3-12 BULAN
13 Agustus 2020

Eksim pada Bayi, Ini Pemicu dan Cara Meredakannya

Eksim pada bayi bisa dipicu banyak hal. Salah satunya alergi susu!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Dina Vionetta

Moms, pernah dengar eksim? Ya, eksim adalah istilah untuk sekelompok kondisi medis yang menyebabkan kulit meradang atau teriritasi.

Tidak hanya pada orang dewasa, eksim juga umumnya menyerang Si Kecil lho Moms. Eksim cenderung menyebabkan area kulit meradang, gatal dan merah.

Menurut laporan dari Journal Dermatitis, sekitar 13 persen anak-anak di bawah 18 tahun di Amerika Serikat mengalami eksim, termasuk dermatitis atopik (jenis eksim yang paling umum).

“Jenis eksim yang paling umum dikenal sebagai dermatitis atopik, atau eksim atopik. Atopik mengacu pada sekelompok penyakit dengan kecenderungan yang sering diturunkan untuk mengembangkan kondisi alergi lainnya, seperti asma dan demam,” kata Cynthia Bailey, M.D., duta dari American Board of Dermatology dan CEO Advanced Skin Care and Dermatology Inc.

Menurut American Academy of Dermatology, terlebih lagi, 90 persen mereka yang mengalami eksim akan menimbulkan gejala ini sebelum berusia 5 tahun. Diperkirakan 60 persen orang yang menderita dermatitis atopik mengembangkannya sebelum usia.

Apa yang disebut eksim bayi atau eksim infantil biasanya berlanjut sampai masa kanak-kanak dan remaja, dan dalam beberapa kasus bahkan sampai dewasa.

Baca Juga: Moms, Ini Lho Penyebab Eksim yang Perlu Diwaspadai

Penyebab Eksim pada Kulit Bayi

baby-eczema-min.jpg

Foto: easytobemom.com

Eksim pada bayi terjadi bisa terjadi karena ada salah satu anggota keluarga yang terserang, atau diwariskan oleh orang tua bayi.

Ada banyak jenis eksim yang bisa kita temui. Selain dermatitis atopik, jenis eksim lain yang biasanya menyerang anak-anak termasuk dermatitis kontak, eksim dishidrotik (eksim kaki dan tangan), dan dermatitis seboroik, atau eksem kulit kepala (dikenal sebagai tutup dudukan pada bayi).

Dikutip dari National Eczema Association, ada beberapa hal yang menjadi pemicu seorang bayi terserang eksim, yaitu kulit kering, iritasi, kepanasan dan berkeringat, infeksi, alergi seperti bulu hewan peliharaan, serbuk sari, atau debu.

Di samping beberapa pemicu tadi, air liur juga dapat menyebabkan iritasi pada pipi, dagu, dan leher bayi. Selain itu, eksim juga bisa menyerang bayi yang mengidap alergi susu.

Menurut Livestrong, ada dua jenis utama susu formula yang bisa membuat bayi alergi, yaitu: susu sapi dan kedelai.

Apakah ada opsi alternatif mengganti protein susu pada bayi?

Livestrong menyebutkan, ada beberapa opsi alternatif yang dapat mengganti susu sebagai penggantin protein untuk bayi.

Protein hidrolisat ada adalah jenis formula yang dibuat untuk bayi yang mengidap alergi kedelai dan susu.

Formula ini juga dikenal sebagai formula hypoallergenic yang mengandung semua nutrisi penting yang dibutuhkan pada bayi, serta mudah untuk dicerna.

Lalu ada para ilmuwan yang percaya bahwa eksim dihasilkan dari disfungsi sistem kekebalan yang mempengaruhi penghalang kulit dan kemampuannya menahan kelembapan.

Eksim terlihat berbeda pada setiap bayi dan balita daripada pada anak yang berusia lebih besar. Lokasi dan penampilan eksim berubah ketika mereka tumbuh.

  • Bayi 6 bulan

Eksim biasanya muncul di wajah, pipi, dagu, dahi dan kulit kepala. Itu juga dapat menyebar ke area lain dari tubuh, tetapi tidak biasanya di area popok, di mana kelembapan melindungi kulit. Kulit pada tahap ini juga cenderung terlihat lebih merah dan "rentan."

