BALITA DAN ANAK
31 Agustus 2020

Pembengkakan Kelenjar Getah Bening pada Anak, Apa Penyebab dan Cara Mengatasinya?

Ketahui juga kapan harus membawa Si Kecil ke dokter
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Dina Vionetta

Tahukah Moms, kalau pembengkakan kelenjar getah bening pada anak lebih mudah terlihat karena ukurannya yang lebih besar dari orang dewasa?

Menurut informasi dari Raising Children Network, pembengkakan kelenjar getah bening pada anak bisa terjadi karena berbagai sebab, tapi pada sebagian besar kasus tidak berbahaya dan bukan pertanda masalah kesehatan serius.

Selain memproduksi zat kimia yang penting untuk membunuh kuman penyebab infeksi, kelenjar getah bening juga berfungsi untuk menyaring bakteri dan virus dalam tubuh yang harus dihancurkan oleh sel darah putih.

Yuk Moms, simak informasi berikut sampai selesai untuk tahu lebih banyak tentang gejala serta penyebab pembengkakan kelenjar getah bening pada anak.

Baca Juga: 4 Tanda Moms Mengalami Gangguan Kelenjar Getah Bening

Penyebab Pembengkakan Kelenjar Getah Bening pada Anak

Gejala dan Penyebab Pembengkakan Kelenjar Getah Bening Pada Balita 1.jpg

Foto: barnakuten.nu

Perlu diketahui, bahwa kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem limfatik.

Mengutip jurnal American Academy of Pediatrics, sistem limfatik merupakan sistem peredaran darah terbuka yang merupakan komponen dari sistem kekebalan tubuh.

Ini termasuk getah bening, pembuluh limfatik, kelenjar getah bening, limpa, amandel, kelenjar gondok, bercak Peyer, dan timus.

Kelenjar getah bening adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh, dan pada balita umumnya berukuran diameter 0.5 sampai 1.5 sentimeter atau sebesar biji kacang, yang letaknya ada di leher, ketiak, selangkangan, dada, dan perut.

Menurut University of Rochester Medical Center, limfadenopati atau pembengkakan kelenjar getah bening pada anak umumnya terjadi karena beberapa hal, seperti infeksi akibat virus atau bakteri.

Bisa juga karena terjadi infeksi pada kelenjar getah bening (limfadentitis), eksim, luka bakar, atau gigitan serangga, atau reaksi terhadap konsumsi obat tertentu, seperti antibiotik atau obat kejang.

Menurut About Kids Health, penyebab kelenjar getah bening pada anak bisa membengkak karena bereaksi terhadap infeksi atau terinfeksi.

1. Kelenjar Getah Bening Reaktif

Kelenjar getah bening pada anak akan membengkak di bagian tubuh tertentu saat melawan infeksi di dekatnya.

Jika kelenjar getah bening terinfeksi virus, seperti pilek, atau bakteri, seperti pada radang tenggorokan, kelenjar getah bening dapat tumbuh hingga sekitar dua sentimeter di area leher.

Pembesaran kecil ini, disertai dengan nyeri ringan, berarti kelenjar getah bening bereaksi terhadap infeksi dan bekerja untuk mengendalikannya.

2. Kelenjar Getah Bening yang Terinfeksi

Jika kelenjar getah bening pada anak terasa sangat lembut dan tumbuh hingga lebih dari empat sentimeter dan kulit di sekitarnya berubah menjadi merah, kelenjar getah bening tersebut mungkin juga terinfeksi.

Kondisi ini dikenal sebagai limfadenitis.

Limfadenitis diobati dengan antibiotik. Anak-anak yang menderita limfadenitis dengan demam tinggi, sangat nyeri dan sulit minum atau menelan mungkin perlu dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan antibiotik IV (antibiotik yang diberikan melalui pembuluh darah).

3. Faktor Penyebab Lain

Penyebab lain yang mungkin membuat kelenjar getah bening pada anak adalah infeksi kulit, ruam dan gigitan serangga dapat menyebabkan kelenjar getah bening membesar.

Terkadang, kelenjar getah bening bisa membengkak karena beberapa jenis kanker, seperti leukemia atau limfoma.

Baca Juga: Ini Perbedaan Gejala Infeksi Getah Bening dan Kanker Getah Bening yang Perlu Moms Ketahui

Gejala Pembengkakan Kelenjar Getah Bening pada Anak

Gejala dan Penyebab Pembengkakan Kelenjar Getah Bening Pada Balita 2.jpg

Foto: snt.az

Pembengkakan kelenjar getah bening pada anak mudah dikenali dari munculnya benjolan di bagian bawah rahang, bagian bawah atau belakang leher, ketiak, selangkangan, dada, atau perut.

