DI ATAS 5 TAHUN
17 September 2020

Payudara Nyeri pada Anak Usia 7 Tahun, Apa Penyebabnya?

Payudara nyeri yang terjadi pada anak usia 7 tahun, apa penyebabnya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Intan Aprilia

Moms, kesehatan anak tentunya menjadi perhatian orang tua.

Di dalam perkembangannya menuju usia remaja, ada banyak hal yang perlu dipahami. Hal ini mungkin akan sedikit atau jauh berbeda ketika kita masih seusia mereka.

Jika anak mengeluhkan payudaranya terasa nyeri, jangan langsung panik karena ada beberapa penyebabnya yang mendasarinya.

Payudara nyeri pada anak usia 7 tahun bisa menjadi hal yang normal terjadi.

Namun, bisa juga hal ini menunjukkan beberapa gangguan yang perlu dipahami.

Jika rasa nyeri terus berlangsung dan semakin parah, mungkin ada baiknya segera memeriksakan kondisi anak ke dokter.

Sebelumnya, pahami dulu beberapa penyebab payudara nyeri pada anak usia 7 tahun yang dilansir dari berbagai sumber.

Baca Juga: 5 Cara Tetap Dekat dengan Anak Perempuan Pra-Remaja

Payudara Nyeri pada Anak Usia 7 Tahun

payudara nyeri, bagian dari pubertas

Foto: health.clevelandclinic.org

Seberapa jauh Moms dan Dads mengenal tentang konsep pubertas?

Dilansir dari laman Kids Health, pubertas adalah ketika anak-anak berkembang secara fisik dan emosional menjadi pria dan wanita muda. Pubertas terjadi pada masa remaja.

Pubertas anak perempuan biasa terjadi pada usia 10 tahun dan 11 tahun pada anak laki-laki.Ini adalah usia rata-rata yang biasanya terjadi.

Namun, ada hal menarik yang perlu dipahami. Menurut studi dari American Academy of Pediatrics, kini tahap remaja pada anak perempuan dapat berlangsung dari usia 7 tahun hingga melonjak ketika ia berusia 10 tahun. Sementara itu, pada anak laki-laki bisa melonjak sampai ia berusia 12 tahun.

Khususnya untuk anak perempuan, pubertas dini juga bisa terjadi karena otak mengirimkan sinyal lebih awal dari yang seharusnya. Sebenarnya, tidak ada masalah atau pemicu medis lain yang mendasari.

Pubertas anak perempuan yang terjadi secara lebih cepat juga sering terjadi dalam keluarga.

Dapat dikatakan, secara fisik mereka akan menunjukkan kedewasaan, namun tentunya hal ini tetap membutuhkan pengawasan dari orang tua.

Sebab, setiap anak harus memahami tentang bagian tubuhnya dan cara menjaganya dengan baik.

Pengajaran yang tepat dari orang tua tentang anatomi tubuh anak mampu mencegahnya dari predator seksual anak.

Kembali ke topik utama, lantas apakah yang menyebab payudara nyeri pada anak usia 7 tahun? Ya, hal ini bisa menjadi bagian dari tanda-tanda pubertas anak perempuan, ya, Moms.

Perbedaan tanda pubertas anak perempuan dan laki-laki akan berbeda. Pada anak perempuan, payudara yang sedang bertumbuh kerap menimbulkan rasa nyeri.

Baca Juga: 3 Tips Penting Memilih Bra untuk Anak Perempuan yang Baru Puber

Tanda Pubertas Anak Perempuan

Ada beberapa tanda pubertas anak perempuan yang perlu Moms pahami, dilansir dari Department of Health Australia, yaitu:

1. Payudara yang Mulai Tumbuh

payudara sedang bertumbuh

Foto: foreverymom.com

Banyak anak perempuan yang merasakan payudara nyeri ketika mulai bertumbuh, dan hal ini tidak perlu dikhawatirkan.

Payudara berkembang saat hormon estrogen dan progesteron dilepaskan saat pubertas.

Nah, hormon ini yang membuat jaringan payudara tumbuh. Saat kulit di sekitarnya meregang, maka hal ini bisa menjadi alasan payudara terasa nyeri saat tumbuh.

Selain itu, hal yang mungkin juga dirasakan oleh anak adalah area puting menjadi lebih sensitif pada awal masa pubertas.

Hal yang perlu Moms beritahu pada anak bahwa bentuk payudara dan ukuran puting itu beragam.

Jadi, tidak bisa disamakan dengan orang lain. Jangan sampai anak merasa khawatir payudaranya terlalu besar atau terlalu kecil.