  • Bayi 6-12 bulan

Pada tahap ini, eksim sering muncul pada siku dan lutut bayi Moms, tempat yang mudah digaruk atau digosok saat merangkak. Jika ruam eksim terinfeksi, itu dapat membentuk kerak kuning, atau sangat kecil, "nanah benjolan" pada kulit.

  • Balita 2-5 tahun

Sekitar usia dua tahun, eksim pada balita akan lebih cenderung muncul di lipatan siku dan lutut, atau di pergelangan tangan, pergelangan kaki, dan tangan.

Baca Juga: Apa Bedanya Dermatitis Seboroik dan Dermatitis Atopik?

Ini juga dapat muncul pada kulit di sekitar mulut dan kelopak mata balita Moms. Kulit balita mungkin mulai terlihat kering dan bersisik pada tahap ini dan menjadi tebal dengan garis yang lebih dalam. Hal ini disebut juga "likenifikasi."

  • Anak-anak 5 Tahun ke atas

Eksim biasanya muncul di lipatan siku dan / atau lutut. Kadang-kadang, itu hanya di tangan anak-anak. Setidaknya 70% orang pernah mengalami eksim pada tangan dalam hidup mereka.

Kemerahan dan bercak gatal di belakang telinga anak Moms, di kaki atau kulit kepala mereka, juga bisa menjadi tanda Si Kecil mengalami dermatitis atopik. Tetapi ini juga bisa merupakan gejala dari kondisi lain, seperti dermatitis seboroik, yang dapat terjadi pada eksim.

Beberapa pemicu eksim pada anak-anak yang paling umum terjadi:

  • Kulit kering
  • Iritasi
  • Panas dan berkeringat
  • Infeksi
  • Alergen seperti bulu hewan peliharaan, serbuk sari, atau debu

Eksim Si Kecil bisa memburuk di musim dingin ketika udara kering. Air liur yang keluar dari mulut juga dapat menyebabkan iritasi pada pipi, dagu, dan leher bayi.

Cara terbaik untuk mengelola eksim anak Moms adalah dengan mengetahui gejala dan pemicu mereka sehingga Moms dapat membantu mengendalikannya.

Mengatasi Eksim pada Bayi

Terkadang eksim pada bayi merenggut banyak perhatian para ibu, sehingga kita lupa pada Si Kecil dan kebutuhan dasar anak untuk mengatasinya.

Hal pertama yang harus Moms atasi adalah kulit bayi itu sendiri. Berikan perhatian pada bagian tersebut untuk mengobati eksim pada bayi.

1. Berikan Pelembap

Pelembap yang mengandung ceramides adalah pilihan terbaik. Ini tersedia di konter dan dengan resep dokter. Jika tidak, pelembap yang baik adalah yang bebas pewangi, atau salep seperti petroleum jelly, bila digunakan beberapa kali sehari, akan membantu kulit bayi Moms tetapkan mempertahankan kelembapan alami.

Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa pelembap satu bisa lebih baik dari yang lainnya, jadi Moms sebaiknya mencoba pelembap untuk anak hingga menemukan produk yang cocok untuk kulit Si Kecil.

Setelah menemukan produk yang cocok, Moms bisa aplikasikan setiap hari pada kulit anak. Hindari menggunakan jenis emolien yang disebut krim berair, karena ini dapat mengiritasi kulit dan dapat memperburuk eksim pada bayi.

Baca Juga: Begini Cara Mengobati dan Mencegah Eksim pada Bayi

2. Mandi Air Hangat

Cara mengatasi eksim pada bayi ini akan melembapkan dan mendinginkan kulit. Cara ini juga dapat mengurangi rasa gatal.

Pastikan airnya tidak terlalu panas ya Moms. Tetap mandi singkat atau tidak lebih dari 10 menit. Untuk mengurangi rasa gatal, Moms dapat mencoba menambahkan produk perendaman ke bak mandi bayi Moms.

3. Gunakan Sabun Ringan

Pakaikan Si Kecil sabun tubuh yang berbahan ringan dan tanpa wewangian. Sabun wangi, deodoran, dan antibakteri dapat membuat kulit bayi menjadi kasar dan sensitif.

4. Membersihkan dengan Hati-hati

Gunakan sabun hanya di bagian tubuh bayi Moms mungkin kotor, seperti alat kelamin, tangan, dan kaki. Cukup bilas sisa nya pada tubuh anak Moms.

5. Pakaikan Bayi Baju yang Nyaman

Untuk menghindari iritasi kulit akibat kain pakaian yang menggosok kulit Si Kecil, anak Moms harus mengenakan pakaian yang longgar dan terbuat dari katun.

