PROGRAM HAMIL
14 April 2019

Pasangan yang Sudah Lama Menikah Bisa Lakukan Trik Ini Agar Cepat Hamil

Banyak pasangan yang menantikan kehadiran buah hati, ini caranya!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Moms terjebak dalam kehidupan dan akhrinya memilih untuk menunda usia reproduksi 20-an. Tenang, Moms tidak sendirian.

Saat ini, semakin banyak wanita yang menunggu sampai pertengahan 30-an dan 40-an untuk memiliki anak karena sejumlah alasan mulai dari alasan pendidikan hingga karir.

Sayangnya, ada kenyataan bahwa usaha agar cepat hamil akan lebih lama setelah 35 tahun.

Peningkatan terkait usia dalam lama konsepsi telah dibuktikan oleh beberapa survei nasional, termasuk studi terbaru melihat kesuburan pada wanita Amerika antara usia 30-44,4.

Studi ini menemukan bahwa bila dibandingkan dengan wanita usia 30-31, probabilitas wanita hamil dalam siklus menstruasi adalah 86%.

Sementara itu, untuk wanita usia 34-35 adalah: 83% untuk wanita usia 36-37.

Baca Juga: Benarkah Tidur dengan Lampu Dimatikan Mampu Meningkatkan Kesuburan?

Lainnya, ada probabilitas 70% untuk wanita usia 38-39, 47% untuk wanita usia 40-41, dan 41% untuk wanita usia 42-44.

Meskipun temuan ini mungkin tampak mengecewakan, Moms tak boleh putus asa.

Ada banyak hal yang bisa Moms lakukan salah satunya adalah berkonsultasi dengan tenaga medis.

American Society for Reproductive Medicine merekomendasikan agar wanita berusia antara 35-40 berkonsultasi dengan spesialis setelah 6 bulan gagal untuk hamil, dan wanita di atas 40 tahun harus dalam pendampingan ahli jika ingin mencoba hamil.

Selain itu ada beberapa hal yang wajib diperhatikan jika ingin cepat hamil.

Jangan Berasumsi Mengenai Waktu Ovulasi

agar cepat hamil 1

Foto: avawoman.com

Moms mungkin pernah mendengar bahwa ovulasi terjadi di tengah siklus wanita.

Walaupun ini mungkin memang terjadi pada sebagian wanita, namun bisa jadi tidak terjadi pula pada perempuan.

Gina Jaeger, PhD is a Developmental Specialist and Technical Research Writer for Nordic Naturals. mengatakan bahwa kondisinya kurang dari 30% perempuan yang memiliki ovulasi sesuai dengan pedoman klinis.

Ini berarti bahwa jika wanita mencoba hamil dan hanya melakukan seks di masa ovulasi tentu tidak menjadi efektif.

Apalagi semakin bertambah usia, ovulasi tidak teratur jadi makin sering terjadi.

“Maka jendela ovulasi sangat penting diperhatikan. Di saat itu fokus pada program hamil dan teruslah mencoba,” tambah Gina Jaeger.

Baca Juga: Makan Tomat Bisa Meningkatkan Kesuburan Pria? Ini Kata Ahli!

Identifikasi Siklus Ovulasi

agar cepat hamil 2

Foto: babymed.com

Moms dapat mengidentifikasi siklus ovulasi setiap bulan dengan memetakan suhu tubuh basal.

Bahkan, Moms bisa menggunakan alat prediksi ovulasi, atau memperhatikan perubahan pada lendir serviks.

Selain mengoptimalkan peluang konsepsi dengan menunjukkan dengan tepat jendela kesuburan Moms, jangan lupa untuk mempelajari siklus ovulasi.

Hal ini dapat memberikan informasi berharga tentang apakah Moms berovulasi secara teratur, memberikan info status hormon reproduksi, dan durasi fase luteal (periode antara ovulasi dan hari pertama haid Moms).

Bicaralah dengan dokter jika Moms memiliki alasan sehingga tidak berovulasi secara teratur, atau jika fase luteal lebih pendek dari 10 hari.

Ini mungkin merupakan gejala dari masalah kesuburan yang lebih serius dan hal ini dapat membuat kehamilan menjadi sangat sulit jika tidak ditangani.

Baca Juga: Apakah Riwayat Aborsi Dapat Menyebabkan Susah Punya Anak?

Moms dan pasangan juga harus saling mendukung satu sama lain.

Sebab, masalah kesuburan bisa jadi tak hanya dari perempuan saja. Laki-laki juga bisa jadi penyebabnya.

Maka, dukungan kedua belah pihak sangat penting. Apakah ada Moms yang sedang mencoba hamil meski sudah lama menikah?

(GSA)

Artikel Terkait