PERNIKAHAN & SEKS
22 Agustus 2019

Pelaku Video Vina Garut HIV Positif, Ketahui 4 Cara Mencegah HIV/AIDS dari Pasangan

Ketahui jenis seks yang berisiko tinggi tertular HIV/AIDS
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Video 'Vina Garut' yang tersebar di media sosial memperlihatkan adegan panas antara tiga pria dengan satu perempuan. Tersebarnya video ini pada mulanya bersumber dari Twitter.

Menjadi topik pembicaraan yang viral, pihak kepolisian pun mengamankan terduga pelaku yang memerankan video tersebut. Hal ini seperti disampaikan oleh Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna.

Ia mengatakan ada dua pelaku yang telah diperiksa, yaitu perempuan berinisial V (19) dan pria berinisial A (30). V masih menjalani pemeriksaan di Mapolres.

"A ada di rumahnya karena sakit. Anggota di lapangan sebut kondisi A sangat memprihatinkan. Tapi sudah kami periksa,” ujar Budi di Mapolres Garut, mengutip Law-Justice.co.

Polisi menyebutkan bahwa A alias Rayya positif mengidap HIV. Hal itu diketahui usai dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh tim dokter kesehatan Polres Garut.

"Betul, tersangka A alias Rayya positif mengidap HIV," ungkap Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut AKP Maradona Armin Mapaseng pada Selasa (20/8), mengutip CNN Indonesia.

Baca Juga: Ini Cara agar Ibu Tak Tularkan HIV/AIDS ke Bayi saat Melahirkan dan Menyusui

Apa Itu HIV/AIDS dan Gejalanya?

HIV/AIDS

Mengutip Mayo Clinic, Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) adalah kondisi kronis yang berpotensi mengancam jiwa yang disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Virus HIV bekerja dengan merusak sistem kekebalan tubuh, sehingga virus ini dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk melawan organisme penyebab penyakit.

Karena HIV merupakan infeksi menular seksual (IMS), hal ini juga dapat menyebar melalui kontak dengan darah yang terinfeksi atau dari ibu ke anak selama kehamilan, persalinan atau menyusui.

Hingga saat ini, masih belum ada obat untuk menyembuhkan HIV/AIDS, tetapi ada obat yang dapat memperlambat perkembangan penyakit. Obat-obatan ini telah mengurangi kematian akibat AIDS di banyak negara maju.

Kebanyakan orang yang terinfeksi HIV akan memiliki gejala penyakit seperti flu dalam waktu 1-2 bulan setelah virus memasuki tubuh.

Penyakit ini dikenal sebagai infeksi HIV primer atau akut, dapat berlangsung selama beberapa minggu. Tanda dan gejala HIV/AIDS termasuk:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot dan nyeri sendi
  • Ruam
  • Radang tenggorokan dan luka mulut yang menyakitkan
  • Pembengkakan kelenjar getah bening, terutama di leher

Gejala-gejala ini bisa sangat ringan sehingga mungkin tidak disadari. Namun, jumlah virus dalam aliran darah sedang cukup tinggi. Akibatnya, infeksi menyebar lebih mudah selama infeksi di awal ini.

Baca Juga: Mengapa Pengobatan HIV/AIDS Berlangsung Seumur Hidup?

Cara Menghindari Penularan HIV

Berikut ini pencegahan yang bisa dilakukan untuk menghindari penularan HIV/AIDS yang efektif.

1. Ketahui Risiko Berhubungan Intim Terhadap Penularan HIV

hubungan seks

Mengutip Healthline, melakukan seks anal meningkatkan kemungkinan HIV lebih dari cara hubungan seks lainnya. Seks anal tanpa kondom dianggap sebagai aktivitas seksual dengan risiko tertinggi untuk tertular HIV.

Jika melakukan seks vaginal memiliki risiko penularan HIV yang lebih rendah daripada seks anal, tetapi penting untuk tetap melindungi diri sendiri, seperti menggunakan kondom yang benar.

Meskipun sangat jarang, masih ada kemungkinan jika melakukan seks oral dapat terpapar penyakit infeksi menular seksual lainnya. Karenanya, tetap gunakan pelindung jika hendak berhubungan intim dengan pasangan.

2. Konsumsi PEP Atau PrEP

konsumsi obat

Mengutip WebMD, PEP (post-exposure prophylaxis) merupakan "morning pill" untuk HIV. Jika telah melakukan kontak dengan HIV (misalnya penggunaan kondom rusak), segera kunjungi dokter.

Dokter akan menyarankan untuk minum obat antiretroviral selama 28 hari supaya mencegah penularan virus. Cara ini umumnya efektif, tetapi harus mulai dikonsumsi dalam 72 jam, semakin cepat semakin baik.

Sementara, PrEP (pre-exposure prophylaxis) adalah obat antiretroviral yang dikonsumsi sebelum melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang memiliki HIV positif. Sehingga dapat melindungi diri dari HIV jika terpapar virus.

3. Gunakan Kondom Saat Berhubungan Intim

kondom.jpg

Ini menjadi salah satu cara paling efektif dalam mengurangi risiko terpaparnya HIV. Selain masih merupakan cara untuk mencegah kehamilan, penggunaan kondom juga dapat menghindari dari penularan HIV, dan penyakit menular seksual lainnya (PMS).

Selain itu, mencegah PMS penting karena ini dapat memudahkan infeksi HIV masuk ke tubuh dengan merusak jaringan vagina atau anus.

Baca Juga: 3 Langkah untuk Kehidupan Seks yang Berkualitas

4. Beralih ke Seks yang Aman

hubungan seks-2

Hubungan seksual dengan penetrasi ke vagina atau anus bukan satu-satunya cara untuk menikmati keintiman dengan pasangan. Melansir WebMD, berikut metode seks lainnya yang aman dan terhindar dari risiko paparan HIV/AIDS:

Ciuman. HIV menyebar melalui cairan tubuh seperti air mani, cairan vagina, dan darah. Tetapi virus tidak menyebar melalui air liur. Kecuali Moms atau pasangan memiliki luka pada mulut atau gusi berdarah, sangat tidak mungkin tertular HIV dari berciuman.

Seks oral. Ini juga tidak lebih berisiko dibandingkan seks anal atau vaginal. Gunakan perangkat plastik (dental dam) yang akan membuat seks oral lebih aman.

Tidak melakukan penetrasi/outercourse. Ini adalah bentuk kontak seksual yang tidak bersentuhan dengan cairan tubuh. Masturbasi bersama adalah salah satu contohnya.

Pelukan. Memeluk, berpegangan tangan, pijat dan sentuh. Temukan cara apa pun untuk bisa tetap menyenangkan satu sama lain secara intim.

Itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui tentang HIV dan cara mencegah agar tidak tertular HIV dari pasangan. Semoga bermanfaat ya Moms.

Artikel Terkait