Ingat juga agar selalu cuci pakaian baru anak sebelum Moms mengenakannya pada bayi. Gunakan deterjen ringan dan bebas pewangi.

Selain itu agar Si Kecil merasa nyaman, jangan berpakaian berlebihan atau menggunakan terlalu banyak selimut. Jika anak kepanasan dan berkeringat, itu dapat memicu eksim pada bayi.

Baca Juga: Bagaimana Cara Tepat Melindungi Kulit Bayi dari Sinar Matahari?

7. Jaga Udara Tetap Sejuk

Moms harus menjaga udara di kamar bayi tetap sejuk di malam hari saat anak tidur. Pastikan di kamar Si Kecil ada AC yang bisa membantu menjaga udara tetap kondusif dan tidak membuat Si Kecil kepanasan lalu berkeringat saat mereka tidur.

Moms bisa memakaikan anak pakaian yang tidak terlalu tebal, lalu menambahkan selimut yang tidak terlalu tebal juga agar Si Kecil tidak kedinganinan dan kepanasan.

8. Antihistamin oral

Gatal adalah salah satu hal yang membuat kita kesal saat menderita eksim. Moms dan Dads mungkin sulit untuk menghentikan anak agar tidak menggaruk daerah yang ditumbuhi eksim. Menggaruk ini dapat melukai kulit anak dan menyebabkan kemungkinan bakteri untuk masuk dan menyebabkan infeksi.

Moms bisa memaikan anak berbahan tipis yang bisa mencegah mereka menggaruk bagian kulit yang terkena eksim.

Ketahuilah bahwa mengoleskan krim antihistamin, seperti diphenhydramine hydrochloride (Benadryl), langsung ke kulit bayi dapat memperburuk eksim.

Jadi Moms disarankan memberikan bayi obat antihistamin oral yang dapat membantu mengurangi sensasi gatal. Antihistamin seperti loratadine (Claritin) dan cetirizine (Zyrtec), tidak membantu mengatasi rasa gatal. Jenis yang membantu mengobati rasa gatal akibat eskim seperti diphenhydramine (Benadryl).

Obat ini mungkin akan ermanfaat, terutama di malam hari, tetapi antihistamin tidak boleh diberikan kepada anak di bawah usia 2 tahun tanpa rekomendasi dokter ya Moms. Jika ingin diberikan, sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter anak.

9. Gunakan Perban

Jika bayi menderita eksim yang parah, dokter anak mungkin akan menyarankan Moms untuk membalut kulit bayi menggunakan perban khusus. Perbah ini dapat membantu menjaga krim atau lotion pada kulit bayi, serta menjaga kulit tetap lembap dan mencegah bayi menggaruk eksimnya.

Jika dokter mengatakan bahwa membungkus kulit anak bisa bermanfaat, ia akan membantu Moms memilih perban yang tepat, dan menunjukkan cara menggunakannya secara efektif.

10. Pengobatan Herbal

Untuk mengobati eksim pada bayi, Moms juga bisa melakukannya dengan pengobatan herbal. Namun sebelum menggunakannya pada anak, ada baiknya Moms diskusikan terlebih dahulu dengan dokter anak.

Baca Juga: Ketahui 5 Penyebab Gatal pada Selangkangan yang Mengganggu Aktivitas

Meredakan Gatal Eksim pada Kulit Bayi

Gejala Eksim pada Bayi

Foto: Orami Photo Stock

Bagaimana kita bisa meredakan gatal akibat eksim?

Situs Web MD menyebutkan, ada beberapa cara meredakan gatal akibat eksim. Iritasi kulit dan gatal pada kulit bayi bisa diredakan dengan krim serta salep yang mengandung hidrokortison. Ada juga beberapa obat yang diperlukan memakai resep dari dokter.

Perlu diperhatikan, cara terbaik untuk mencegah eksim pada anak adalah dengan mengetahui gejala lebih awal.

“Saat gejala terbaca, kita bisa menghindari pemicunya, dan melakukan penanganan yang tepat apabila sudah terserang eksim,” tambah Dr Bailey.

Baca Juga: 6 Cara Mudah Mengatasi Eksim pada Ibu Hamil

Itulah hal untuk diketahui Moms tentang eksim pada kulit bayi. Jika buah hati mengalaminya, Moms sudah bisa mengatasinya, ya?

Artikel Terkait