Nah, benjolan tadi terjadi karena sel dan cairan menumpuk di dalam kelenjar getah bening untuk memerangi penyakit dan infeksi. Biasanya juga disertai dengan gejala area benjolan yang sedikit nyeri serta berwarna kemerahan dan terasa hangat.

Melansir Children's National Hospital, pada anak-anak, adalah normal untuk dapat merasakan beberapa kelenjar getah bening sebagai benjolan kecil yang dapat digerakkan di bawah kulit.

Namun, jika nodus menjadi lebih besar dari biasanya, mungkin ada masalah yang mendasarinya. Berikut ini gejala pembengkakan kelenjar getah bening pada anak yang paling umum.

  • Benjolan yang membengkak dan membesar di leher, belakang kepala, atau lokasi kelenjar getah bening lainnya
  • Rasa yang lembut pada kelenjar getah bening, meskipun benjolannya mungkin tidak menyakitkan jika anak tidak lagi sakit
  • Sensasi hangat atau kemerahan pada kulit di atas kelenjar getah bening
  • Demam

Selain itu, gejala lain juga mungkin termasuk:

  • Gejala pernapasan seperti radang tenggorokan, hidung tersumbat, dan batuk
  • Nafsu makan buruk
  • Pegal-pegal
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Penurunan berat badan
  • Ruam

Perlu dicatat, bahwa setiap anak mungkin mengalami gejala yang berbeda. Gejala limfadenopati mungkin menyerupai massa leher atau masalah medis lainnya. Selalu konsultasikan dengan dokter anak untuk diagnosis.

Baca Juga: 6 Ciri Penyakit Kelenjar Getah Bening yang Jarang Disadari Pasien

Cara Mengatasi Kelenjar Getah Bening pada Anak

cara mengatasi kelenjar getah bening pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Ada beberapa cara mengatasi pembengkakan kelenjar getah bening pada anak. Pengobatannya juga tergantung dari kasus yang dialami Si Kecil.

Kelenjar getah bening pada anak yang membengkak akibat infeksi virus akan menyusut ke ukuran normal dengan sendirinya dalam waktu sekitar dua hingga empat minggu.

Jika Si Kecil mengalami infeksi bakteri, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik untuk mengatasi penyebab pembengkakan. Dalam beberapa kasus, perlu waktu hingga 1 bulan atau lebih agar pembengkakan hilang sepenuhnya.

Untuk Si Kecil yang juga mengalami nyeri atau demam, Moms dapat memberikan asetaminofen atau ibuprofen kepada anak sesuai petunjuk pada botol atau oleh dokter anak.

Penggunaan obat antibiotik juga bisa diresepkan Si Kecil untuk mengobati infeksi bakteri yang mendasari, seperti radang tenggorokan, atau infeksi telinga atau kulit

Obat antibiotik dan drainase kelenjar getah bening juga bisa digunakan untuk infeksi kelenjar getah bening pada anak atau sekelompok kecil kelenjar getah bening

Tidak hanya dengan obat, perlu juga pemeriksaan lanjutan untuk memeriksa kembali kelenjar getah bening yang membesar setelah menunggu selama 3 hingga 4 minggu.

Tetapi, kelenjar getah bening yang membengkak bisa menjadi lebih kecil dengan sendirinya tanpa pengobatan apa pun. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin ingin memantaunya tanpa pengobatan.

Dalam kasus infeksi, Si Kecil mungkin akan diresepkan antibiotik atau obat antivirus untuk menghilangkan kondisi yang menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening, seperti aspirin dan ibuprofen untuk melawan rasa sakit dan peradangan.

Kelenjar getah bening yang membengkak akibat kanker mungkin tidak akan menyusut kembali ke ukuran normal sampai kanker diobati.

Perawatan kanker mungkin melibatkan pengangkatan tumor atau kelenjar getah bening yang terkena. Mungkin juga melibatkan kemoterapi untuk mengecilkan tumor.

Baca Juga: Apa Beda Kelenjar Getah Bening Bengkak dan Kelenjar Tiroid yang Bengkak?

Kapan Harus Ke Dokter?

Gejala dan Penyebab Pembengkakan Kelenjar Getah Bening Pada Balita 3.jpg

Foto: Vk.com

Walau sebagian kasus pembengkakan kelenjar getah bening pada anak tidak berbahaya, Moms perlu memeriksakan Si Kecil ke dokter kalau terjadi kondisi seperti berikut ini, mengutip Seattle Children’s Hospital.

