3-12 BULAN
31 Agustus 2020

10 Penambah Nafsu Makan Bayi, Bisa Dicoba oleh Si Kecil!

Moms, berikut ini makanan penambah nafsu makan bayi yang bisa dipilih!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Intan Aprilia

Rasanya sangat bahagia ya, Moms menanti waktu ketika bayi sudah bisa mendapatkan MPASI sebagai tambahan nutrisinya.

Di momen ini, bayi akan mengenal rasa, tekstur, dan berbagai bentuk makanan.

MPASI dibutuhkan agar nutrisi dan gizinya tercukupi dengan baik sehingga perkembangan serta pertumbuhannya berjalan optimal.

Namun, tantangan dalam memberikan makan anak itu pasti ada.

Baca Juga: 5 Resep Nikmat untuk Si Kecil yang Picky Eater

Mereka dapat mengalami kondisi picky eater, yaitu ketika ia memilih jenis makanan tertentu dan menolak jenis makanan lainnya. Atau, bayi mengalami gerakan tutup mulut (GTM) sehingga tidak banyak nutrisi yang ia didapatkan.

Hal ini bisa Moms atasi, salah satunya dengan pemilihan makanan yang tepat dan mampu meningkatkan nafsu makannya.

Penambah Nafsu Makan Bayi

Nah, ini beberapa makanan penambah nafsu makan bayi yang bisa Moms coba, yaitu:

1. Sarapan dengan Sereal

sarapan dengan sereal

Foto: Orami Photo Stock

Sebenarnya, ada banyak faktor penyebab nafsu makan bayi menurun. About Kids Health mengungkapkan, infeksi penyakit bisa menyebabkan bayi kehilangan nafsu makannya.

Jika ia mengalami sakit tenggorokan, ruam, demam, atau gejala lainnya, mungkin ia sedang sakit.

Ada baiknya Moms segera membawanya ke dokter untuk penanganan secepatnya.

Nah, jika kondisi bayi sedang baik-baik saja namun ia mengalami penurunan nafsu makan, bisa saja terjadi karena tubuhnya kurang berenergi.

Sebaiknya, jangan pernah memaksa bayi untuk makan melainkan Moms harus mencari cara kreatif agar jadwal makan bayi tetap terlaksana dengan baik.

Salah satu caranya dengan tidak melewatkan sarapan yang sehat untuk menjaga metabolisme tubuh dan meningkatkan nafsu makan mereka. Sereal menjadi MPASI awal yang baik untuk kesehatan tubuh Si Kecil.

Namun, pastikan sereal yang dikonsumsi bayi tidak mengandung gula tambahan dan sebaiknya terbuat dari biji-bijian utuh.

Sereal dengan biji-bijian utuh yang bisa diberikan seperti gandum, sereal multigrain, barley, quinoa, dan millet.

Sereal mengandung serat tinggi sehingga baik untuk kesehatan pencernaannya dan mampu menjaga tubuhnya agar tidak mudah lemas.

Sebagai penambah energinya, Moms bisa mencampurkannya dengan sedikit ASI atau susu formula.

“Bayi telah makan biji-bijian selama beberapa dekade dan dinilai dapat ditoleransi dengan baik. Makanan ini juga baik menjadi makanan pertama mereka,” ungkap Karen Ansel, ahli gizi terdaftar di Syosset, New York dan penulis dari The Baby and Toddler Cookbook: Fresh, Homemade Foods for a Healthy Start.

Baca Juga: Coba 4 Menu Sarapan Sehat untuk Anak Ini Yuk Moms!

2. Makanan yang Kaya Zat Besi

makanan yang kaya zat besi

Foto: Orami Photo Stock

Kadar zat besi yang rendah diketahui dapat mengurangi nafsu makan anak.

Untuk itu, penting sekali memasukkan makanan dengan kandungan zat besi ke dalam menu makanan hariannya sebagai penambah nafsu makan bayi.

Selain itu, pada dasarnya bayi yang sudah berusia 6 bulan harus memulai makanan zat besi karena tingkat zat besinya yang semakin rendah. Zat besi juga penting untuk sel darah merah dan perkembangan otak mereka.

Lantas, makanan apa saja yang mengandung zat besi?