Lantas, kapan waktu terbaik anak untuk memakai bra? Menurut Dr. Kerry McGee, dokter spesialis anak di Pittsburgh, jangan terburu-buru untuk menyuruh anak memakai bra.

Umumnya, mereka akan merasa hal yang aneh dan khawatir tentang tubuhnya sendiri.

Tugas Moms sebagai ibu adalah menjelaskan secara perlahan bahwa hal tersebut adalah normal.

“Jika anak sudah mulai merasa nyaman, coba kenakan dulu kaos dalam yang lembut. Namun, hal ini juga bisa menunggu. Biasanya anak perempuan mulai memakai bra yang lembut pada usia 11 tahun,” ungkap Dr. McGee.

Hal lainnya yang perlu Moms ajarkan pada anak perempuan adalah menjaga agar anggota tubuh tertentu tidak boleh sembarang disentuh oleh orang lain, salah satunya yaitu payudara.

Terdengar sepele tapi hal ini penting untuk diajarkan sejak dini agar anak terhindar dari pelecehan seksual.

Beritahu anak apabila ada yang memaksa untuk memegang tubuhnya, anak harus berteriak minta tolong dan melawan.

Baca Juga: Apakah Kanker Payudara Bisa Menurun Kepada Anak Perempuan?

2. Muncul Bulu-bulu Halus di Tubuh

muncul bulu-bulu halus

Foto: todaysparent.com

Saat mulai mengalami pubertas, anak perempuan akan memiliki bulu-bulu halus di sekitar ketiak, kaki, dan area kemaluan.

Terkadang, bulu ini akan semakin menebal seiring bertambahnya usia. Bisa saja, kondisi ini membuat anak menjadi minder dan berkeinginan untuk mencukurnya.

Jangan langsung melarang keras anak ketika ia punya keinginan untuk tubuhnya sendiri. Moms hanya perlu menjelaskan, pertumbuhan rambut itu bergantung pada hormon yang bekerja.

Jadi, bulu pada ketiak, kaki, atau area kemaluan akan tetap tumbuh kembali meskipun sudah dicukur.

Jika anak tetap ingin melakukannya, pastikan mendapatkan pengawasan dari orang dewasa agar tetap menjaga kebersihan untuk keamanan kulitnya.

3. Pinggul yang Mulai Terlihat

pinggul mulai terlihat

Foto: Orami Photo Stock

Moms, daerah panggul juga akan berubah seiring berjalannya masa pubertas anak perempuan.

Hal alami ini terjadi untuk mempersiapkan seorang perempuan bisa melahirkan anak di kemudian hari. Maka, anak bisa merasakan pinggulnya melebar dan paha menjadi lebih bulat.

Faktor genetik turut berperan dalam hal ini. Bentuk tubuh Moms bisa jadi akan diikuti oleh anak, atau melihat dari perempuan di riwayat keluarga Moms.

Pada hal ini, anak akan mengalami fase di mana ia kerap membandingkan tubuhnya dengan orang lain yang ia lihat di berbagai media. Dukungan Moms sangat penting dalam fase ini untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak.

Ajarkan anak bahwa setiap wanita memiliki bentuk tubuh yang berbeda-beda.

Terpenting adalah menjaga kesehatan tubuh dan tidak membandingkannya dengan orang lain.

Jika seseorang merasa nyaman dengan bentuk tubuh mereka, maka ia akan jauh lebih bahagia.

Baca Juga: 7 Kebiasaan yang Harus Diterapkan Sebelum Anak Beranjak Remaja

4. Menstruasi Pertama

menstruasi pertama

Foto: Orami Photo Stock

Biasanya, anak perempuan akan mendapatkan menstruasi pertamanya saat berusia antara 9 dan 15 tahun.

Sebelum menstruasi dimulai, anak mungkin merasa tidak nyaman dan sakit di bagian perut atau daerah panggul.

Beberapa mungkin juga merasakan perut terasa kembung hingga mengalami diare atau sembelit.

Ketika anak mengalami menstruasi pertamanya, coba berikan ia lebih banyak air, buah, sayuran, dan roti gandum.

Cobalah juga untuk mengajaknya melakukan peregangan atau olahraga ringan untuk mengurangi kram menstruasi.

Di dalam tahapan ini, Moms juga perlu mengajarkan cara memakai pembalut, berapa lama harus mengganti pembalut, serta cara membersihkan vagina yang tepat.

Saat hari menstruasi pertamanya, berikan sedikit peringatan bahwa sudah saatnya anak untuk menjaga diri dari pergaulan bebas yang bisa berdampak pada kehamilan.

Tak perlu berlebihan, Moms bisa memberikan pengertian dampak kesehatan dan psikologis yang akan diterima jika terjadi kehamilan di luar nikah.

