NEWBORN
29 Maret 2019

Pembengkakan Hati Pada Bayi, Ini 5 Hal yang Perlu Moms Ketahui

Dapat menyebabkan kerusakan sistem saraf
Artikel ditulis oleh Intan Aprilia
Disunting oleh Intan Aprilia

Pembengkakan hati pada bayi atau hepatosplenomegali (HPM) adalah gangguan di mana hati dan limpa membengkak melebihi ukuran normal, karena salah satu dari sejumlah penyebab.

Tidak semua kasus HPM pada bayi parah. Beberapa dapat ditangani secara medis dengan intervensi minimal.

Namun, HPM juga dapat mengindikasikan masalah serius seperti gangguan penyimpanan lisosom atau kanker. Berikut ini beberapa fakta mengenai pembengkakan hati pada bayi yang perlu Moms ketahui:

1. Penyebabnya Berbeda Pada Bayi Baru Lahir dan Bayi yang Lebih Tua

pembengkakan hati pada bayi, ini xx hal yang perlu moms ketahui 1

Foto: medscape.com

Melansir Healthline, penyebab umum hepatosplenomegali pada bayi antara lain:

- Bayi baru lahir: gangguan penyimpanan lisosom dan thalasemia.

- Bayi yang lebih tua: hati tidak dapat memproses glukoserebrosida, yang dapat menyebabkan kerusakan parah pada sistem saraf.

2. Dapat Menunjukkan Lebih Dari Satu Gejala

pembengkakan hati pada bayi, ini xx hal yang perlu moms ketahui 2

Foto: brown.edu

Bayi dengan HPM dapat menunjukkan satu atau lebih dari gejala seperti kelelahan dan munculnya rasa sakit. Sementara gejala lain yang menunjukkan kondisi lebih parah, meliputi:

- Sakit perut di perut bagian kanan

- Mual dan muntah

- Pembengkakan perut

- Demam

- Gatal terus menerus

- Ikterus, ditandai dengan mata kulit yang kuning

- Urine berwarna cokelat

- Feses berwarna seperti tanah liat

Baca Juga: Ini Dia 7 Hal yang Dilakukan Dokter Setelah Bayi Dilahirkan

3. Pemeriksaan Kadar Bilirubin Menentukan Tindakan Lanjutan

pembengkakan hati pada bayi, ini xx hal yang perlu moms ketahui 3

Foto: sbs.com.au

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), bayi dengan HPM yang memiliki hiperbilirubinemia terkonjugasi dengan pola kelainan pemeriksaan hati kolestatik biasanya mendapatkan penanganan obstruktif dari ultrasonografi dan mungkin kolangiografi.

Pasien yang memiliki tingkat bilirubin tidak terkonjugasi dan peningkatan jumlah retikulosit harus dievaluasi untuk penyakit hemolitik.

Gagal jantung kongestif, penyakit perikardial restriktif, dan infeksi harus dipertimbangkan ketika ada bukti hemolisis.

Sementara jika tidak ditemukan adanya hiperbilirubin, bayi dengan hepatosplenomegali harus mendapatkan pemeriksaan darah lengkap dengan biopsi smear dan pemeriksaan sumsum tulang untuk mendeteksi penyakit berbahaya.

Selain itu, karena HPM juga dapat disebabkan oleh gangguan penyimpanan, pemeriksaan yang tepat terhadap kemungkinan keterlibatan organ lain dapat memberikan petunjuk untuk diagnosis.

Jika ditunjukkan oleh riwayat medis atau pemeriksaan fisik, ultrasonografi untuk mencari kista parasit diperlukan.

Pada akhirnya, bayi dengan HPM yang tidak memiliki hiperbilirubinemia atau splenomegali harus menjalani ultrasonografi dan serologi untuk menyingkirkan lesi kistik atau massa, dan hepatitis viral atau autoimun.

4. HPM Pada Bayi Berpotensi Menimbulkan Komplikasi

pembengkakan hati pada bayi, ini xx hal yang perlu moms ketahui 4

Foto: verywellmind.com

Masalah hati pada bayi ini berpotensi menimbulkan komplikasi yang serius. Beberapa komplikasi umum hepatosplenomegali adalah:

- Mimisan

- Darah dalam tinja

- Muntah darah

- Gagal hati

- Ensefalopati

Baca Juga: 8 Hal yang Harus Moms Ketahui Tentang Bayi Prematur

5. Pengobatan dan Penanganan Berbeda-beda Pada Setiap Pasien

pembengkakan hati pada bayi, ini xx hal yang perlu moms ketahui 5

Foto: momjunction.com

Penanganan dan pengobatan untuk pembengkakan hati pada bayi ini dapat bervariasi pada satu bayi dengan bayi lainnya, tergantung pada penyebab kondisinya.

Seperti yang telah disinggung di atas, tindakan terbaik didapatkan setelah dokter melakukan diagnosis dan dapat memberikan rekomendasi pengobatan sesuai dengan kondisi bayi.

Itulah beberapa fakta mengenai hepatosplenomegali atau pembengkakan hati pada bayi. Jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter bila timbul gejala-gejala di atas!

(RGW/INT)

Artikel Terkait