Studi dari Healthy Child Manitoba mengungkapkan beberapa makanan yang kaya zat besi dan bisa Moms pilih sebagai menu makan siang atau malamnya, seperti:

  • Daging-dagingan, seperti daging sapi, ayam, dan ikan. Namun, hindari daging olahan karena minim nutrisi dan mengandung garam berlebih.
  • Kacang-kacangan seperti kacang polong, tahu, dan tempe.
  • Telur. Kuning telur kaya akan zat besi. Namun, hindari memberikan telur setengah matang pada bayi.
  • Ikan tanpa tulang seperti salmon.
  • Sereal yang diperkaya dengan zat besi.

Nah, Moms bisa memulai dengan satu hingga dua sendok teh saat menyuapi bayi secara bertahap dan meningkat sesuai dengan kebutuhannya.

Namun, biarkan bayi memutuskan untuk berapa banyak makanan yang ia konsumsi dan perhatikan tanda bayi sudah kenyang.

Centers for Disease Control and Prevention mengungkapkan beberapa tanda bayi sudah kenyang seperti menyingkirkan makanan, menutup mulut saat ditawarkan makanan, memalingkan muka dari makanan, dan menggunakan gerakan tangan atau membuat suara untuk memberitahu bahwa ia sudah kenyang.

3. Makanan yang Mengandung Zinc

makanan yang mengandung zinc

Foto: Orami Photo Stock

Bayi yang memiliki nafsu makan rendah dapat berpengaruh pada tumbuh kembangnya.

Ia membutuhkan kalori dan gizi yang seimbang setiap harinya. Bila tidak tercukupi, maka hal tersebut bisa berbahaya bagi perkembangan bayi sendiri.

Moms, tahukah bahwa zinc adalah mineral yang penting dan diperlukan untuk banyak fungsi fisiologis seperti meningkatkan kekebalan tubuh, mengatur fungsi antioksidan, serta mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Kekurangan zinc dapat menghilangkan nafsu makan, penurunan berat badan, diare, dan rentan terkena infeksi penyakit.

Nah, apabila Moms ingin menambah nafsu makan bayi, sebaiknya konsumsi beberapa jenis makanan yang kaya kandungan zinc.

Di antaranya seperti labu, kacang-kacangan, bayam, sereal gandum utuh, dan jamur.

Beberapa jenis makanan juga dapat mengandung zinc dan zat besi secara bersamaan, misalnya saja pada bayam.

Sayuran satu ini memang dikenal penuh nutrisi dan dapat meningkatkan nafsu makan bayi.

Sebagai pertimbangan Moms juga, zinc ternyata berperan penting dalam pengobatan penyakit seperti attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), tinnitus, cedera kepala kritis, sindrom Down, dan gangguan makan seperti anoreksia nervosa.

Jadi, ada baiknya mulai sekarang menambahkan makanan mengandung zinc ke dalam menu MPASI bayi.

Baca Juga: Ini Pentingnya Memberikan Zat Besi Tambahan untuk Bayi, Catat!

4. Buah-buahan yang Segar sebagai Cemilan

buah-buahan yang segar sebagai cemilan

Foto: Orami Photo Stock

Ada salah satu hal yang menyebabkan nafsu makan bayi menurun yaitu terlalu banyak mengonsumsi cemilan.

American Academy of Pediatrics menganjurkan cemilan bayi diberikan 2 kali sehari, yaitu ketika di sela waktu makan siang dan makan malamnya. Cemilan berguna untuk menjaga ia agar tetap berenergi menunggu waktu makan besarnya.

Nah, coba diingat-ingat kembali, cemilan seperti apa saja yang sudah Moms berikan pada bayi?

Jangan-jangan, cemilan tersebut penuh karbohidrat atau porsinya terlalu banyak sehingga bayi enggan untuk makan besar.

Berkaitan dengan pemilihan cemilan yang sehat dan bernutrisi, Moms bisa memilih buah-buahan segar sebagai cemilan untuk bayi.

Moms bisa memilih beberapa jenis buah seperti apel, pisang, pepaya, pir, jeruk, anggur, ceri, dan stroberi atau buah berry lainnya.