5. Munculnya Jerawat

munculnya jerawat

Foto: ctvnews.ca

Tanda pubertas satu ini sama-sama bisa dialami oleh anak laki-laki maupun anak perempuan.

Penyebabnya sebenarnya sama, produksi hormon memengaruhi tubuh untuk menghasilkan lebih banyak kelenjar minyak dan kelenjar keringat.

Jerawat disebabkan oleh aktivitas yang berlebihan kelenjar penghasil minyak. Kelenjar ini terletak tepat di bawah kulit.

Selama pubertas, kelenjar penghasil minyak akan menghasilkan lebih banyak sebum. Sebum yang menyumbat pori-pori mampu menyebabkan jerawat.

Jika anak sering beraktivitas di luar ruangan, maka ada kemungkinan ia mengalami jerawat lebih sering lagi.

Bagi anak perempuan yang sudah haid, jerawat juga sering muncul menjelang menstruasi.

Ketika wajah anak mulai berjerawat dan cenderung berminyak, Moms harus memberitahu padanya penting untuk selalu menjaga kebersihan wajah.

Ajarkan anak untuk rutin mencuci muka dua kali sehari dengan pembersih kulit khusus remaja dan pastikan ia tidak memencet jerawat karena hanya akan meninggalkan bekas.

Mungkin saja anak akan merasa kurang percaya diri, namun yakinkan pada anak bahwa masa-masa pubertas ini alamiah dan tidak perlu ditakuti.

Itulah beberapa perubahan yang terjadi ketika anak memasuki masa pubertas.

Ia juga bisa mengalami perubahan suasana hati sehingga kerap disebut labil. Mereka akan merasa orang tua tidak mengerti apa yang mereka inginkan.

Maka dari itu, pada masa-masa seperti ini, dukungan orang tua sangat dibutuhkan.

Bukan untuk menghakiminya, melainkan untuk menjaga anak agar tetap bertumbuh dengan baik.

Dengan begitu, anak menjadi lebih terbuka membicarakan masalah pribadinya pada orang tuanya.

Baca Juga: Muncul Benjolan Seperti Jerawat Pada Kulit Anak? Cek 4 Kondisi Ini!

Nyeri Payudara Berlanjut, Apa Sebabnya?

nyeri payudara berlanjut, apa sebabnya?

Foto: shutterstock.com

Payudara nyeri pada anak usia 7 tahun bisa menjadi tanda bahwa payudaranya sedang bertumbuh. Seiring pertambahan usianya, anak akan mengalami menstruasi pertamanya.

Hal ini akan membuat ia mengalami nyeri payudara bulanan yang masuk ke dalam salah satu gejala PMS.

Semua hal tersebut adalah normal terjadi. Namun, apa yang menjadi penyebab apabila payudara anak tetap terasa nyeri atau nyerinya bertambah parah setiap harinya?

Dilansir dari laman Fairview, berikut ini beberapa kondisi yang bisa menyebabkan payudara nyeri pada anak atau remaja:

Kondisi ini adalah gumpalan jaringan fibrosa yang halus dan padat di payudara. Umumnya, kondisi ini tidak bersifat kanker dan tidak berbahaya.

Jika anak perempuan Moms memiliki benjolan pada payudara yang terasa nyeri, sebaiknya segera periksakan ke dokter.

Kalau benjolan semakin membesar, maka penanganannya adalah mengangkat benjolan tersebut.

  • Perubahan payudara fibrokistik

Kondisi ini adalah perkembangan kantung berisi cairan di payudara. Payudara akan terasa kental, lembut, atau nyeri.

Namun, tenang saja Moms karena kondisi ini tidak bersifat kanker.

Pola makan yang sehat dengan mengurangi lemak dapat membantu untuk menanganinya.

  • Infeksi

Payudara terasa nyeri juga bisa menjadi tanda pertumbuhan bakteri berbahaya.

Infeksi jaringan payudara mungkin saja terjadi, terutama jika putri Moms mendapatkan mengalami beberapa gejala.

Gejala infeksi bisa dilihat dari kulit kemerahan di sekitar payudara, garis merah pada kulit, atau kulit terasa perih.

Jika anak perempuan Moms menunjukkan tanda-tanda tersebut, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Perawatan dengan antibiotik mungkin saja diperlukan.

Baca Juga: Yuk, Ketahui Tanda-tanda Menstruasi pada Anak Berikut Ini

Itulah beberapa hal yang perlu dipahami tentang payudara nyeri pada anak usia 7 tahun.

Bila anak merasa malu untuk mengutarakan gejala yang ia alami, Moms bisa membicarakannya pada psikolog atau dokter anak agar menemukan cara yang tepat.

Artikel Terkait