuk tidak terlalu terpancing emosi dan pelan-pelan beradaptasi untuk hidup bersama pasangan ya, Moms.

2. Berpikiran Terbuka

tips pasangan beda negara 2.jpeg

Foto: Unsplash.com

Berasal dari dua budaya yang berbeda, pastilah membuat pola pikir masing-masing sudah terbentuk berdasarkan pengalaman dan pengetahuannya sendiri. Nah, hal yang perlu dipelajari perlahan-lahan untuk bisa menerima dan memahami pasangan adalah berpikiran terbuka.

Ambil kesempatan ini untuk belajar dan bertumbuh bersama pasangan, tanpa harus berdebat mengenai siapa yang salah dan benar dalam pengambilan keputusan.

3. Memberi Kepercayaan

tips pasangan beda negara 3.jpg

Foto: Freepik.com

Bagi beberapa pasangan, mengecek ponsel masing-masing pasangan adalah hal yang sah-sah saja, asal pasangan pun tidak merasa terbebani atas hal tersebut. Namun, untuk beberapa kasus, banyak pasangan beda negara ternyata keberatan jika diketahui privasinya.

Kuncinya, Moms hanya perlu berdiskusi dengan pasangan untuk menemukan jalan tengahnya. Jika memang pasangan menolak, berilah ia kepercayaan dan ruang sendiri demi membina hubungan yang harmonis ke depannya.

Baca Juga: 6 Cara Mengajarkan Budaya Ibu dan Ayah yang Berbeda pada Anak

4. Temukan Kesamaan Ketertarikan

tips pasangan beda negara 4.jpeg

Foto: Pexels.com

Saling berbagi hal yang menyenangkan bersama adalah bumbu pemanis dalam setiap hubungan. Jika Moms memiliki pasangan beda negara yang memiliki hobi yang sama, hal tersebut adalah suatu keberuntungan.

Jika tidak pun, Moms bisa menggali hal baru yang pada akhirnya nanti mungkin saja disukai oleh pasangan. Ingatlah, setiap pasangan baik yang sama atau beda negara pun perlu stimulan khusus untuk menjaga hubungan cinta tetap erat.

5. Memberikan Kebebasan

tips pasangan beda negara 5.jpeg

Foto: Unsplash.com

Dalam jurnal yang diterbitkan InterNations, disebutkan bahwa sejatinya keinginan untuk bebas masih dimiliki pasangan beda negara yang sudah menikah. Karenanya, untuk menjaga hubungan tetap langgeng, mengapa tidak memberikan ruang bagi Moms dan pasangan untuk menikmati me-time?

Memberikan kebebasan bukan berarti pasangan tidak saling mencintai, namun ada kalanya masing-masing pasangan ingin menghabiskan waktu bersama teman-temannya atau melakukan hobinya tanpa dibebani tugas sebagai suami atau ayah dalam keluarga. Begitupun sebaliknya.

6. Saling Menghormati Budaya dan Nilai Masing-masing

pasangan beda negara

Foto: Orami Photo Stock

Menikah dengan seseorang yang beda negara tentu tidak mudah. Perbedaan budaya dan nilai yang mereka pegang bisa jadi sumber keributan. Nah, agar hal itu tidak terjadi, penting bagi para pasangan beda negara untuk saling menghormati budaya dan nilai masing-masing.

Jika ada perbedaan budaya mengenai topik-topik seperti agama, diet, kontrol kelahiran, preferensi pengasuhan, kesedihan, keuangan, jenis kelamin, hubungan keluarga besar, peran gender, gaya komunikasi, dan tradisi, diskusikan hal ini dan bersikap terbuka.

Perbedaan ras dan budaya dalam pernikahan pasangan beda negara belum tentu menyebabkan hubungan gagal. Apa yang dapat menyebabkan pernikahan pasangan beda negara berantakan adalah ketidakmampuan pasangan untuk menangani perbedaan mereka dan kegagalan untuk berbicara tentang stres yang dialami salah satu atau keduanya.

Baca Juga: Agar Pernikahan Langgeng, Ikuti 5 Tips Komunikasi dengan Pasangan Seperti Ini

7. Singkirkan Ego

pasangan beda negara

Foto: Orami Photo Stock

Adalah satu hal bagi dua orang untuk menyetujui bahwa mereka menjalin hubungan bersama, dan merupakan masalah lain bagi mereka untuk menjadi satu kesatuan. Ketika pasnagan beda negara memandang diri mereka sebagai tim yang bersatu, mereka telah memupuk perasaan tentang apa yang disebut "kita".

Pasangan dapat mengembangkan kebersamaan secara pribadi di antara mereka sendiri, di depan umum, atau keduanya. Berbekal konsel "kita", pasangan antar negara harus bisa menyingkirkan ego mereka untuk kepentingan bersama karena setelah menikah, merka bukan lagi aku dan kamu, melainkan kita.

Ini yang akan membuat hubungan langgeng meski badai rumah tangga datang silih berganti.

8. Utamakan Komunikasi

pasangan beda negara

Foto: Orami Photo Stock

Sebenarnya, kunci utama untuk mengatasi perbedaan pasangan beda negara adalah komunikasi. Tidak jarang pasangan beda negara ini terkendala bahasa sehingga mereka kesulitan berkomunikasi. Nah, kondisi ini akan membuat pernikahan jadi mudah goyah.

Kecurigaan, kekesalan yang tidak teruangkap, dan hal lain yang mengganjal malah akan bertumpuk sampai akhirnya meledak dan membuat pernikahan pasangan beda negara berantakan.

Jadi, penting sekali untuk pasangan beda negara berkomunikasi dengan sangat baik. Ingat, komunikasi adalah modal pernikahan langgeng.

9. Tanamkan Rasa Bangga

pasangan beda negara

Foto: Orami Photo Stock

Moms dan pasangan perlu membahas bagaimana akan membesarkan anak-anak dan membantu anak-anak untuk memahami dan menghargai identitas campuran mereka. Pastikan bahwa Moms dan Dads memberi anak-anak kisah-kisah positif dari kedua sejarah keluarga Moms dan Dads.

Buat mereka merasa bangga dengan pada budaya dan nilai yang diturunkan dari orang tua.

Jangan lupa, ketika anak-anak Anda tumbuh, dengarkan mereka membagikan kekhawatiran mereka. Adalah umum terjadi insiden dalam kehidupan mereka berdasarkan pada orang-orang yang membuat stereotip, atau bagi mereka untuk mengalami prasangka dan diskriminasi.

Baca Juga: 5 Tips Penting untuk Tahun Pertama Pernikahan yang Menggairahkan

Nah, pada dasarnya perbedaan sosial dan budaya pada awal perkenalan hingga bisa membina biduk rumah tangga dapat teratasi asal masing-masing pasangan berusaha untuk saling memahami dan memberikan pengertian.

Selalu diskusikan apa yang membuat Moms nyaman dan tidak nyaman, sehingga pernikahan bisa berjalan tanpa beban dan senantiasa langgeng.

Artikel Terkait