Buah-buahan umumnya kaya akan antioksidan yang bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Selain itu, buah-buahan yang mengandung vitamin C bahkan sangat cocok dipasangkan dengan zat besi untuk meningkatkan penyerapan dan penggunaannya oleh tubuh.

Untuk itu, cemilan yang sehat tetap mampu menjaga nafsu makannya agar lebih baik. Hindari memberikan cemilan dalam jumlah dan porsi yang terlalu besar karena berisiko membuat bayi tersedak.

Baca Juga: 7 Kombinasi Buah-Buahan yang Bagus untuk MPASI

5. Kacang Tanah, Sebagai Penambah Berat Badannya

Kacang Tanah, Sebagai Penambah Berat Badannya

Foto: Orami Photo Stock

Di antara berbagai jenis makanan yang dapat Moms tawarkan pada Si Kecil, jangan tinggalkan kacang-kacangan.

Jika bayi tidak alergi pada kacang tanah, nah coba berikan ini sebagai menu MPASI andalan untuknya. Mengapa demikian?

Kacang tanah bagus sebagai penambah nafsu makan bayi, mengandung zinc, dan juga tinggi kandungan protein yang baik untuk pertumbuhan tubuhnya.

Journal of Nutritional Science and Vitaminology juga menyebutkan, protein berguna untuk penyempurnaan organ tubuh, seperti pertumbuhan jaringan otot, tulang, hingga rambut.

Ada banyak cara untuk mengolah kacang tanah, seperti menjadikannya nut butter atau menambahkan pada semangkuk salad.

Moms juga bisa membuat selai kacang yang dioleskan pada roti gandum untuk membantu berat badannya agar meningkat dengan optimal.

Lantas, apa yang harus dilakukan ketika bayi tidak tertarik pada jenis makanan tertentu? Nah, Moms bisa mencobanya dengan memberikan nama yang menarik pada makanan tersebut.

Alih-alih menyebutnya hanya ‘selai kacang’, Moms bisa menggantinya dengan ‘selai kacang yummy’.

Selain itu, persiapkan juga waktu anak untuk makan sehingga ia lama-kelamaan akan mengetahui waktu makannya dan mampu mempersiapkan dirinya.

Intinya, selalu temukan ide-ide terbaru untuk mengajak bayi makan dengan lahap tanpa harus memaksanya.

Terdengar menantang, ya, Moms, tapi tentunya semua ini demi perkembangan dan pertumbuhan tubuhnya.

6. Yoghurt Tanpa Perasa

yoghurt tanpa perasa

Foto: Orami Photo Stock

Yoghurt tanpa perasa atau plain yoghurt bisa dipilih sebagai makanan penambah nafsu makan bayi.

Hal ini sudah diungkapkan langsung dalam studi yang diterbitkan oleh Nutrition Reviews.

Studi tersebut menunjukkan, kandungan kalsium dan protein yang tinggi dari yoghurt dan makanan olahan susu lainnya dapat menambah asupan energi dan meningkatkan nafsu makan.

Yoghurt juga menjadi cara yang baik agar bayi mendapatkan kalsium dan “bakteri” dalam yogurt yang baik untuk sistem pencernaan.

Yoghurt juga merupakan cara yang bagus untuk bayi mendapatkan lemak yang dibutuhkannya selama tahun pertama bayi.

Hal ini membuktikan, Moms bisa memberikan produk olahan susu (dairy) lainnya pada Si Kecil, seperti keju untuk menambah asupan kalsium di dalam tubuhnya dan meningkatkan nafsu makannya. Lantas, kapan waktu terbaik memberikan yoghurt pada bayi?

Nah, Moms bisa membuat smoothie yoghurt yang dicampurkan dengan buah-buahan segar atau mengonsumsi sepotong keju.

Baca Juga: Meal Prep MPASI? Bisa, Begini Caranya!

7. Ubi Jalar yang Teksturnya Lembut

ubi jalar yang teksturnya lembut

Foto: Orami Photo Stock

Moms, sudah pernah membuat ubi jalar atau sweet potato sebagai menu MPASI bayi? Bila belum, sudah waktunya sekarang Moms mengolah ubi jalar menjadi makanan penambah nafsu makan bayi.