1. Hubungi Dokter Segera

Sebaiknya, Moms hubungi dokter atau pihak rumah sakit segera bila terjadi kondisi pada Si Kecil sebagai berikut:

  • Benjolan di leher menyebabkan kesulitan bernapas, menelan atau minum
  • Demam lebih dari 40 derajat Celcius
  • Kulit di atas benjolan berwarna merah
  • Benjolan menjadi jauh lebih besar selama 6 jam atau kurang
  • Anak terlihat atau bertingkah sangat sakit
  • Benjolan kelenjar getah bening di leher disertai gejala demam, ruam, serta tangan, telapak kaki, bibir, dan lidah yang berwarna merah. Itu bisa jadi tanda penyakit Kawasaki
  • Moms pikir Si Kecil perlu diperiksa, dan masalahnya mendesak

2. Hubungi Dokter Dalam 24 Jam

Hubungi dokter dalam 24 jam, jika kelenjar getah bening pada anak membengkak dan Si Kecil mengalami kondisi sebagai berikut:

  • Ukuran benjolan 2,5 cm atau lebih, menurut pengukuran
  • Sangat lembut saat disentuh
  • Si Kecil mengalaminya ketika berusia kurang dari 3 bulan
  • Benjolannya membatasi pergerakan leher, lengan atau kaki
  • Sakit gigi dengan pembengkakan di bawah tulang rahang
  • Demam berlangsung lebih dari 3 hari
  • Moms merasa Si Kecil perlu diperiksa, tetapi masalahnya tidak mendesak

3. Hubungi Dokter Selama Jam Kerja

Moms dapat menghubungi dokter selama jam kerja, jika kondisi Si Kecil seperti berikut ini:

  • Di leher dan juga ada radang tenggorokan
  • Benjolan besar di 2 atau lebih bagian tubuh
  • Penyebab pembengkakan tidak jelas
  • Benjolan besar bertahan lebih dari 1 bulan
  • Moms memiliki pertanyaan atau masalah lain
  • Moms bisa melakukan perawatan diri di rumah bila kelenjar getah bening sedikit membengkak

Moms juga sebaiknya segera membawa buah hati ke dokter kalau tidak yakin dengan cara yang tepat untuk mengatasi pembengkakan kelenjar getah bening atau merasa khawatir dengan kondisi Si Kecil.

Baca Juga: Kelenjar Getah Bening di Leher Bengkak? Ini 5 Obat Alaminya!

Diagnosis Pembengkakan Kelenjar Getah Bening pada Anak

cara mengatasi kelenjar getah bening pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Healthline, seorang dokter biasanya mendiagnosis peradangan kelenjar getah bening melalui pemeriksaan fisik.

Dokter akan memeriksa lokasi berbagai kelenjar getah bening untuk memeriksa pembengkakan atau sensitivitas. Dokter mungkin juga bertanya tentang gejala terkait.

Selain itu, dokter mungkin melakukan tes darah untuk memeriksa bila adanya infeksi. Mereka mungkin memesan tes skrining juga, seperti x-ray atau CT scan. Ini dapat mencari tumor atau sumber infeksi.

Karena berbagai kondisi dapat menyebabkan peradangan kelenjar getah bening, dokter mungkin meminta biopsi. Biopsi kelenjar getah bening adalah prosedur singkat di mana dokter mengangkat sampel jaringan getah bening.

Seorang ahli patologi akan menguji sampel ini. Dokter ini memeriksa sampel jaringan dan menerangkan tentang hasil lab. Biopsi seringkali merupakan cara paling andal untuk menentukan mengapa peradangan kelenjar getah bening terjadi.

Baca Juga: Pembengkakan Kelenjar Getah Bening di Ketiak, Apa Bahayanya?

Pencegahan Pembengkakan Kelenjar Getah Bening pada Anak

cara mencegah kelenjar getah bening pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Healthy Children, satu-satunya pencegahan pembengkakan kelenjar getah bening pada anak yang bisa dilakukan adalah pada pembengkakan yang disebabkan oleh infeksi bakteri di jaringan sekitarnya.

Dalam kasus dugaan infeksi, Moms dapat menghindari keterlibatan kelenjar getah bening dengan membersihkan semua luka dengan benar dan menerima perawatan antibiotik dini.

Oh ya Moms, kesehatan dan fungsi kelenjar getah bening pada anak bisa dijaga dengan pijatan rutin, minum cukup air putih, menjalankan pola makan sehat, serta bergerak aktif.

Artikel Terkait