NEWBORN
23 Juni 2019

Patut untuk Diikuti, Ini 5 Cara Mengetahui Risiko Alergi pada Bayi

Riwayat keluarga juga memiliki pengaruh
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Bagaimana Moms bisa tahu jika si kecil memiliki risiko alergi?

Apa saja gejala alergi bayi yang biasanya pertama kali muncul?

Berikut ini merupakan beberapa cara yang dapat Moms lakukan untuk mengetahui risiko alergi pada bayi.

1. Kenali Gejalanya

bagaimana cara mengetahui risiko alergi pada bayi 1

foto: parenting.firstcry.com

Alergi muncul disebabkan oleh berbagai hal pada kelompok umur yang berbeda.

Pada bayi dan balita, jenis alergi yang sering kali ditemui adalah dermatitis atopik (eksim) atau alergi makanan.

Dermatitis Atopik (Eksim)

Dermatitis atopik atau eksim ditandai dengan rasa gatal dan jika digaruk akan menyebabkan munculnya ruam.

Biasanya ruam cenderung merah dan kering, terkadang juga memiliki lepuhan kecil dan dapat mengelupas dari waktu ke waktu.

Pada bayi dan balita, ruam biasanya muncul pada area wajah (terutama pipi), dada, kepala bagian belakang, lengan, kaki, dan badan.

Sering kali ruam juga muncul di area yang bersentuhan langsung dengan popok, yang dikenal sebagai ruam popok.

Baca Juga: Waspadai 5 Gejala Anak Alergi Makanan Berikut Ini

Alergi Makanan

Heidi Renner, MD, asisten profesor sekaligus spesialis anak dan penyakit dalam di Loyola University Medical Center Chicago, mengatakan bahwa gejala alergi makanan dapat langsung terlihat ketika mereka mulai makan makanan pendamping ASI, sekitar usia 6 bulan.

Adapun beberapa makanan yang memicu alergi pada bayi yang disebutkan oleh Dr. Heidi Renner adalah susu, telur, ikan dan kerang, kacang-kacangan, kedelai dan gandum.

Untuk alergi susu sapi biasanya muncul setelah bayi diberikan susu formula, karena sekitar 80% kandungan susu formula adalah susu sapi.

Sementara gejala yang muncul meliputi ruam kulit, gatal-gatal, mengi, hidung tersumbat, dan masalah pencernaan.

Ketika sistem kekebalan tubuh anak sudah matang, alergi terhadap beberapa jenis makanan biasanya cenderung hilang dengan sendirinya.

2. Menghindari Makanan Tertentu dari MPASI

bagaimana cara mengetahui risiko alergi pada bayi 2

Foto: momjunction.com

Untuk mengetahui risiko alergi atau jika Moms curiga si kecil memiliki alergi terhadap makanan tertentu.

Berikan makanan pemicu alergi kepada si kecil, kemudian perhatikan reaksi yang timbul.

Jika makanan tersebut menimbulkan alergi, cobalah untuk mengeliminasinya dari MPASI si kecil.

Lakukan secara bergantian menggunakan makanan-makanan pemicu alergi seperti yang telah disebutkan dalam poin nomor 1 di atas.

Dengan begitu, Moms dapat mengetahui apakah si kecil alergi makanan dan jenis makanan apa saja yang membuat ia alergi.

3. Ketahui Riwayat Alergi Keluarga

bagaimana cara mengetahui risiko alergi pada bayi 3

Foto: adamsheat.com

Mengetahui risiko alergi pada bayi juga dapat Moms lakukan dengan mencari tahu riwayat alergi keluarga.

Misalnya, seperti riwayat alergi Moms, Dads, serta anggota keluarga lainnya.

Bayi dengan riwayat keluarga yang memiliki alergi tertentu biasanya cenderung memiliki alergi yang sama.

Baca Juga: Apakah Anak Alergi atau Demam? Kenali Dulu 4 Perbedaannya Berikut Ini

4. Lakukan Pemeriksaan Fisik dan Kondisi Kulit

bagaimana cara mengetahui risiko alergi pada bayi 4

foto: nutritionnews.abbott

Situs parenting BabyCenter merekomendasikan supaya para orang tua menghubungi dokter anak untuk mengetahui risiko alergi pada buah hatinya.

Jika dokter meyakini atau melihat gejala alergi bayi, maka dokter akan merujuk Moms ke spesialis alergi.

Selama tes kulit, seorang spesialis alergi menerapkan sejumlah kecil alergen umum pada kulit bayi.

Jika bayi bersangkutan alergi terhadap suatu zat, area yang bersentuhan dengan alergen akan menunjukkan reaksi seperti gigitan nyamuk.

Baca Juga: Moms, Waspadai 4 Makanan Pemicu Alergi Pada Balita Ini

5. Melakukan Tes Darah Pada Si Kecil

bagaimana cara mengetahui risiko alergi pada bayi 5

Foto: thebump.com

Tes darah dilakukan untuk mengukur kadar antibodi IgE (alergi) dalam darah si kecil.

Namun, tes darah dinilai tidak memberikan hasil yang seakurat tes kulit. Jadi, jika tes darah menunjukkan alergi, maka langkah selanjutnya yang dapat dilakukan adalah tes kulit.

Frank S. Virant, ahli alergi anak di Seattle, mengatakan bahwa tes yang dilakukan dapat memberitahu alergi bayi pada saat pengujian dilakukan.

Akan tetapi, kondisi tersebut masih sangat mungkin berubah seiring dengan bertambahnya usia bayi.

Bayi yang mendapatkan hasil negatif pada tes darah dan kulit tetapi terus menunjukkan gejala alergi disarankan untuk kembali melakukan tes 6 hingga 12 bulan kemudian.

Nah, itulah beberapa cara yang dapat Moms lakukan untuk mengetahui gejala alergi pada si kecil. Cara manakah yang akan Moms gunakan?

(RGW)

Artikel Terkait