Ubi jalar mengandung potasium, vitamin C, serat, dan beta karoten yang mampu menangkal tubuh dari paparan radikal bebas.

Tidak hanya bergizi, rasa dari ubi jalar juga umumnya disukai oleh bayi yang baru memulai MPASI mereka.

Asalkan dihaluskan dan dimasak dengan benar, tekstur lembut dari ubi ini memudahkan bayi untuk menelan dan mencernanya ke dalam tubuh.

Jika bayi senang mengonsumsi jenis makanan tertentu, maka secara tidak langsung nafsu makannya juga akan bertambah.

Jika Moms bingung cara mengolah ubi jalar, cukup dihaluskan dan dijadikan puree.

Ubi jalar juga bisa dicampurkan dengan sayuran untuk menambah cita rasa dan nutrisinya agar semakin optimal.

8. Kreasi dengan Wortel

kreasi dengan wortel

Foto: Orami Photo Stock

Nafsu makan bayi bisa menurun apabila terus-menerus mengonsumsi makanan yang jenisnya sama setiap harinya.

Untuk itu, ada baiknya Moms memberikan varian yang berbeda pada MPASI bayi.

Berikan waktu setidaknya 3 hari untuk bayi menyukai jenis makanan yang baru.

Lalu, seiring pertambahan usianya, Moms bisa meningkatkan tekstur makanannya agar kemampuan mengunyahnya semakin terlatih dengan baik.

Atau Moms bisa membuat kreasi dari satu jenis makanan tertentu. Misalnya, wortel.

Wortel memiliki banyak beta-karoten, antioksidan yang diubah menjadi vitamin A dan berperan dalam pertumbuhan dan kesehatan mata.

Rasa wortel yang manis alami juga bisa menarik perhatian Si Kecil dan membuat ia menyukainya.

Ada berbagai cara untuk mengolah wortel menjadi menu MPASI yang lezat, misalkan dengan membuat rolade wortel, nugget wortel dan ayam, sup wortel dan buncis, atau menjadikannya smoothie. Temukan varian yang paling disukai oleh bayi, ya, Moms!

Mengenalkan makanan pada bayi memang bukan hal yang mudah, melainkan butuh kesabaran yang ekstra.

Namun, pastikan Moms tidak memaksanya untuk mengonsumsi makanan tertentu karena hal tersebut hanya akan membuat ia semakin sulit untuk makan.

Baca Juga: Apa Benar Manfaat Wortel Baik untuk Kesehatan Mata?

9. Pilih Nasi Merah

pilih nasi merah

Foto: Orami Photo Stock

Jika selama ini Moms mengenalkan nasi putih pada bayi sebagai MPASI, coba ganti dengan nasi merah.

Pada dasarnya, beras merah memberikan energi, beberapa protein, vitamin B, dan mineral pada perkembangan tubuh bayi.

Jika dilihat dari segi nutrisinya, nasi merah memang lebih bergizi dari nasi putih. Sebab, nasi putih kehilangan sebagian besar mineral dan vitamin penting selama pemrosesannya.

Mengonsumsi nasi merah dapat membuat bayi semakin berenergi dan menjadi penambah nafsu makan bayi.

Nah, sebagai lauknya sendiri, Moms bisa memilih ayam atau ikan yang kaya kandungan protein juga untuk perkembangan tubuh Si Kecil yang semakin optimal.

10. Avokad yang Kaya Nutrisi

avokad yang kaya nutrisi

Foto: Orami Photo Stock

Avokad memang bukan termasuk buah-buahan yang menyegarkan dan mengandung banyak air seperti apel atau jeruk.

Teksturnya juga jauh lebih kental. Namun, apabila dilihat dari segi nutrisi, avokad bisa menjadi buah yang tepat untuk menambah berat badan bayi.

Academy of Nutrition and Dietetics bahkan menyebutkan, avokad sebagai makanan yang kaya energi dan nutrisi terbaik untuk bayi yang baru memulai mengonsumsi makanan padat.

Jadi, coba konsumsi avokad agar nafsu makan bayi juga tidak menurun.

Itulah makanan penambah nafsu makan bayi yang bisa Moms pilih. Suka yang mana?

Artikel Terkait